Ceo Tampan Jatuh Cinta

Ceo Tampan Jatuh Cinta
Rumah Sakit


__ADS_3

"gue balik duluan,bye..,"erin melenggang pergi meninggalkan vino.


wajahnya kian bertambah merah,kejadian tadi terus menghantui pikirannya,bagaimana mungkin dia menciumku,?apa dia sudah gila,?pertanyaan terus muncul di pikirannya.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


"rin,vino gak pa-pa kan," tanya angga berdiri di ambang pintu bersama daniel.


"astaga...berarti mereka berdua liatin gue sama vino tadi,kok gue gak nyadar sih,"batin erin merutuki dirinya sendiri.


bisa malu tujuh turunan ni erin,auto tercyduk mereka.mau di taroh mana ni muka,apess dah hari ini.


"gak papa kok,lo berdua temenin dia kekelas,"ucap vino tersenyum ramah pada keduanya.


"oke siap,"jawab angga.


erin memasuki kelasnya,banyak pasang mata yang menatapnya,mungkin karna kejadian tadi di kantin,semua siswa pasti sudah mencurigai bahwa mereka sudah menjalin hubungan spesial,termasuk tasya,mantan vino.


ia akan terus melakukan banyak cara agar mendapatkan hati vino lagi.


"heh..cewek jelek,ada hubungan apa lo sama vino?"tanya wanita itu,tak lain adalah tasya.


ia memdorong kuat tubuh erin hingga jatuh tersungkur di lantai.


"awww....,"erin menjerit kesakitan,kepalanya pusing akibat benturan di lantai.


kaila yang melihat kejadian itu pun tak tinggal diam.ia melangkah kemudian mendorong tasya dengan keras hingga tubuhnya jatuh ke lantai.


"awww,"tasya meringis kesakitan


"maksud lo apaan ngedorong sahabat gue,"marah kaila,ia tak akan tinggal diam jika sahabatnya disakiti.


"bilangin tuh sahabat lo ya jelek itu,jangan pernah deketin cowok gue,"ucap tasya yang tersungkur lemas di lantai.


"cowok yang lo maksud siapa?"tanya kaila dengan sorot mata yang sangat tajam.


"vino,dia pacar gue,"ucapnya.


kaila yang mendengar itu tertawa terbahak bahak,ucapan tasya membuat kaila jadi sakit perut. tasya mengernyitkan dahinya,di saat seperti ini dia malah di tertawakan.

__ADS_1


"vino...,muka keriput kaya lo masih ngaku jadi pacar vino,inget sya,sekalipun lo udah pernah jadi pacarnya vino tapi lo udah terdaftar jadi mantannya vino,jadi lo muka keriput jangan lagi ngaku vino sebagai pacar lo karna vino udah dapet cewek yang lebih cantik dari pada lo,camkan itu,"ucap kaila memandangi tasya dengan sorot mata yang mengerikan.


"awww,"lagi lagi erin meringis kesakitan.


"rin lo gak papa,"tanya kaila membangunkan erin.


vino,daniel dan angga yang tak sengaja lewat pun antusias masuk kedalam ruangan tersebut.


betapa terkejutnya vino melihat erin yang tersungkur lemas dilantai akibat dorongan tasya tadi.


vino memangku kepala erin,"Rin kamu kenapa rin?"tanya vino cemas.


"kepala ku pusing vin,"ucap erin seperti mengadu kepada suaminya.


vino membawa erin kedalam pelukannya.


"baby,bantuin aku,"rengek tasya manja tapi tak di perdulikan oleh vino.


"diem lo keriput," ucap kaila.


tanpa menunggu lama vino dengan segera menggendong tubuh mungil erin ke rumah sakit terdekat.panik,khawatir,sedih semuanya bercampur aduk.


~


"gimana om keadaan istriku?"tanya vino cemas.


"dia baik baik saja,hanya saja istrimu harus beristirahat dengan total,"jawab dokter tersebut tak lain adalah dokter arya.


"apa aku boleh masuk?"tanya vino lagi.


"silahkan,"jawab dokter arya.


ia memegang handle pintu lalu perlahan membukanya,ia dapat melihat jelas istrinya yang berbaring lemas di atas ranjang pasien.


ia duduk di samping istrinya,hatinya sesak melihat keadaan istrinya saat ini.


"Sayang...ayo bangun,"menggenggam tangan erin dengan erat.


kaila yang ingin melihat kondisi erin pun berhenti melangkah,ia mengurungkan niatnya,ia melihat vino sedang berada diruangam itu,ia memberikan waktu untuk mereka berdua.

__ADS_1


vino terus menatap mata yang terpejam itu,ia tak akan memaafkan orang yang telah berbuat kejam pada erin


"awas saja kau tasya,akan ku buat kau berlutut pada istriku,"gumam vino geram.


erin menggerakkan jari jari lentiknya,ia mencoba mengumpulkan kesadarannya.


vino tersenyum lega.


"vin..vinoo,"panggil erin dengan nada yang paling rendah.


"iya sayang,kamu gak pa-pa kan?"tanya vino tersenyum lega.


"aku udah gak pa-pa kok,tapi kepala ku masih sedikit sakit,"ucap erin masih dengan nada yang rendah.


"apa ini?dia memanggilku dengan kata sayang,apa aku sedang bermimpi?tidak aku tidak bermimpi,uwaa...dia memanggilku dengan kata sayang?apa itu artinya dia sudah mencintaiku?tidak dia tidak mungkin mencintaiku,tapi dia tadi memanggilku sayang?"erin bersorak gembira di dalam hatinya,ia tak tahu mengapa hatinya begitu senang jika di panggil sayang oleh vino.


"tunggu sebentar,aku akan memanggil dokter,"ucap vino mencium kening erin lalu keluar ruangan.


erin senyum senyum sendiri melihat tingkah manis vino padanya,ia memegang keningnya,ingin sekali ia memeluk suaminya itu.


Vino masuk bersama dokter arya dan kaila.


vino segera berdiri disamping istrinya.


"gimana om,"tanya vino.


"di baik baik saja,seperti yang om bilang tadi istrimu harus banyak beristirahat,"jelas dokter arya.


"syukurlah,"ucap kaila.


"apa istriku sudah bisa pulang om,"tanya vino lagi.


"istrimu sudah bisa pulang,aku akan sering mengecek keadaan istrimu,"


"baik om,"ucap vino.


jangan lupa like,coment dan vote ya..


salam cinta,

__ADS_1


❤😗😗😗😗


__ADS_2