
"Dingin..,"
astaga..betapa bodohnya erin, ia lupa memberikan selimut pada suaminya,ia terus menyalahkan dirinya.
jadi suara suara ternyata vino,hu..ia sangat ketakukan sampai mau buang air kecil.
"bodoh,bodoh,bodoh,"batin erin merutuki dirinya sendiri.
tanpa aba aba ia langsung membuka lemari,dan benar saja di sana sudah disediakan banyak selimut,ia pun langsung mengambilnya lalu menyelimuti suaminya.
"dingin..,"
"maafkan aku,aku terlalu keterlaluan padamu,"entah kenapa erin menjadi iba kepada vino,seperti telah melupakan niat jahatnya pada vino.
wanita itu pun mengusap lembut kepala pria itu,lalu ia tersenyum sementara vino masih setia pada tidurnya.
dengan sangat hati hati ia melangkah menuju kamar mandi.setelah melakukan sesuatu,erin pun mematikan lampu nakas lalu melanjutkan tidurnya yg sempat tertunda.
~
Erin menatap sebuah lingkaran di dinding yang menunjukkan pukul 04.45
ia pun segera melakukan rutinitasnya setiap pagi dan kemudian menghadap ke yang maha kuasa.setelah rapi,ia pun menuruni anak tangga menuju ke dapur.
masih pagi sekali,jadi ia memutuskan untuk membuat sarapan bersama bik sri,pelayan keluarga SANJAYA.
"pagi bik,"sapa erin pada bik sri.
"pagi juga non,"sapa balik bik sri.
"bik sri mau buat sarapan ya,"tanya erin sopan pada bik sri.
"iya non,"tersenyum lebar pada erin.
"biar aku bantu bik,"seru erin.
"gak usah non,buar bibik aja,"bik sri tidak membiarkan erin memasak.
"ah gk pa-pa bik,aku udah terbiasa kok masak di rumah,jadi bibik tenang aja,"memulai mengiris bawang.
"non erin sudah cantik,bisa masak lagi,tuan vino pasti sangat beruntung mempunyai istri seperti non erin,"puji bik sri.
"ah bibi bisa aja,"ucap erin tersenyum pada bik sri.
"cobain deh bik masakan aku,pasti enak,"menyodorkan sesendok nasi goreng yg ia buat.
mengunyah makanannya"wah..rasanya betul betul enak,pasti tuan vino sangat suka,"puji bik sri lagi.
"hehe iya bik,"erin terkekeh.
"wah...lagi pada ngapain nih,"wanita paruh baya melangkah ke arah erin dan bik sri tak lain adalah,mama silvi.
"eh mama..,lagi buat sarapan ma,"ucap erin tersenyum ramah pada mertuanya.
"ini kamu yg masak sayang,"tanya silvi menunjuk ke arah nasi goreng yg menyengat hidung.
__ADS_1
"iya mah,erin tadi gk tau mau ngapain jadi aku bantuin bik sri deh buat sarapan,"menggaruk kepalanya yg tidak gatal.
"kamu memang menantu idaman,udah cantik pintar masak pula,"puji mama silvi membuat erin jadi salah tingkah.
"oh iya..vino mana sayang,"tanya silvi.
"itu ma,vino masih tidur,"ucapnya sedikit gugup.
"yaudah kamu bangunin gih,biar mama yg bantuin bik sri buat sarapan,"mengusap kepala menantunya.
"iya ma,"melenggang meninggalkan keduanya.
~
"woi..kebo bangun....,"mengguncang tubuh vino.
namun tidak ada respon sama sekali.
"vin..bangun...cepetan mandi di suruh mama,"lagi lagi erin mengguncang tubuh vino dengan sangat keras.
tiba tiba ide konyol muncul didalam pikiran erin,aha...pasti caranya ini akan berhasil.
"kalo kamu gk bangun aku cium nih,"erin terkekeh sendiri.
sontak mata yang tadi terpejam kini terbuka lebar.vino dengan cepat meraih handuk lalu menuju kamar mandi.
"rasain noh,emang enak...,"erin tertawa puas.
~
"pagi ma,pa,"menyalami kedua mertuanya.
"pagi sayang,"sahut mama silvi.
"pagi nak,"tambah papa vano.
"vino mana sayang,"tanya silvi mengolesi selai lada roti.
"sebentar lagi turun kok mah,"duduk di kursi.
"seketika pria yg bicarakan pun datang memakai seragam SMA lengkap.
"ayo sayang duduk,kita sarapan,"ajak mama silvi.
vino pun duduk di dekat istrinya.
tampaknya menggiurkan,vinonmengambil sesendok besar nasi goreng yang ada di hadapannya,pagi ini ia rasanya mau makan nasi goreng.
ia pun memasukkan sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya,wow...rasanya sungguh sangat enak,lebih enak dari buatan bik sri.
"enak kan nasi gorengnya,itu istri kamu lo yg buat,"ucap silvi.
uhukk..uhukkk...
"hati hati dong kalau makan,"mengambilkan air untuk vino,lalu menepuk nepuk punggung suaminya.
__ADS_1
vino sontak kaget ternyata nasi goreng lezat itu buatan istrinya,ia tak menyangka kalau erin ternyata bisa memasak.
"biasa aja kok ma,"ucap vino dengan santainya walau ia sangat ingin menyantap nasih goreng itu.
setelah cukup lama berada di meja makan,vino pun memutuskan untuk berangkat kesekolah menaiki mobil,sedangkan erin sudah memesan ojek online.
"loh..kok naik ojek sayang?"tanya mama silvi.
"emm erin udah terbiasa naik ojek ma,"jawab erin sedikit gugup.
"kamu kan bisa berangkat sama vino,kalian kan juga satu sekolah,"jelas mama silvi.
vino yg mendengar itu langsung memberikan tatapan tajam pada erin.
"ehh..itu mah,pesanan erin udah dateng,erin berangkat ya ma,assalamualaikum..,"menyalami mertuanya.
"waalaikumsalam,hati hati ya nak,"teriak mama silvi.
erin kemudian berlalu meninggalkan pekarangan rumah SANJAYA.
"vino kamu apa apaan sih,dia tu istri kamu,jadi erin itu tanggung jawabmu sekarang,"ucap mama silvi pada putranya.
"iya ma,vino mau berangkat dulu takut terlambat,"menyalami tangan mamanya.
vino masuk ke dalam mobil lalu menyalakan mesin mobilnya.
(DALAM MOBIL )
"kemarin gue kan gk pake selimut,terus siapa yg makein coba..masa si cewek itu,"gumamnya.
pertanyaan terus muncul didalam benaknya,apa mungkin erin ya?masa sih erin?ahh...entahlah ia tak mau memikirkan itu sekarang.
selang 15 menit kemudian,akhirnya ia sampai di tempat tujuan,ia memarkirkan mobilnya,lalu masuk ke dalam kelas.
~
setelah bel berbunyi,sontak semua siswa menghambur keluar meninggalkan kelas hendak mengisi perutnya masing masing.
"rin,kantin yok laper gue,"ajak kaila pada sahabatnya.
"lo aja deh,gue lagi males ke kantin,"tolak erin.
"kenapa,oh..gue tau pasti lo malu kan ketemu sama suami lo,"ucapnya berbisik.
"apaan sih lo kain,ngaco banget deh,"melipat kedua tangannya diatas meja.
"gak usah malu napa,ayo gue laper banget nih...,"menarik tangan erin.
"iya iya sabar napa,"
"lo yang bayar ya,duit gue udah menipis nih,"bujuk kaila.
"iya iya bawel,"melenggang meninggalkan kelas.
next jangan lupa like,coment,dan vote yaπππ
__ADS_1