
Mereka memulai harinya dengan menyantap
makanan.Sesekali mereka bercanda hingga tertawa.Vino sampai tidak bisa jalan akibat makan terlalu banyak.Erin,mama silvi dan papa vano pun menertawakan vino.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Erin terus menahan tawanya di dalam mobil.vino sangat kesal,ia sampai susah berjalan akibat kekenyangan."Sudah puas membuat ku seperti ini,"ucap vino kesal."Sangat puass,"erin tertawa renyah.
Mobil vino terparkir di depan gerbang sekolah.erin membuka mobil lalu melangkah keluar.Kaila dengan lari kencangnya menghampiri erin."Rin...sorry ya yang kemarin,"ucap kaila dengan nafas terengah engah."Hemm,"
"Rin,Lo ke sekolah bareng vino?"tanya kaila.
"Hemm iya,"ucap erin.
"Terus vino nya mana?"tanya kaila lagi.
"Gak tau mungkin udah kekelas duluan,"
"oohh,"
"Yok ke kelas,"ucap erin.
"Ayoo,"
_Di dalam kelas..
"Kai,urusan mendadak apa sih sampe lo gak dateng kemaren?"erin penasaran.
"Bokap gue kemaren kecelakaan,jadi gue gak dateng,"ucap kaila sedih.
"Tapi bokap lo gak papa kan?"tanya erin mengusap pundak sahabatnya itu.
"Hemm iya,"ucap kaila.
"Syukurlah..,"
Pelajaran pertama pun di mulai...
Kring....
Siswa menghambur keluar kelas hendak mengisi perutnya yang kosong,Begitu juga dengan erin dan kaila.mereka duduk di tempat biasa.Di kantin sudah sangat padat akibat banyak siswa yang telah duduk.
"Lo mau pesen apa rin,"kaila menawarkan.
"Emm..nasi goreng ama teh manis aja deh,"ucap kaila melipat tangannya di atas meja.
__ADS_1
"Oke..tunggu bentar,"ucap kaila menuju mengambil makanan.
Tak lama setelah kaila pergi Vino,Daniel dan angga pun datang menghampiri meja erin.
"Udah pesen makanan?"tanya vino duduk di samping erin.
"Udah,"ucap erin singkat.
Tak lama kemudian Kaila pun datang,ia menaruh pesanannya di atas meja.
Aroma makanan tersebut menyengat masuk kedalam indra penciuman erin.Ia langsung mengangkat kepalanya dan mengambil makanan itu.
"Gak pesen makan?"tanya erin menatap vino.
"Gak,"ucap vino.
"Kenapa?"tanya erin lagi.
"Gak laper,tadi udah makan banyak di rumah,"ucap vino menyandarkan kepalanya di atas meja.
"Heemm,"bibir erin melengkung membentuk senyuman.
"Kenapa?"tanya vino.Erin menggelengkan kepalanya.lalu menyantap nasi gorengnya.
"Kalian gak pesen juga?"tanya erin pada daniel dan angga.Keduanya menggeleng.erin hanya mangut mangut saja.Banyak pasang mata yang memperhatikan mereka termasuk Tasya.
"Sayang... aku cariin ternyata kamu disini,"ucap tasya menggelayuti lengan vino.
Angga dan kaila melototkan matanya.sedangkan daniel hanya menatapnya biasa biasa saja.
"Sya..kita udah putus jadi gak usah ngarep lagi ama gue,"ucap vino penuh penekanan.Erin makin melebarkan matanya.
Ia Meneguk airnya lalu menaruh ke atas meja.ia bangkit lalu melenggang meninggalkan kantin.perasaan kesal,kecewa dan sedih semuanya bercampur aduk.Mata nya berkaca kaca,ia tak suka wanita lain menyentuh suaminya itu.
Vino melepaskan tangan tasya dengan kasar lalu bangkit mengejar erin yang sudah tak terlihat punggungnya.
"Sayang...,"tasya berteriak mencoba mengejar vino namun daniel dan angga segera menangkap nya.
"Hei cewek keriput,udah jelek,ganjen lagi,"ucap kaila.
"Gak usah ikut campur,bukan urusan lo,"ucap tasya.
"Jelas urusan gue, erin sama vino udah cinta satu sama lain jadi lo....Kaila menggantung ucapannya.ia menunjuk ke arah tasya lalu berkata"gak usah ngarep cintanya vino lagi,"ucap kaila penuh penekanan.
"Berani nya lo,"Tasya ingin menarik rambut kaila namun angga dan daniel segera mencekamnya kuat.Kaila tersenyum sinis pada tasya.
__ADS_1
"Lepasin guee...,"tasya mencoba memberontak.
_Di tempat yang lain..
Erin menangis tersedu sedu di dalam kelas.
Dadanya sangat sesak mengingat kejadian tadi,ia sangat benci dengan wanita itu.ia tak suka jika suaminya itu di sentuh oleh wanita lain selain dirinya.
Vino berlari dengan sangat kencang,Ia khawatir pada erin,ia tak ingin erin salah paham.Ia kemudian berlari menuju kelas erin dan tepat erin ada disana.ia melangkah dengan sangat hati hati,erin semakin menundukkan kepalanya.ia memegangi dadanya yang terasa sangat sakit.jadi begini rasanya jika sedang sakit hati.ia terus menyeka air matanya yang berjatuhan di pipi.
Vino duduk di samping erin lalu memeluknya erat,ia menangis di dalam dekapan suaminya itu.Vino mengusap rambutnya.Ia tak suka jika gadisnya itu menangis.
"Hei..jangan menangis,"Vino mengusap punggungnya pelan.Dada vino terasa sangat basah akibat air mata erin.Ia melepaskan pelukannya."Sudah...jangan menangis..aku tidak punya hubungan lagi dengan dia,"vino mencoba menenangkannya.Ia menyeka air mata erin yang berjatuhan."Hei...Jangan GeEr,aku tidak cemburu,"ucap erin terbata bata."Lalu?"tanya vino.Erin menarik nafas dalam dalam lalu mengeluarkannya dengan kasar."Aku hanya tidak suka kamu di sentuh sama cewek lain,"ucap erin.perkataannya membuat vino tertawa kecil.
"Ngapain ketawa,gak lucu,"ucap erin memukul bahu vino berkali kali.
"Itu sama aja cemburu sayang,"Vino memegang pipi erin."Nggak sama tuhh,"ucap erin cemberut.
"Udah jangan cemberut dong sayang..nanti cantiknya ilang,"goda vino yang membuat erin tersipu malu.
"Ihh apaan sih..,"Erin menyembunyikan wajahnya yang memerah.
"Sayang,jangan cemburu lagi,aku sama dia udah gak hubungan,"ucap vino.
Erin mengangguk."Hem iya,"ucap erin tersenyum.
Vino kemudian merengkuh gadis itu ke dalam pelukannya.ia menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya itu.Vino mengusap rambut gadisnya lalu mencium pucuk kepala istrinya itu.Erin mengeratkan pelukannya.ia tak akan membiarkan wanita lain menyentuh suaminya lagi.
~
"Gimana?"tanya pria itu dengan sorot mata yang sangat tajam.
"Udah beres,dia ada di belakang sekolah,"ucap sahabatnya itu.
"Oke,"pria itu berjalan ke arah belakang sekolah.auranya kelihatan sangat mengerikan.
"Sayang,kamu ngapain ngajak aku kesini,"ucap tasya menggelayuti lengan vino namun vino segera mendorongnya dengan kasar.
"Aww..sayang kok kamu gitu sih,"tasya meringis kesakitan.ia jatuh tersungkur di tanah.vino melangkah ke arah tasya.ia memegang dagu wanita itu.
"Kalau kau tak mau menyesal,Jauhi aku,"ucap vino dengan penuh penekanan.
"Tapi sayang... aku masih cinta sama kamu,"ucap tasya dengan mata yang berkaca kaca.
"Aku tidak menyukaimu jadi berhentilah berharap padaku atau..Vino menggantung ucapannya.ia menatap tasya dengan sorot mata yang sangat tajam."Akan kubuat keluarga mu menderita selamanya,"ucap vino dengan sangat tegas.Ia berdiri lalu melangkah meninggalkan tasya.
__ADS_1
"Vinoooooo,"teriak tasya.
"Pokoknya aku gak mau putus sama kamu,"teriak tasya lagi entah itu di dengar oleh vino atau tidak.