CEO Dudaku

CEO Dudaku
ketar ketir


__ADS_3

Setelah jam pulang kantor berakhir ,seperti yang telah diintruksikan Adam padanya bahwa malam ini kirana akan menemani Arbian datang ke pesta ,maka Kirana segera pulang dan bersiap dengan baju pesta terbaiknya.



Saat ini dia sedang menunggu di lobby apartemenya sesuai yang dijanjikan Adam bahwa sebentar lagi akan dijemput.Namun siapa sangka kalau yang menjemputnya adalah Bosnya yang gampang marah itu.



Dimata Kirana saat ini ,kadar kegantengan Arbian meningkat 100% saat mengenakan setelan jas nya malam ini,begitu pula dengan Arbian...dimata Arbian ,kirana sangat cantik malam ini.Namun mereka hanya bisa saling memuji dalam diam


"Ekhm....Sudah siap berangkat Rana?" deheman Arbian membuat Rana tersadar dari lamunanya


"Sudah pak,saya pikir yang menjemput saya Mas Adam"ucap Kirana sedikit canggung


" Kenapa ?kamu tidak suka dijemput oleh saya "tukas Bias Nadanya mulai naik satu oktaf


" gak kok pak,,,saya cuma asal bicara .Mari Pak kita berangkat sekarang takut telat nanti tidak enak dengan Rekan rekan bisnis bapak" potong Kirana yang sudah membaca akan ada bibit pertengkaran lagi diantara mereka


Akhirnya mereka pergi ke Acara Pesta rekan bisnis Arbian. Selama perjalanan kesana tak ada satupun yang membuka suara hingga akhirnya mereka tiba digedung Pesta


"Selamat ya pak Haris ,semoga perusahaan Bapak semakin berkembang " Arbian menyalami rekan bisnisnya


" Wah Terimakasih sekali Pak Arbian,saya pikir anda tidak akan menyempatkan datang kesini.Suatu kehormatan bagi saya Anda memenuhi undangan dari saya"Balas Haris basa basi lalu melirik kearah Kirana


"Siapa ini pak Arbian ? Anda sangat pintar memilih pasangan "Seru Haris tersenyum genit


" Anda bisa saja pak" balas Arbian namun sedikit datar,sedangkan Kirana hanya bisa tersenyum kaku menghadapi haris yang terus saja menatapnya


"Maaf pak Haris saya tinggal berkeliling dulu " Pangkas Arbian yang tak suka melihat tatapan haris pada Kirana


"Aahh iya pak Arbian silahkan nikmati pesta nya "


Namun bukanya menikmati Pesta ,Bian malah menarik Kirana keluar dari gedung itu dan menghempaskan tangan Kirana dari genggamanya


"Saya lihat kamu gampang sekali tersenyum pada laki laki,apa segampang itu untuk tebar pesona hah ?" Sentak Arbian tiba tiba


"Maksud anda ???" tanya kirana Sedikit kaget sekaligus bingung dengan apa yang dicapkan Arbian Barusan


"Semua wanita sama saja ,tidak cukup dengan satu pria " Arbian semakin menggebu takaruan


"Saya bukan wanita seperti yang Anda maksud " seru Kirana tiba tiba


Jika Anda menyamakan saya dengan Mantan istri Anda hanya karna saya tersenyum pada pak Haris tadi ,maka anda salah besar .Saya hanya berusaha menghargai rekan bisnis bapak dan saya tidak punya hak untuk bergabung dalam pembicaran bapak karna saya hanya sekertaris bapak " terdengar getaran saat ia berbicara seperti menahan tangis


Terimakasih pak,atas malam yang menyedihkan ini "Kirana berlalu meninggalkan Arbian yang baru saja menyadari kebodohanya


" Kirana ...." panggil Arbian ,namun terlambat Kirana sudah pergi dan Bian hanya bisa mengacak rambutnya prustasi

__ADS_1


"Haaarrkkkkhh"


**


Pagi hari saat sampai diruanganya Arbian langsung menyadari ada yang berbeda,tak ada secangkir kopi dan posisi mejanya masih sama seperti terakhir ia meninggalkan ruanganya .Namun ada yang menarik perhatian Arbian kala melihat Amplop coklat di atas mejanya


"Dam ,kenapa Kirana belum datang ?" tanya Arbian sambil membuka amplop itu tak lama matanya memicing menatap tiap tulisan yang tertera di kertas itu


"Apa apaan ini " Arbian langsung terlihat emosi dari caranya meremas kertas yang ia pegang dan melemparnya dan Adampun segera mengambilnya


"Sepertinya Nona kirana mengundurkan diri pak " adam berkata datar


"Tak usah kau perjelas ,aku sudah tahu " dengus Arbian


Dan tiba tiba ...


" Papi....." Amora berlari kepangkuan Arbian di ikuti oleh mama Hana yang menjatuhkan tubuhnya di sofa


"Kamu kenapa Bian ,wajah kamu kusut begitu " selidik mamah penasaran


"Tidak apa apa mah"


" Papi..papi..aku mau main sama tante Kirana "rengek Amora sambil memainkan dasi Bian


" Gak bisa mora ,tante Kirana sudah tidak bekerja lagi disini " jelas Arbian


" Ya karna memang tante kirana sudah tidak mau kerja disini ..."


"Pasti papi jahat,papi pasti bentak bentak tante ...papi kan hobinya bentak bentak orang "amora mulai menangis dan turun dari pangkuan bian


" kok bisa Kirana mengundurkan diri ?bukanya beberapa hari lalu kalian sempat jalan bersama bian "mama hana tidak tega melihat amora sedih


" hanya kebetulan ma, "


"Mama heran sama kamu ,sampai kapan kamu akan seperti ini ?tidak semua wanita di dunia ini matrealistis seperti Laura ,kalau pandanganmu seperti itu berarti kamu juga menganggap mama dan amora sama karna mama dan amora juga perempuan "


" Ma ...ada amora ,nanti kita bahas dirumah ya" Arbian sudah muak dengan situasi nya saat ini dan sekarang malah mama dan amora juga ikut merecoki


"Mora,,,ayo kita pulang ya sayang ,besok kita ketemu sama tante Rana " ucap mama sambil menuntun Amora keluar


"carikan informasi tentang Kirana secepatnya " titah Arbian pada asistenya itu


"Baik pak "


Jika dikantor Arbian dibuat pusing dengan pengunduran diri dari Kirana ,lain halnya dengan Kirana yang tengah Asik merawat diri seolah berhenti dari pekerjaan bukan hal yang menyedihkan


__ADS_1


Kirana hanya menghabiskan waktunya untuk tidur ,makan ,merawat diri dan mendengarkan musik sekian detik berikutnya terdengar notifikasi dari smaetphone nya


,08123*******


Ini saya


^^^Kirana:^^^


^^^????^^^


08123******


bisa kita bertemu sekarang ?


^^^kirana:^^^


^^^Saya tidak pernah bertemu dengan orang yang tidak jelas^^^


08123*****


Apa atasanmu orang yang tidak jelas Rana?


Deg_


Tiba tiba rana melihat profil sang pengirim pesan dan terlihat foto Amora disana


Fffff



Belum sempat Rana membalas pesan itu ,tiba tiba saja ponsel Rana berubah menjadi panggilan masuk dari no tadi


"*Hallo...."


"Saya ada dilobby apartemenmu ,bisa kita bertemu ?" ucap orang diseberang telepon


"Maksud bapak ?" tanya Kirana heran


"Saya berada di lobby apartemenmu Kirana Larasati,saya tunggu kamu sekarang.kalau kamu tidak cepat turun maka saya yang akan naik kesana !!!" Arbian mempertegas ucapanya*


"Ba..baik pak,saya turun.sebentar saya ganti baju dulu "


Kiranapun Akhirnya bersiap siap turun ke lobby untuk menemui bos nya yang Kirana pikir kelakuanya diluar kebiasaan manusia biasa


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halloooooo......kakak kakak,

__ADS_1


aku datang lagi maafkan karya ku jika kurang memuaskan .aku hanya seorang penghalu yang hobby rebahan belum kemampuan menulis seperti kakak kakak yang lain


__ADS_2