CEO Dudaku

CEO Dudaku
untuk Amora


__ADS_3

Setelah menemui Arbian di lobby,akhirnya mereka memutuskna untuk berbincang di cafe yang berada di rooftop apartemen Kirana



Disinlah mereka saat ini,karena kirana pikir dia juga harus membahas masalah surat pengunduran dirinya .


"Maaf _ " mereka berdua mengucapkan kalimat yang sama


"Silahkan pak ,bapak aja dulu " akhirnya Kirana mengalah


"Saya mau minta maaf atas segala ucapan saya waktu itu.saya sadar kalau saya sudah kelewatan dan tentang surat pengunduran diri kamu ,tolong pikirkan lagi " ucap Arbian sambil menatap ke arah Kirana yang duduk dihadapanya


"Tapi maaf pak saya tidak bisa,rasanya setiap melihat wajah bapak saya selalu ingat kata kata bapak "balas Kirana lirih


" Apa tidak bisa kamu memaafkan saya sekali saja ?"Arbian menggenggam tangan Kirana namun segera ditepis secara halus oleh Kirana


"Maaf pak,walaupun ayah dan bunda saya sudah memiliki keluarga masing-masing tapi bisa dipastikan ayah dan bunda saya mendidik saya dengan baik .mereka memberikan saya perhatian dan kasih sayang yang cukup jadi saya tidak perlu tebar pesona pada siapapun hanya untuk mendapatkan perhatian apalagi itu dari seorang laki-laki"


Arbian menatap gelas dihadapnya sambil sesekali menggoyangkanya seolah sedang meresapi sesuatu


"Disini saya tinggal sendiri,tapi saya bersyukur sampai detik ini saya masih bisa menjaga diri saya.maaf saya tidak bisa bekerja lagi ditempat bapak maaf juga untuk cara saya mengundurkan diri diperusahaan bapak sedikit kurang sopan"


Tak ada suara yang keluar dari mulut Arbian,dia tdak tahu bagaimana caranya membujuk Kirana untuk bekerja lagi diperusahaanya dan bagaimana nasib Amora yang mulai tergantung dengan Kirana


"kalo sudah tidak ada yang ingin dibahas lagi,saya permisi pak "


Lagi-lagi kirana yang bersuara ,Namun saat kirana akan beranjak arbian menahan pergelangan tangan Kirana


"Amora .... bagaimana dengan Amora ?" Arbian hanya berharap dengan melibatkan nama amora ,bisa merubah pikiran Kirana


Dan benar saja ,Kirana kembali duduk dan menatap lekat pada Arbian


"Amora kenapa pak?"


"Amora bebarapa kali datang kekantor,dan menanyakan keberadaan kamu.saya sudah coba menjelaskan tapi dia tidak mengerti dan dia memaksa saya untuk bisa bertemu kamu " Arbian menceritakan keadaanya akhir akhir ini tanpa Kirana


"belum lagi mama yang terus menyalahkan saya karena gara gara saya kamu mengundurkan diri,dan amora jadi sering uring uringan dirumah "

__ADS_1


"Bukanya ini bukan hal yang baru buat bapak ?anda kan sering ganti sekertaris ... dan saya juga hanya beberapa kali saja berinteraksi dengan Amora jadi tidak mungkin Amora bisa merasa kehilangan saya " Kirana berpikir jika ini hanya akal-akalan Arbian saja


"Iya ... saya juga berpikir seperti itu,tapi kenyataanya Amora begitu tergantung padamu " ucap Arbian serius tak ada raut kebohongan dimatanya


Kirana sedikit berpikir ,dan __,


"Beri saya waktu untuk berpikir ,"


"2hari ???" tanya Arbian


" Satu minggu .." jawab Kirana


"apa itu tidak terlalu lama ?" Arbian kecewa harus menunggu waktu selama itu


"kalau tidak mau menunggu ya sudah" jawab kirana jual mahal


"Baiklah,lalu bagaimana dengan Amora ?"


"Dia trus merengek ingin bertemu denganmu," Arbian masih melibatkan amora,karena dengan amora Kirana bisa berubah pikiran


"Gampang,bawa saja dia ke apartemen saya " Kirana dengan entengnya bicara


"Untuk amora kapanpun pintu saya selalu terbuka lebar " ucap kirana dengan senyuman manisnya


"Untuk papi nya ???" Goda Arbian


"No ..Big No !!!!" tolak Kirana tegas dan Arbian hanya bisa terkekeh


"Saya lupa kalau Ada Angga " ucap Arbian lirih


"bisa diulangi pak ?" Kirana tidak mendengar ucapan Arbian,


"Lupakan " jawab Arbian


***


selepas bertemu Arbian,Kirana hanya diam memikirkan apa yang harus dilakukanya kedepan

__ADS_1


Dan dia juga masih memikirkan bagaimana bisa Arbian tahu alamat apartemenya


triinggg.....mita is calling


"hallo Rana ... sorry ya gue udah ngasih tahu alamat apartemen lho ke pak Bian "cerocos mita disebrang telpon


" Oooh jadi lho biangkerok nya,"


"sorry ,tapi kalau lho gak mau nemuin dia lho bisa konfirmasi kan ke receptonist secara apartemen lho kan elite "Mita masih saja dengan segala ocehannya


" Telat! Dia udah telpon gue ,udah datang juga ke apartemen gue " balas Kirana


" Dia telepon lho juga ?"Tanya kaget


"Iya ,kenapa gak sekalian aja lho kasih tau alamat bokap gue dibali " jawab Kirana sediki kesal


"Sorry,soalnya gue di ancam bakal dimutasi sama pak Adam .gue lan ngeri Na "


"Serah lho ...gue udah ngundurin diri juga !"


" lho serius bakal ngundurin diri ?"


"ya"jawab kirana sekena nya


" ya ampu Ran ,gue tahu kalo lho bukan orang susah kayak gue tapi gak gini juga ..maen berhenti berhenti aja kerja "


" udah ah ,males gue bahas ginian mulu " gerutu Kirana


" udah dong jangan ngambek trus,gue kan udah minta maaf "


"Iya gue maafin asal lho bawain gue makanan dicafe depan kantor "


"Ya pemerasan lho mah ... "perbincangan itupun berakhir


kirana Pov


Pertama kali benci sekaligus suka pada laki-laki yan sama,Laki - laki bernama Arbian yang ganteng, berwatak keras ,tapi sangat menyayangi anaknya itu membuatku menaruh hati padanya dia yang sangat menyayangi putri semata wayangnya menjadi nilai plus dimataku.Namun sayang dengan kejadian dimalam itu membuatku sedikit kecewa padanya .Dia dengan mudah menyebutku cewek gampangan hanya karna tersenyum terhadap lawan jenis membuatku kecewa dan ingin menghindarinya.

__ADS_1


Hari ini dia menemuiku ,memohon untukku kembali bekerja disana bukan itu yang membuatku luluh ,namun saat Amora disebut hatiku merasa tersentuh dan ingin kembali berhubungan dengan dunianya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2