CEO Dudaku

CEO Dudaku
kiss


__ADS_3

Pagi ini kirana memutuskan kembali bekerja dan berusaha melupakan kejadin kemarin.Berhubung iqbal akan kemabli kebandung jadi sekalian ia diantar oleh kakaknya itu. Rasanya malas sekali untuk memulai aktivitas,karena kepalanya masih memikirkan ucapan laura tentang dirinya yang hanya menjadi pelarianya saja


"Woyyy bengong aja lo ," seru Mita yang baru masuk lobby disusul angga dan dito


"Ada cerita apalagi nih sampe tuh duda nyarii. lo keruangan kita " sarkas dito


"Emang dia dateng ke divisi keuangan ?" tanya kirana sedikit kaget dan mendapat anggukan dari mita dan dito


" Yoi ...kenapa sih ran ?"dito masih penasaran


"Biasalah masalah rumah tangga,males gue nyeritainya " jawab mita sambil cengengesan


"Lo sih malah milih tuh duda dibanding gue ,coba kalo waktu itu lo pilih gue...udah dapet yg setia ,belum punya buntut dan dijamin masih perjaka segel pabrik " ucap Angga membanggakan diri


"Dih ... segitunya banget ngebanggain diri " balas mita


ketika empat orang itu ngbrol sambil menunggu lift dibuka ,tiba tiba beberapa karyawan menunduk hormat karna Arbian dan Adam baru saja datang


Dan disaat bersamaan ,Arbian saling tatap dengan kirana hingga akhirnya kirana membuang muka lebih dulu.


Arbian terlihat kusut ,kantung matapun terlihat dimatanya .setelah lift terbuka akhirnya mereka masuk dan kirana lebih memilih berdiri paling belakang


**


berhubung hari ini Kirana datang agak siang jadi dia terlihat sangat sibuk pagi ini mulai dari membuat kopi,menjelaskan jadwal Arbian dan lainya .


"maaf pak saya datang agak terlambat.hari ini jadwal bapak adalah bertemu klien dari surabaya di cacao green cafe ,setelah itu bapak ada meeting dengan kepala divisi dan yang terakhir bapak hanya menandatangani laporan bulanan saja " jelas Kirana yang terus menatap tablet yang ia pegang


"Dam ,kau saja yang menemui pak subagio di cafe .pertemuanya hanya masalah perpanjang kontrak saja ." Titah Arbian dengan Datar


"Baik pak " jawab Adam "Kalau begitu saya akan bersiap sekarang permisi "


Kirana mulai tegang,karena kini hanya ia dan Arbian berdua saja


"Tolong jadwalkan ulang rapat saya ke besok " Arbian kembali buka suara


"Baik pak " jawab Kirana sambil mengotak atik tablet yang ia pegang

__ADS_1


Tiba tiba " apa ada yang ingin kamu katakan ?"tanya Arbian sedikit lembut


"Hah ... gimana pak ?"kirana sedikit gugup


" Kemana kamu kemarin ?"


"Sa,,saya pulang kebandung ,kerumah bunda saya " jawab kirana lirih


"Apa harus selalu seperti ini ?setiap ada masalah kamu menyelesaikanya dengan cara melarikan diri "


Kirana menghembuskan napas kasar


" Maaf saya salah ,tidak bekerja secara profesional "


"Kita sedang membahas masalah kita rana,bukan membahas soal pekerjaan " arbian akhirnya bangun dari duduknya dan berjalan kearah rana ,namun rana malah semakin mundur


"Aku ingin kamu lebih dewasa dalam menyikapi masalah kemarin .tidak semua masalah bisa dihindari "


Ucapan Arbian membuat kejadian kemarin terngiang kembali di benak rana ,sekuat tenaga rana menahan agar air mata nya tidak keluar namun semuanya runtuh saat tangan arbian menyentuh kedua Bahu Kirana dan mengusapnya dengan lembut.


Kirana menatap Arbian dengan mata berkaca kaca


"Ssstttt....aku minta maaf Rana,atas perlakuan Laura .dia adalah orang yang penuh ambisi ,maka dari itu jika dia bisa dia ingin menggenggam dunia untuk ia miliki "


"Dia adalah orang yang bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia mau "


Rana mengusap air matanya dan menepis tangan Arbian yang masih setia bertengger dipundaknya


" kok malah curhat sih pak,susah banget move on ya "mata kirana mendelik " Kenapa gak balikan aja "


Arbian hanya tersenyum melihat tingkah kirana


"Malah senyum gak jelas lagi,"


"Saya suka kamu cemburu begini " ucap Arbian mengusap lembut pipi kirana


"Dih siapa yang cemburu " kirana bersemu merah,karena tak tahan berlama lama disana akhirnya kirana memilih keluar .belum sampai pintu Arbian sudah menarik tanganya hingga membuat kirana bebalik dan menabrak dada bidangnya

__ADS_1


"Aku masih kangen " Arbian memeluk kirana sambil membelai rambutnya


"Seharian kemarin aku sibuk nyari kamu,aku baru lega setelah melihatmu pulang ke apartemenmu "ucapan arbian membuat kirana mendongak dan menatap arbian seolah bertanya lewat sorot


" semalam aku lihat kamu pulang ke apartemen dengan laki laki ,aku tidak berani menyimpulkan siapa dia dan aku juga tidak mungkin bertanya padamu takut kamu tersinggung dan kabur lagi


cukup melihat kamu baik baik aja aku udah lega"


"Kenapa ?" tanya kirana masih setia menatap arbian


"karena bagiku ,jika dia menganggapku pasanganya dia akan terbuka dalam hal apapun tanpa harus diminta dan dia akan percaya semua tentangku jika ia tak melihat sebuah kesalahan itu dengan mata kepalanya"


kirana seolah terhipnotis dengan ucapan Arbian,hingga tak menyadari wajah arbian semakin mengikis jarak mereka dan


Cup...bibir arbian menyentuh bibir kirana


"jangan melamun , nanti ada setan lewat "


ucapan arbian membuat kirana tersadar dari keterkejutanya dan ia. lebih memilih bergegas keluar dan Arbian hanya terkekeh melihat kelakuan kirana


**


"Ran ,perasaan dari pagi gue lebih banyak lihat lo bengong deh " seru mita sambil menyuapkan kuah soto ke makananya


"Gue lagi galau nih mit,menurut lo gue cocok gak ya sama pak bian ?"


"Cocok aja sih ,lo cantik dia ganteng trus lo bakal dapat bonus juga lagi " kekeh mita


"yeh malah becanda nih anak"


"Lah bener kan kalau lo jadi kawin sama pak bian ,lo bakal dapet bonus amora .lagian lo juga dari keluarga berada kok apalagi sih yang kurang gak bakalan ada tuh drama drama gak direstuin sama ortu gara gara harta kayak di sinetron ikan terbang " Mita semakin berbicara kemana mana


" lo kan tahu ayah gue kayak gimana ,kemarin aja bunda sewot banget tahu gue deket sama duda "


"ya lo nya aja ,cerita ke bunda pas lo lagi dapet masalahnya aja ... coba ceritanya kalo pas lagi senengnya pasti gue rasa bunda juga setuju kok


gue rasa lo tuh harus lebih deket sama pak bian,dia tuh orangnya suamiable banget tahu apalagi buat cewek labil kayak lo gue yakin dia bisa ngemong dehh "

__ADS_1


"Dah ah ,ngobrol sama lo malah makin ngaco kemana mana "


Hari ini terasa campur aduk bagi rana ,dan hingga saat ini rana masih bingung dengan perasaanya pada bian .entah benar benar cinta apa karna amora atau bahkan karna dia sering bersama bian jadi timbul rasa nyaman dekat dengan bian.


__ADS_2