CEO Dudaku

CEO Dudaku
kemarahan Arbian


__ADS_3

Setelah selesai makan siang Kirana kembali keruanganya namun tak nampak tanda tanda bos nya sudah kembali keruanganya .baru saja Kirana menyalakan komputernya tiba tiba suara gaduh terdengar menuju kearahnya


"Kan sudah saya bilang jangan pernah bawa Amora menemui mami nya " bentak Arbian pada mbak tuti yang mengekori arbian dibelakang sambil tertunduk


"Maaf den,tapi saya tadi telpon dulu sama nyonya dan nyonya mengijinkan"jawab Mbak tuti gemetar


" Pokoknya saya tidak mau tahu ,jangan pernah biarkan Amora bertemu dengan Laura tanpa izin dari saya"tegas Arbian dan saat Arbian tepat berada dihadapn meja Kirana ,Amora terisak sambil memanggil Kirana


"Ta,,ta,,tante ,Mora mau sama tante " isak amora sambil merentangkan tangan namun lekas ditahan oleh Bian


"Kirana ,kosongkan jadwal saya beberapa jam kedepan " seru arbian tanpa menolehke Kirana


" Baik pak"jawab kirana sopan


Karena kasihan dengan Amora dan mbak tuti yang terlihat tertekan,Kirana berinisiatif membuatkan minuman untuk mereka dan membawakan cemilan yang tadi dia beli d cafe


tok..tok...


"Permisi..." Kirana masuk dengan membawa nampan dan menghampiri amora yang ada dalam pangkuan bi tuti sambil terisak sedangkan sang bos duduk dikursi kebesaranya terlihat sedang memijat pelipisnya


"Bi tuti ini saya bawakan minuman," tawar Kirana dibalas anggukan oleh bi tuti


"Amora sini biar kak Rana gendong ,kasian kan bi tuti pegel gendong kamu terus" Kirana mengambil alih Amora dari gendongan tuti

__ADS_1


"Amora mau donat ? donat nya manis lo ...kayak amora kalau lagi gak cengeng" bujuk Kirana dan amorapun tersipu malu karna digoda kirana


"Kenapa nangis ?"


tiba tiba Amora melirik ke arah papinya ,


"Papi jahat ... tarik tarik amora " adu Amora mulai terisak lagi


"Papi tidak akan jahat kalau kamu gak bandel," bentak Arbian dan Kirana pun sedikit terlonjak ,


"Amora kita main diruangan kak Rana yu..." Amora pun mengangguk,namun baru saja ia akan melangkah tiba tiba suara bian kembali menggelegar


" Siapa suruh kamu bawa Amora keluar "


"Maaf pak ,tapi saya Rasa jika Amora tetap disini tidak akan baik karna hanya akan menjadi pelampiasan emosi bapak"Kirana menatap Arbian dengan sengit


"Saya memang tidak tahu apa apa tentang bapak dan keluarga ,tapi saya tahu apa yang amora rasakan karna saya pernah merasakanya " jawab Kirana dengab tegas


Hening seketika ,Arbian dibuat bungkam oleh pernyataan Kirana barusan dan Amora semakin mengeratkan pelukan pada Kirana dan bi tuti hanya bisa melongo melihat apa yang terjadi dihadapanya .


"Bapak boleh bermasalah dengan mantan istri bapak tapi jangan libatkan amora pada situasi yang sulit,karena amora sendiri tidak mau berada di situasi sulit seperti ini" Kirana terbawa emosi ,dia merasa dejavu dengan keadaan Amora saat ini


ditengah tengah ketegangan yang terjadi diruangan Arbian ,tiba tiba mama Hana datang bersama adam asisten pribadi Arbian

__ADS_1


"Amora sayang..." seru mama hana sambil menggendong amora namun amora menolak dan kirana menganggukan kepala seolah memberitahu mama hana agar Amora tetap bersamanya


"Boleh saya bawa Amora keluar nyonya ?" izin Kirana pada Mama hana


lalu mendapat anggukana


" bi tuti mari ikut saya " ajak Kirana sambil keluar ,diikuti oleh bi tuti


"Bian ,kenapa sih harus selalu kayak gini" tanya mama pada bian " Tadi laura minta izin mama untuk jemput Amora disekolah dan mau ajak dia jalan jalan ,mama pikir apa salahnya kan ada bi tuti yang ikut mengawasi"


"Ma ,mama tahu kan kelakuan Laura...dia sibuk belanja dan bi tuti hanya jadi asisten dia buat bawain barang belanjaan dia.lalu amora berkeliaran sendiri di mall dan hampir jatuh di eskalator" Arbian terlihat begitu emosi " kalau saja Bian tadi gak ada janji temu sama klien di restoran d mall itu ,bian gak tahu Amora masih bisa ada disini atau sedang dirumah sakit"


"Astagfirullah....maafin mama bian,mama pikir laura sdah berubah " wajah mama hana berubah sendu merasa bersalah


"Mulai sekarang bian yang akan antar jemput Amora disekolah ,sesibuk apapun bian" Tegas bian


"Lebih baik mama dan Amora pulang,hari ini bian ada meeting sampai sore dan masih banyak pekerjaan yang harus bisan selesaikan"


" Iya nak,mama akan bawa amora pulang.mama pulang dulu ya " mama hana mengusap tangan arbian lalu arbian pun mengecup punggung tangan sang mama


"Asalamualaikum bian"


"Waalikumsalam "

__ADS_1


Bian lelah ,dengan keadaanya .Melihat tingkah Mantan istrinya yang selalu melalaikan Amora ...bian tidak masalah jika dia yang tersakiti ,tapi kalau amora yang tersakiti bahkan oleh ibunya sendiri dia tidak akan pernah terima.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2