
Setelah menjalani hari libur yang membuat Kirana sedikit ketar ketir karena banyak kejadian tak terduga dihari libur yang biasanya diisi hanya dengan tidur dan bersantai saja...hari ini Rana memulai awal hari nya dengan kurang semangat ,karna dia merasa bingung harus menghadapi bos nya dengan sikap yang seperti apa.mengingat dikejadian kemarin dia seolah2 sangat dekat dengan bos nya.
"Woyyy bengong aja lho,gue panggilin juga " seru mita seraya merangkul pundak Kirana
"Bikin kaget aja lho mit," Rana hanya bisa mengelus dada sambil terus melangkah menuju lift yang terlihat sudah ramai dengan karyawan yang antri sambil berbincang disana
Namun seketika keriuhan itu hilang seketika disaat Atasan mereka datang,Bian baru saja datang dan berjalan melewati kerumunan karyawanya
"Pagi pak..." sapa beberapa karyawan serempak,namun hanya dibalas anggukan oleh bian
"Eh na ,tuh duda makin keren aja ya " bisik Mita pada Rana yang sengaja antri dibelakang agar tak terlihat bos nya itu
"ssttt... jangan mulai deh mit,masih pagi ini !!" balas kirana
"Dih emang dia makin ganteng kan,lho mah bukanya bersyukur pagi pagi dapat asupan vitamin mata eeh lho malah milih ngumpet disini " cerocos mita sedikit nyaring ,tanpa disadari Arbian sedang menatap kearah mereka berdua
"Ekhm...." dehem Arbian " Kalin berdua ayo ikut naik ke lift saya,karna saya rasa pekerjaan kalian kurang sibuk sampai2 bisa bergosip di pagi pagi begini "tunjuk Bian pada mita dan Kirana
__ADS_1
" Lho sih mit berisik mulu,kena kan kita "gerutu Kirana sambil berjalan menunduk menghampiri Bian
" Anda dari divisi keuangan kan?saya rasa disana cukup sibuk,tapi kenapa anda masih berkeliaran disini sedangkan jam mulai bekerja sebentar lagi "Tegas Bian sambil berkacak pinggang
" Maaf pak,baik saya akan segera mulai pekerjaan saya " seru mita buru2 masuk ke pintu lift yang sudah terbuka dan diikuti oleh masuknya para karyawan sedangkan Kirana masih bingung ,mau menyusul Mita atau bertahan dan satu lift dengan bos nya itu
"Dam..." panggil Bian pada Adam yang selalu setia berdiri disampingnya
"Iya pak " jawab adam selalu sigap
"Tolong beri tahu sekertaris saya ,kalau mulai besok suruh dia datang lebih awal " tiba2 saja ucapan Bian membuat Kirana mendelik kesal
"Baik pak ,nanti saya sampaikan " jawab Adam
Lalu mereka bertiga masuk lift yang sama dan setelah sampai dilantai 7,kirana buru2 merapikan meja Arbian ,membuatkan minuman dan menyiapka berkas yang dibutuhkan arbian
"Hari ini ada jadwal meting dengan pak irawan pak perwakilan dari PT Yamato " jelas Kirana sambil menatap tabletnya
"Lalu setelah itu,Anda akan menghadiri ulangtahun perusahaan Indotech ... jam 7malam nanti "
__ADS_1
"Dam ... beritahu dia ,nanti pulang lebih awal dan bersiap untuk ikut dengan saya ke acara ulangtahun Indotech " Bian masih saja enggan berbicara langsung dengan Kirana dan memilih adam sebagai perantara
"Baik pak"
karena merasa serba salah diperlakukan seperti itu,akhirnya Kirana pamit undur diri.
Arbian POV
Sejak kejadian waktu itu,aku pikir Kirana dan aku bisa dekat sebagai teman atau bahkan lebih ...namun aku lupa ,kalau ada Angga yang mungkin saja punya hubungan spesial dengan kirana.seperti hari ini ,aku melihat dia baru saja turun dari motor sport milik Angga sambil tersenyum bahagia entah apa yang bisa membuat dia tersenyum sebahagia itu namun kenapa ada rasa tidak rela saat dia terseny sedangkan dihadapanya adalah laki laki lain.belum selesai kekesalanku ,saar sampai di lobby aku melihat dia diantrian lift karyawan .aku berharap dia akan memberikan senyum terbaiknya seperti saat bersama angga ...nyatanya dia malah menghindar dan berdiri di antrian paling belakang.
"Dam _ "
"apa aku berlebihan ????" tanya bian pada adam sedangkan sih terus menatap kearah pintu yang baru saja dilalui Kirana
" Saya Rasa saat ini anda terlihat seperti seorang kekasih yang sedang merajuk pak "Seloroh Adam namun dengan tampang datarnya
" Gila kau " sentak Bian sambilaelengos mengalihkan pandangan pada komputernya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1