
"Sayang....,"manja vino.
"Tidak....ayo cepat.....ibu sudah menunggu kita,"ucap erin meninggalkan vino.ia tertawa kecil.
"Kau tega sayang...,"teriak vino.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Erin berjalan menyusuri anak tangga di ikuti vino di belakangnya.Ia melihat ke arah meja makan dan di sana sudah ada ibunya yang sudah menyiapkan makanan.Ibu rina menyapa kedua anaknya dengan senyuman.
"Pagi bu,"jawab keduanya.
"Pagi nak,"ucap ibu rina.
"Ibu semua yang nyiapin?"tanya erin.Ibu rina mengangguk."Iya,"ucap ibu rina menata makanan di atas meja.
"Kenapa gak bangunin erin?"tanya erin lagi.
"Ada ada aja kamu rin...ibu gak mau lah ganggu kamu sama suamimu,"ucap ibu rina dan disambut dua jempol oleh vino.
"Hemm...mantap bu,"ucap vino.erin mencubit pinggang suaminya itu dengan sangat keras.
"Awwwwww sakit sayang,"jerit vino.
"Biarinn....weeekkk,"erin menujulurkan lidahnya seakan mengejek.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan erin dan vino pun berpamitan hendak berangkat kesekolah,Mobil mereka meninggalkan area rumahnya.Sepanjang jalan,keduanya terus diam.alunan musik merdu menghiasi suasana hening tersebut.erin mencoba mengikuti ayunan lagu tersebut,sedangkan vino fokus kedepan.sesekali vino menatap kearahnya lalu tersenyum.ia membuka separuh kacanya,membiarkan angin menerpa wajahnya.ia memperhatikan wajahnya di spion.bibirnya melengkung membentuk senyuman.ia menatap setiap gedung yang mereka lewati.Ia kemudian menutup kembali kaca mobilnya,lalu menatap vino yang tengah fokus menyetir.
Tangan vino mengulur lalu menggenggam erat jemari istrinya,satunya lagi menyetir.
ia mengusap lembut punggung tangan gadisnya itu.sesekali ia menciumnya.
"Hei...menyetirlah yang benar,kau mau kita mati menggenaskan,"protes erin.vino terkekeh mendengarnya.
"Tidak akan sayang....,"ucap vino kembali mencium punggung tangan gadisnya.
"Heemm terserah kau saja,contohnya jika kau selamat dan aku yang mati aku akan menghantui mu sepanjang malam,"gumam erin pelan namun masih bisa di dengar oleh vino.lagi lagi vino terkekeh."kau sangat imut sayang,"batinnya.
Selang beberapa menit kemudian akhirnya mobil mereka pun sampai di tempat tujuan,ia memarkirkan mobilnya di depan gerbang sekolah.Erin keluar mobil di susul oleh vino.
"Iih apaan sih vin,lepasin di liatin banyak orang tau,"erin memprotes.
"Emangnya kenapa kalau mereka ngeliat kita,udah sayang gak usah di pikirin,"ucap vino memeluknya erat.erin sangat grogi saat ini.banyak pasang mata yang memperhatikannya.
"Udah....sampe sini aja,"ucap erin.Vino ingin mengantarnya sampai kedalam kelas tapi ia menolaknya,bukan tanpa alasan...cewek cewek pasti akan lengket dengan vino jika sampai di lihat oleh mereka.
"Tapi aku mau nganterin kamu sampe dalem sayang,"ucap vino tak mau kalah.
"Ih gak usah...udah deket juga..,"ucap erin.
"Hemm iya iya sayang,"vino mengalah.
__ADS_1
Erin kemudian melangkah kekelas namun vino segera menarik tangannya.
"Apaan lagi sih vin,"ucap erin jengkel.
Cupp.....satu kecupan mendarat di bibir merah erin.ia membelalakan matanya.jangtungnya berdegup sangat cepat.aigoo...bagaimana ini,apa ada orang yang melihatnya..."pikirnya.
Wajahnya bersemu merah.bagaimana jika ada yang melihatnya..mau taruh di mana tu muka.
"Semangat belajarnya sayang,"vino mengusap kepala vino lalu melenggang meninggalkan erin."Vinoooooooooo,"teriak erin.vino terkekeh mendengarnya.
Awas saja...erin sudah mempersiapkan jurus handalnya.ia akan menjewer telinga vino sampai dia berteriak kesakitan.
_Di kelas lain....
"Woii...bro,"ucap angga menjabat tangan dengan vino.
Kemudian daniel juga melakukan hal yang sama.ia lalu duduk di kursinya.
**Maaf ya readers akhir akhir ini author jarang banget up nya.di karenakan tugas author yang menumpuk.insyaallah author bakal update banyak banyak.Dan sekali lagi thor minta maaf ya readerss..😗semoga kalian mengerti.
Makasih buat kalian yang masih mau menunggu cerita ini.luv luv deh buat kalian.
i lope yu😗😗😗😗
Happy reading😗😗😗**
__ADS_1