
Arbian Pov
Entah apa yang membuat hatiku tertarik untuk membuka hati pada perempuan lagi setelah sekian lama aku menutup diriku untuk lebih dekat dengan perempuan akhirnya aku memberanikan diri untuk menjalin hubungan denganya .
Hari ini dia mulai bekerja kembali ,setelah bernegosiasi dan dengan segala bujukan yang aku lontarkan akhirnya dia mau bekerja lagi menjadi sekertarisku bedanya mulai sekarang dia juga menjadi orang spesial dihatiku setelah amora dan mama hana.
Hari ini saat aku baru saja sampai dikantor ,aku sudah disuguhkan dengan pemandangan yang membuat jantungku tidak aman.melihatnya kembali duduk manis diruanganya sambil bersenandung
"Pagi _" Sapa ku mencoba profesional karena ada adam
"Pagi pak,maaf saya tidak lihat kalo bapak sudah datang " balasnya lalu bangkit dari duduknya
"Tidak apa ,tolong siapkan berkas yang saya butuhkan untuk meeting " akupun masuk keruanganku dan Rana pun langsung mengekor dengan membawa setumpukan berkas
"ini pak berkasnya sudah saya siapkan dan ini ada beberapa juga yang harus bapak tanda tangani"setelah menyimpan berkasnya ,kirana langsung pamit undur diri
" Sepertinya ada yang saya lewatkan pak "sindir adam yang curiga melihat tingkah dua manusia dihadapanya barusan
" Diamlah ,tetap berada dibatasmu "jawab Arbian sedikit kaku
" Baiklah pak saya kembali ruangan saya ,pemisi"Adampun undur diri
Hari ini Kirana begitu sibuk karena banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan setelah ia tidak bekerja beberapa hari lalu.
Tring
Mita
Ran ,lho udah balik kerja ?
^^^Kirana^^^
^^^Iya ,sorry gue lupa kabarin lho nanti siang ketemu d kantin ya^^^
Mita
Ok
Baru saja Kirana menyimpan hp nya di meja ,tiba tiba notifikasi pesan masuk kembali ke hp Kirana
Bos Galak
Bisa kesini sebentar ?
__ADS_1
^^^Kirana^^^
^^^Baik pak^^^
Saat kirana masuk ,arbian tengah duduk dimeja kebesaranya dan sedang mengamati tumpukan kertas yang ada dihadapanya dengan kacamata yang bertengger dihidung mancung nya.
"Ada yang bisa saya bantu pak ?" tanya Kirana canggung
sedangkan Arbian hanya menatapnya dengan tatapan yang tak dapat diartikan.Arbian berjalan menuju sofa dan diikuti oleh Kirana setelah mereka berdua duduk ,Arbian masih menatapnya intens membuat Kirana salahtingkah
"Maaf pak ,bisa gak liatinya gak gitu gitu amat " Akhirnya Kirana tak tahan untuk tidak memberikan komentar
"Emang saya ngeliatinya gimana ?" Goda arbian dan hanya mendapat lirikan malas dari kirana "Ran,bisa gak kalau kita lagi berdua pakai bahasa yang gak formal .Aku gak mau ada rasa canggung saat kita ngobrol "
"Tapi inikan dikantor pak "ucap kirana
" Kita kan cuma berdua aja Ran ,"Arbian menggenggam tangan Kirana " Aku gak suka kamu panggil aku pak,kamu bisa panggil aku Bian aja "
"ya gak bisa gitu dong ,kan bapak lebih tua dari saya " tukas Kirana" ,panggil om aja ya _"seketika mendapat pelototan dari Bian
"Hehe...becanda Mas "tangan kirana reflek mengelus pipi Arbian dengan senyuman manis dibibirnya dan langsung saja arbian menggenggam tangan kirana dan mengecupnya
Diantara keheningan yang terjadi diruangan itu,Arbian mengikis jarak mereka berdua dan kirana seakan terbius dengan tatapan dari arbian dan reflek memejamkan mata semakin dekat bibir mereka untuk saling menyentuh hingga
" Ups maaf lo bian,mama gak tahu kalau lagi ada kirana tadi mama pikir rana lagi ke kamar mandi "goda mama
" tante kenapa mukanya merah "tanya Amora polos
" Gak apa kok sayang ,maaf pak bu boleh saya permisi keluar ?"Saat ini kirana hanya ingin keluar dari ruangan itu
" tante ,rana boleh ikut tidak ?" rengek amora
"Boleh dong sayang ,kebetulan kakak mau makan siang sama teman kakak "ajak kirana
" Permisi bu saya bawa Amora keluar untuk makan siang "Pamit kirana pada mama hana yang saat ini sedang tersenyum lembut kepadanya
dan dijawab angguka oleh Hana" titip Amora ya "
"Baik bu"
Selepas bian pergi ,Rana diberondong banyak pertanyaan oleh mama nya
__ADS_1
" Kamu udah menjalin hubungan sama Rana ?sejak kapan?"cecar mama
" satu satu dong ma,"jawab bian tenang
"Ma ,rana cocok gak jadi ibu Sambung amora ?" tanya Bian antusias
mama terlihat sedikit berpikir"kenapa Rana ?bukanya mama gak setuju ,mama cuma mau tahu alasan kamu pilih Rana secara karakter Rana dan Laura aja beda banget .Mama tahu banget sebucin apa dulu kamu sama Laura sampe sampe kamu sering banget nentang mama sama papa "
"Kok bawa -bawa laura sih ma,"
mama membenarkan posisi duduknya agak lebih tegak dan menghadap Arbian seolah Arbian seorang pelaku kejahatan yang siap di introgasi
"Bian,mama lihat Kirana gadis baik baik dia juga sopan dan masih muda tentunya ... mama gak mau kamu dekatin dia hanya sebagai pelarian saja " terang mama "mama senang kalau kamu sudah benar benar melupakan laura ,dan mama minta kamu jangan main main sama Kirana .jangan sampai kamu memilih kirana hanya karna dia bisa dekat dengan amora,pikirkan juga persaan kamu dan kirana kalau hanya sebatas bisa dekat dan mengurus Amora ,bi tuti juga bisa " seloroh Mama
mendengar penjelasan sang mama yang panjang lebar membuat bian diam seribu bahasa.dan benar kata mama dia harus benar benar meyakinkan perasaanya
***
Tak beda jauh dari Arbian ,Kirana pun layaknya pesakitan yang sedang menunggu diintrogasi oleh ketiga orang dihadapanya yang menatapnya bak elang yang siap memangsa .
"Sejak kapan lho kawin sama om nih bocah,kok dia manggil lho tante "tanya dito sedikit sensi
" Gue sih udah tahu om omnya cuma gue gak tahu bakal dibawa bawa sampe kantor kita "sindir Angga
" Jadi ini Alasan pak Bos nanyain apartemen lho ?"timpal mita malah makin membuat tatapan dua laki laki dihadapanya menajam
"Lah gue doang dong yang kagak tahu kisah percintaan dikantor ini " ujar dito lebay
"Iya iya nanti gue jelasin satu satu,tapi gak disini juga " lirik rana pada amora "Mora udah belum makanya ?" tanya Rana pada amora
"Om om ini daritadi lihatin terus tante Rana sama ngomongin papi aku ,nanti aku laporin loohhhh" ucap Amora ketus
"Mampus lho ..." seru Dito ketakutan
"Sorry ya gue gak ikutan haha..." kirana tertawa terbahak sambil menutup mulutnya
"enak aja lho,sumbernya kan dari lho juga " senggol mita yang tidak terima dengan ucapan kirana
"Adik manis ,om angga kan yang nemenin kamu main waktu di timezone itu lo ...masih ingetkan "Rayu Angga sambil menoel noel pipi amora namun bukanya luluh amora malah makin mendelik tajam
" Om kan yang godain tante rana terus ,"
"Waduhh gawat tuh ga ,bentar lagi lho bakal dipecat deh kayaknya " kompor dito
__ADS_1
Tak jauh darisana ada Mama Hana dan Arbian yang melihat interaksi mereka .Setelah makan Kirana mengantarkan amora ke lobby karna sudah ditunggu oleh mama hana untuk pulang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...