
"Enak..?tanya vino
"Heem,"masih menyantap makanannya.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Setelah selesai acara suap menyuap,vino dan erin pun berangkat menuju sekolah.di perjalanan sedikit macet akibat kepadatan pengguna jalan,keduanya diam di dalam mobil,hanya ada suara mesin mobil lah yang mengisi keheningan tersebut.
Selang beberapa menit kemudian,mobil sport itu pun terparkir di gerbang sekolah.
keduanya pun turun dari mobil tersebut.
banyak siswa yang memperhatikan mereka
ada yang merasa cemburu dan ada yang setuju dengan kedua insan tersebut.
"Mereka pacaran,"bisik siswa 1.
"Kayaknya sih iya,"jawab siswa 2.
"Mereka cocok banget,"
"Yaelah gue baper,"
Terdengar begitu banyak ocehan dari siswa.mereka belum puas dengan kejadian tadi,mereka ingin memastikan apakah mereka sedang menjalin hubungan atau tidak.Secara pernikahan keluarga SANJAYA memprivat pernikahan tersebut,terbilang karna usia mereka yang masih muda.jadi,banyak yang tidak mengetahui kalau dua insan tersebut sudah menikah muda.hanya keluarga dan sahabat keduanya lah yang mengetahuinya.
"Mau ku antar?"vino menawarkan.
"Gak usah,"jawab erin.
"Yaudah kamu ke kelas sana,"
"Ini juga mau kelas,"ucap erin.
Erin pun melenggang meninggalkan vino.
Vino semakin gemas melihat tingkah gadisnya itu,ingin sekali dia memeluk tubuh mungil istrinya itu.Ia tersenyum sambil melihat punggung gadisnya yang telah berlalu.
"Secepatnya kau akan jatuh cinta padaku sayang,"gumam vino pelan.
Ia pun melangkah menuju kelasnya.
~
"Tumben lo telat,"ucap pria yang duduk di sampingnya.
Namun pria itu tak menggubris perkataannya.
Ia malah sibuk membayang kan kejadian pagi tadi,dia malah lebih dulu memejamkan matanya,kalau saja bik sri tidak datang mungkin ia tak akan masuk sekolah hari ini.
Ia terus membayangkan bibir merah mudah milik gadisnya itu,sangat seksi.
"Woyy....Erin datang noh,"ucap angga terkekeh.
Vino pun sontak menoleh ke arah yang di tunjukkan angga,namun tak gadisnya di sana.
Vino menatap tajam angga,sorot mata menakutkan itu membuat angga terkekeh.
"Sorry bro,"lagi lagi angga terkekeh.
Kelas Erin...
"Rin.....Wooyy,"Kaila melambaikan tangannya di depan wajah erin.
"Eeeeeerrriiinnnnnn,"teriakan kaila mengundang banyak perhatian.banyak yang memperhatikan mereka.kaila nyengi memamerkan gigi putihnya.
"Apaan sih kai,berisik tau gak,"ucap erin yang masih menutup kupingnya.
"Heheh sorry,soalnya lu sih dari tadi di panggil bengong doang,lagi mikirin apa sih lo,"ucap kaila mengomeli sahabtnya.
Bagaimana tidak melamun,erin membayangkan kejadian tadi,untung aja bik sri ngetuk pintu dulu kalau gak,auto kecidyuk deh mereka.
__ADS_1
aaaaaaaaaa,erin jadi stress membayangkannya.
"ahh tidak...,"
"Bisa gila gue kalau gini terus,"ia semakin frustasi.bagaimana mungkin wanita seperti erin lebih dulu memejamkan matanya.
"Rin...lo denger gue kan,"ucap kaila.
"Heem kenapa sih,"tutur erin.
"Kita ada kerja kelompok,kita ngerjainnya di cafe xx ya?"tanya kaila bersemangat.
"Heemm terserah lo aja deh,"erin menyetujuinya.
~
"Kemana?tanya vino.
Namun gadis itu tak menggubris perkataan vino,ia malah sibuk merapikan rambutnya di depan cermin.
Vino yang tak suka di abaikan itu pun melangkah menuju gadisnya.
Ia menarik lengan gadisnya lalu menatap nya dengan seksama.menikmati setiap lekukan wajah gadisnya itu. menyentuh mulai dari alis,hidung,pipi lalu bibir.
Erin membelalakan matanya"Hei,apa yang kau lakukan,cepat lepaskan aku,"ucap erin mencoba melepaskan diri.
"Kemana kau ingin pergi,"ucap vino.
"Lepaskan aku dulu baru kujelaskan,"jawab erin.
Vino pun melepaskan erin.
"Aku ingin ke kafe,"ucap erin.
"Bertemu dengan siapa?"vino bertanya lagi.
"kaila,"ucap erin singkat.
"Hei..tidak usah aku bisa pergi sendiri,"erin menolaknya.
"Ku antar atau tidak akan pergi sama sekali,"vino mengancamnya.
"Hemm terserah kau saja,"erin akhirnya mengalah,dari pada berdebat dengan orang menyebalkan.
"Huh...menyebalkan kenapa harus ikut segala,"
"P**adahal aku hanya ingin mengerjakan tugas,"
Erin pun menuruni anak tangga dan di ikuti oleh vino.penampilannya sangat sederhana namun memikat mata yang melihatnya.
Ia memakai Baju lengan pendek berwarna putih dan di balut celana panjang berwarna biru.Rambutnya di gerai sehingga penampilannya cantik dan terkesan menarik.
"Heii,mau kemana sayang,"tanya mama silvi.
"Eh itu ma mau ketemu kaila di cafe sekalian ngerjain tugas,"ucap erin jujur.
"Oh..vino ikut,"ucap mama silvi.
"Iya ma,"
"Biarin aja sayang mungkin dia gak mau jauh dari kamu,"mama silvi menggoda menantu nya.
"Aku pamit ya ma,"ucap erin menyalami mertuanya.
Erin melangkah meninggalkan keduanya,degupan jantung nya kian berdebar,'dia gak mau jauh dari kamu'kata apa itu.pikirnya.
"Jaga istrimu dengan baik,"ucap mama silvi.
"Iya ma,"jawab vino.
Mobil mereka pun pergi melewati gerbang SANJAYA.Erin memutar lagu kesukaanya.
__ADS_1
Ia menikmati lagu kesukaannya itu.sedangkan vino fokus dengan menyetirnya .sesekali erin mencoba mengikuti lagu tersebut.vino tersenyum melihatnya.
KRING...
Satu pesan masuk di ponsel milik erin.
kaila
sorry ya gue gak bisa ke cafe,soalnya gue ada urusan mendadak.
Ia tak membalas pesan kaila,ia sangat kesal.
lihat saja,ia akan memberikan pelajaran besok pada kaila.
"Gak jadi puter balik,"ucap erin kesal.
"Ada apa?"tanya vino.
"Kaila nya gak jadi dateng,"ucap erin.
"Okey,"
Vino memutar balik mobilnya,sesekali ia melirik gadisnya itu.sangat gemas,jika gadisnya itu sedang cemberut.
"Vin,"panggil erin.
"Hemm,"
"Aku ingin itu,"menunjuk kearah penjual cilok.
"Okey,"ucapnya.
Entah kenapa ia ingin sekali memakan cilok,mungkin untuk meredakan rasa kesalnya.vino pun segara turun lalu membelinya.
"Berapa mas,"ucap pedagang cilok tersebut.
"Satu aja,"ucapnya.
Erin makin tergiur oleh cilok tersebut,ia memperhatikan suaminya itu,bibirnya melengkung membentuk senyuman.
'dia sangat manis,gumamnya pelan.
setelah membelinya,vino pun kembali masuk kedalam mobil,ia menyerahkan satu kantong berisi cilok tersebut.erin tersenyum melihat makanan tersebut.
"Wahhh...kau sangat baik,terima kasih,"ucap erin menerima makanan tersebut.
"Terima kasihmu tidak berlaku,"ucap vino terkekeh.
"Apa,"erin mengernyitkan dahinya.
"Cium,"Vino menyodorkan pipinya.
"Kau tidak ikhlas memberiku,"ucap erin pura pura cemberut.
"Tidak,aku hanya ingin kamu memciumku,"ucap vino menunjuk pipinya sendiri.
"Kau sungguh keterlaluan,"ucap erin lalu mendekat ke arah vino dan
cupp.
Ia memberikan kecupan hangat pada suaminya itu,sungguh manis.
setelah mengecup pipi vino, erin langsung menjauh lalu memalingkan wajahnya,jantungnya berdebat kencang tak seperti biasanya.wajahnya kian memerah,bagai kepiting rebus.
"apa apaan ini,aku menciumnya?"
Vino tersenyum puas melihat istrinya itu.
vino kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.Erin mulai menyantap makanannya.ia menawarkan nya pada vino."Kau mau?"erin menawarkan.
Vino mengangguk pelan.Ia mengunyah pelan makanan itu,sejujurnya baru pertama kali dia memakan makanan ini.namun jika istrinya yang menyuapinya maka ia tak akan menolak.
__ADS_1
"Apa rasanya enak?"tanya erin.Vino mengangguk sebagai tanggapan.