
Biasanya setiap hari libur Kirana lebih memilih istirahat di apartemenya ,Iya Kirana mempunyai apartemen pemberian sang ayah saat usianya menginjak 18tahun .Sang ayah sendiri memiliki beberapa restoran di beberapa kota dan memilih menetap di bali bersama istrinya dan Kirana memilih ikut sang ibu yang memiliki suami dibandung .namun saat lulus kuliah Kirana lebih memilih bekerja di jakarta dan menempati apartemen pemberian ayahnya.
Saat ini Kirana sedang berada d cafe d apartemenya ,pagi tadi tiba tiba saja Angga menyambanginya dan mengajaknya keluar namun karna malas akhirnya mereka hanya minum kopi di cafe lantai bawah
"Ran ... gue mau ngomong sesuatu sama lho" Angga mulai terlihat serius
"ngomong aja kali ngga ,daritadi juga kan lho udah ngmng terus" kekeh Kirana
"Ran_" Angga menggenggam tangan "Gue suka sama lho,udah lama gue nyimpen perasaan sama lho cuma gue takut ngerusak persahabtan kita "
Kirana sontak kaget dengan pernyataan Angga yang tiba tiba,sebenarnya tidak tiba tiba juga sih cuma Kirana belum siap memberikan jawaban pada Angga
"Lho mau kan Ran jadi pacar gue ... " tanya Angga suaranya terdengar sangat lembut sekali
"Ngga ,kayaknya gue belum ada niat dehh buat pacaran bukan cuma sama lho aja tapi sama cowok lain juga gue lagi gak ada niat buat jalin hubungan " tolak Kirana halus sambil menepis genggaman tangan Angga
"Kayaknya kita lebih asik jadi sahabat aja gitu,"
Angga menarik nafas dalam dan menghembuskanya lalu dia menatap wajah kirana
"its ok Ran ,gue ngerti kok dan gue harap semoga kedepanya persahabatan kita gak renggang ya gara gara pernyataan bodoh gue ini"
" lho gak boleh ngomong gitu ngga...kita tetep sahabatan kok dan siapa tahu kedepanya kita jodoh" ucap Kirana menghibur Angga
"Udah ahh...hari libur nih,jalan aja yu ngga "
"Tadi aja gue ajak gak mau,Abis nolak gue langsung lho ajak gue jalan jalan .keliatan banget kalo lho mau hibur gue " dengus Angga sambil tersenyum kecut
"Hehehe____" Kirana hanya bisa cengengesan mengahdapi kecanggungan diantara Angga dan dirinya
__ADS_1
Dan disinilah mereka ,di sebuah mall mereka menghabiskan waktu liburnya .saat mereka berkeliling disekitaran mall tiba tiba saja ada yang memanggil Kirana
"Tante Rana .... " teriak gadis kecil sambil berlari kearahnya
"Siapa ran ,kok lho dipanggil tante?sejak kapan lho kawin sama om nya!" Tanya Angga heran
"Ssstt gak usah berisik ,tar lho liat aja siapa om om nya" jawab Kirana sambil menatap kearah anak kecil itu
Dan akhirnya Amora ,bi tuti dan Arbian berada dihadapan Angga
" Selamat siang pak" sapa Angga pada bian sedikit canggung
"Siang.." jawab Arbian datar
"Tante Rana ,sama siapa? ini pacar tante Rana ya ?" cerocos Amora sambil menggoyang goyang tangan Rana
"Hah_emph Amora sedang apa disini" Kirana mencoba mengalihkan pertanyaan Amora
"tante Rana mau kemana?"
"kak Rana sama kak Angga cuma jalan jalan aja kok,"
"Mora boleh ikut tidak?" rengek Amora
"Minta izinya sama papi ya mora ,kalau kata papi boleh berati mora boleh ikut sama kak Angga sama kak Rana"
" Papi ?" Amora menatap kearah Arbian
" Asal tidak nakal dan merepotkan"jawab arbian datar
"Hooreeeee"
__ADS_1
"Ok kalau gitu kita ke timezone ,ok "ajak Kirana menarik tangan Angga " Permisi pak"
"Permisi pak,saya pamit dulu ..." pamit Angga kaku
Akhirnya Kirana dan Angga bermain dengan Amora ,jika dilihat selintas mereka seperti keluarga muda yang memiliki 1 orang anak sedangkan Arbian hanya mengamati bersama bi tuti direstoran cepat saji yang terletak disebrang timezone
Setelah satu jam mereka asik bermain,akhirnya Angga pamit duluan karna Amora tidak mau berpisah dengan Kirana .Amora terus menempel pada Kirana bahkan saat mereka makan pun Amora minta sepiring berdua dengan Kirana.
Saat diperjalanan pulang ,Amora tertidur dan mau tidak mau Kirana mengantarkan dulu Amora dan bi tuti pulang baru setelah itu ia pulang diantar Arbian
Selama perjalanan tidak ada yang memulai pembicaraan sampai pada akhirnya Arbian uang memulai
"Rana ... " panggil Bian tanpa mengalihkan pandanganya dari balik kemudi
" iya pak ," jawab Kirana sedikit canggung
" Maaf atas kejadian waktu itu,saya tidak bermaksud membentak kamu dan maaf sudah mengganggu kencan kamu "jelas arbian
" Tidak apa pak ,saya hanya ingin menjaga perasaan amora karna saya pernah berada di posisi amora "balas Kirana " Saya pernah menjadi anak broken home ,bingung harus memilih bunda atau ayah saya .saya masih kecil tapi saya dipaksa memahami keadaan keluarga saya yang tidak baik baik saja"
"Saya harap kedepanya bapak bisa menjaga emosi bapak didepan Amora pak,"
" Saya kadang tidak paham dengan apa yang harus saya jalani,sejak usia amora 2tahun saya hanya mengurus amora berdua dengan mama dibantu bi tuti"terdengar helaan nafas dari Arbian " Saat saya lelah ,saya tidak tahu harus mengadu pada siapa jika saya mengadu pada mama sama saja saya hanya menambah beban mama "
Arbian menepikan mobilnya .dan menggeser duduknya menghadap kirana wajahnya tampak sedang menahan sesak matanya terlihat merah seolah menyimpan banyak amarah dan entah dapat keberanian darimana tangan rana mengusap lembut tanga Arbian yang berada dpangkuan arbian
"Sabar ya pak,ini pasti berat buat bapak" Kirana mencoba memberikan kekuatan pada bian " Kalau bapak butuh pendengar ,bapak bisa kok cerita sama saya .insyaallah cerita bapak aman sama saya "
"Maaf yan Ran ,saya jadi membagi beban saya ke kamu" Seolah sudah lebih baik Arbian kembali membenarkan duduknya lalu melajukan lagi mobilnya
semenjak malam itu ,Arbian merasa bebanya sedikit berkurang dan kekosongan dihatinya mulai terisi oleh sosok kirana namun Bian tak mau buru2 menganggap itu perasaan cinta
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...