CEO Dudaku

CEO Dudaku
Makan siang


__ADS_3

Semenjak kedatangan anak bosnya itu ,Kirana harus bekerja ekstra .karna anak bosnya itu banyak sekali maunya


"Tante...aku mau minum susu " Rengek amora pada Kirana sedangakn pengasuhnya sudah pergi beberapa waktu lalu setelah mendapat izin dari Arbian


"Ok sayang,sebentar ya kakak selesain dulu kerjaan kakak " jawab Kirana lembut padahal dalam hati ia sudah sangat kesal karna anak bosnya itu mengacak acak meja kerja Kirana


"Aku mau ke ruangan Papi aja. .." Amora merajuk dan berlari keruangan Arbian


"Eehh...tunggu tunggu" Kirana lekas mengejar Amora yang keburu masuk ruangan papihnya


"Maaf pak ,non Amora mau minum susu belum saya buatkan tadi saya masih membereskan pekerjaan saya dan saya juga bingung dengan takaran susu untuk amora .soalnya tadi bi tuti tidak ngasih tahu saya pak" jelas Kirana yang merasa tidak enak dengan atasanya itu


" Sudah tidak apa-apa,Sekarang pesankan makanan untuk makan siang .kamu tidak keberatan kan makan siang dengan kami?" tanya Arbian sambil menggendong Amora dipangkuanya


"Ba..baik pak akan saya pesankan"

__ADS_1


"Amora pesankan chiken wings sama milkshake saja " jelas Arbian


Setelah makanan datang,mereka bertiga makan di ruangan Arbian dan amora duduk disebelah Kirana yang dengan telaten menyuapi Amora sedangkan Arbian makan sambil sedikit mencuri pandang kearah Kiranan dan Amora yang terlihat heran dengan interaksi anak dan sekertarisnya itu.


"Papi...aku suka sama tante Rana!" oceh amora" Tante rana baik,ajak main amora terus"


"Iya sayang ,tapi Amora jangan ganggu tante Rana kalau tante Rana kerja ya "


"Ok papi"


("Emang mami nya kemana?sampe anak harus dibawa kekantor segala" ingin rasanya Rana bertanya seperti itu tapi semuanya hanya ada di kepala rana saja)


"Ahh iya pak tidak masalah kok"


"Ayo sayang habiskan makanya ,Nanti biar Amora cepet gede " bujuk Kirana sambil menyuapkan nasi ke mulut Amora

__ADS_1


"Tante ,mau tidak tante ikut aku kerumah.Oma sakit aku cuma main sama bi tuti papi sibuk kerja " oceh Amora "mami sudah punya teman baru ,jadi tidak bisa temenin aku main dan sekolah "


" Amora...tidak boleh bicara seperti itu sayangg"tukas Arbian seolah tidak ingin Kirana tahu tentang permasalahan rumahtangganya


"Maaf papi "


"Amora ,ikut kakak keluar yu..." ucap Kirana mengalihkan perhatian Amora yang akan menangis setelah diperingatkan papinya itu dan hanya mendapat anggukan dari Amora


"Permisi pak saya bawa Amora keruangan saya" pamit Kirana sambil menggendong Amora dan hanya mendapat anggukan dari Arbian


Setelah kepergian Kirana dan Amora ,Arbian masih menatap kearah pintu yang tertuju keruangan Kirana.Dia merasa heran dengan Amora yang baru pertama bertemu langsung dekat dengan kirana padahal dengan sekertaris yang sebelumya ia amat sangat judes .


"*Laura...kenapa kamu tega ninggalin aku dan Amora ?kamu yang menuntutku seperti ini ,tapi dengan alasan ini juga kamu meninggalkan aku dan Amora


Lau...apa tidak ada sedikit saja keinginan dihatimu untuk bertemu dengan Amora dia tumbuh begitu cantik dan pintar*"

__ADS_1


Arbian hanya bisa membatin memikirkan rumahtangganya yang kandas setelah dengan susah payah ia berada di posisi ini.posisi dimana dirinya menjadi seorang Ceo perusahaan yang selalu diimpi impikan mantan istrinya dulu.Namun setelah ia mencapainya istrinya malah berselingkuh dengan lawan bisnisnya karna dulu lawan bisnisnya itu lebih kayak dari Arbian


__ADS_2