
"Mit ,semalem gue dapat telepon dari nomor baru ." ucap Kirana sambil mengaduk jus jeruk dihadapanya sementara Mita sibuk dengan soto beningnya ,dia makan dengan lahap mungkin saja saking lahapnya mita tidak mendengar apa yang diucapkan kirana
"Mitaaa " sentak kirana kesal
"uhukkk...sabar dong ran ,gue lagi ngunyah nih ah "
"Abisnya lo ,gue ngomong panjang lebar lo malah asik makan "
"Iya iya gue denger kok, terus lo tahu gak dia siapa ?" tanya mita sambil meneguk es teh manis miliknya
"Dia sihh gak bilang namanya tapi gue tau itu suara siapa ..." kirana menatap lurus kedepan seolah tengah mengingat seseorang
"Dih so misterius banget sih tu orang ,menurut lo dia siapa ?" tanya mita penasaran mencondongkan tubuhnya ke arah kirana sambil melipat dua tanganya dimeja
"Alex " jawab kirana singkat
"Maksud lo alex mantan lo itu ?bukanya lo bilang udah gak ada komunikasi lagi sama tuh cowok " mita mengerutkan keningnya heran
" ya emang ,gue putus aja udah 3tahun terus gue sama sekali gak pernah ketemu dia sekalipun "
"wahhhh jangan jangan dia stalking lo lagi, "
Kirana hanya mengedikan bahunya
"Dia bilang ,kalau kita tinggal deketan " kirana segera bangkit dari duduknya dan mengajak mita pergi
"Dah ah ,kerja lagi kerjaan gue banyal soalnya "
"Ayoooo...." mitapun merangkul kirana dan mereka meninggalkan kantin
****
Baru saja sampai diruanganya ,kirana dikagetkan dengan kehadiran adam yang berdiri dihadapan meja nya
"Pak bian menunggu anda diruangan " ucap adam datar
"Ah iya..kalau gitu saya ke ruangan pak bian sekarang " jawab kirana sambil bergegas meninggalkan Adam
__ADS_1
Baru saja Kirana membuka pintunya ,Kirana sudah disuguhkan dengan senyuman manis Arbian yang tengah duduk di sofa
"Sini ... " Arbian menepuk sofa kosong disampingnya dan kirana pun menurut
"udah makan ?" tanya bian lembut
"udah ,tadi dikantin sama mita "
"yah ... padahal aku nungguin kamu" ucap arbian kecewa
" Yaudah makan ,aku temenin ..sayangkan makanan segini banyak malah di anggurin "kirana melirik makanan yang terhidang dimeja dan hanya mendapat anggukan dari Arbian
Hening ,
kirana hanya memperhatikan arbian yang tengah makan dengan tenang ,sampai detik ini kirana tak pernah menyangka akan menjalin hubungan dengan duda beranak satu.
" kenapa ?"tanya Arbian sambil meletakan sendoknya di atas tempat makan yang ia pakai barusan
" kenapa apanya ?" kirana malah balik bertanya
" kenapa dari tadi ngeliatin terus,aku tahu kok kalau aku ganteng "
tiba tiba saja Arbian menyandarkan kepalanya dibahu kirana dan sontak saja itu membuat kirana kaget,ingin menghindar namun tak tega akhirnya dia hanya bisa diam
"Aku capek " ucap arbian Ambigu
"Kerja ya capek " jawab kirana sekenanya dan hanya terdengar hembusan nafas panjang dari Arbian
"Lepasin lah mas,pasti nanti juga jadi ringan "
"Maksudnya " Arbian langsung menegakan badanya saat mendengar jawaban dari kirana
"Mas lebih tahu kok apa yang mas rasain ,mas gak bisa memasukan nama seseorang dihati mas sedangkan ada nama lain yang masih menempati hati mas "
" Memang gak mudah melupakan masalalu mas ,apalagi masalalunya masih berkeliaran disekitar kita kesanya seperti luka yang udah susah payah diobati eh malah ditaburin lagi garam "
Arbian masih terdiam saat Kirana masih saja bicara sambil sesekali menarik napas panjang dan menghembuskanya .
__ADS_1
"dulu juga aku sangat susah melupakan masalalu ku karna bertahun tahun menghabiskan waktu bersama tapi aku coba untuk menutup akses yang bersangkutan dengan dia ,tapi kalo mas bian kayaknya susah ya soalnya kan ada amora "
" apa yang membuatmu bertahan hingga bertahun tahun dengan pacarmu dulu ?" Bian mengalihkan pembicaraan
"Dia tampan,baik,sopan dan sebenarnya dia tidak angkuh dan sombong seperti keluarganya ."
"Terus kenapa kalian harus putus hanya karna tidak direstui ayahmu "
"itu bukan HANYA mas,karna bagi saya restu itu penting .menikah bukan cuma menyatukan dua kepala tapi jug menyatukan dua hati dan dua keluarga juga "
Arbian dibuat bungkam dengan ucapan kirana
"Udah ah ,aku mau balik kerja dulu males banget harus lembur gara-gara nemenin bos makan siang apalagi bosnya gagal move on lagi " sindir kirana sambil bangkit dari duduknya namun tanganya langsung ditarik Arbian hingga kirana terhuyung dan berakhir duduk dipangkuan Arbian
"mas ,apaan sih kok main tarik aja " seru Kirana hendak bangkit lagi namun ditahan Arbian
"Gini dulu aja bentar " Arbian melingkarkan tanganya dipinggang kirana " Maaf ya kalau aku masih sering kepikiran Laura ,aku pikir kamu gak akan sadar dan gak mungkin juga kamu merhatiin aku sampai sedetail itu "arbian menatap Kirana lekat
"Makanya kalau belum cinta jangan asal ngajak pacaran segala mas ,untung aku nya gak gampang baper jadi gak sakit sakit banget diginiin sama kamu " jawab kirana sambil melengos menghindari tatapan Arbian
"Jadi kamu gak suka sama aku ? " tanya bian menelisik
"Mustahil banget kalau ada cewek gak suka sama kamu kalau lihat dari fisik secara kamu ganteng ,dewasa dan mapan juga tapi gak tahu kalau udah menjalin hubungan pastinya semua orang punya kekurangan dan kelebihan masing -masing "
"Aduhhh dewasa banget ya pacarnya mas " goda bian sambil mencubit gemas hidung kirana
"Apa sih mas ,udah dulu ya aku mau kerja nih nanti ada yang masuk tiba tiba kan gak enak "Kirana segera bangkit dan bergegas keluar
"Nanti sore aku gak bisa anter kamu pulang,soalnya masih ada pertemuan dengan klien diluar dan kayaknya bakal makan waktu deh " seru arbian sedikit mengeraskan suaranya karna kirana sudah diambang pintu
"gak apa kok,aku mau pulang bareng mita sekalian mita juga mau nginep di apartemen aku ." kirana kembali menghampiri arbian dan duduk disamping arbian " Hati- hati ya ,ada amora yang nunggu kamu "
Cup ,kirana mencium pipi Arbian
" aku ngewakilin amora,buat kasih ciuman ke papanya " entah dapat keberanian darimana hingga kirana dapat melakukan hal konyol seperti itu .Tanpa menunggu respon dari arbian kirana langsung pergi meninggalkan Arbian yang masih terpaku
Selepas perginya kirana ,Arbian hanya menatap kearah pintu yang baru saja dilewati kirana .Arbian merasa obrolanya barusan bersama kirana membuat ia tersadar akan kebodohanya yang masih ragu dengan perasaanya terhadap kirana ,hanya karna masih terluka dengan perlakuan Laura dan masih menyimpan memory tentang Laura.
__ADS_1
Semakin kesini Arbian makin berniat untuk menghapus segala sesuatu yang berhubungan dengan Laura ,sekalipun ada amora yang kapan saja bisa membuat ia berhubungan kembali dengan Laura walaupun hanya sebatas hubungan antara ayah dan ibunya Laura namun ia akan berusaha sebisa mungkin bukan dia yang akan menemui Laura.