
__Sementara disana...vino menggendong erin dengan raut wajah yang sangat bersalah,ia tak akan memaafkan dirinya sendiri jika sampai gadisnya terluka.Ia segera membaringkan erin di atas ranjang,lalu memanggil petugas uks.setelah lukanya di obati,petugas itupun keluar.Sedangkan vino langsung duduk di samping erin.
"Sayang..kamu gak papa kan,"ucap vino mengusap pucuk kepala gadisnya.Erin mengangguk."Hmmm aku baik baik aja kok,"erin tersenyum."Sayang aku minta maaf,"ucap vino menunduk meminta maaf pada gadisnya."Untuk?"tanya erin."Udah buat
kamu kayak gini,"ucap vino bersalah.Tangan erin terangkat lalu mengusap rambut vino dengan lembut."Hmm aku maafin deh tapi ada syaratnya,"ucap erin.Vino mendongak."Apa sayang syarat nya,"ujar vino penasaran.
"Aku mau kamu sama kak reyhan jangan berantem lagi,"ucap erin dan langsung di angguki oleh vino."Iya sayang iya aku gak bakal berantem lagi tapi maafin aku ya,"ucap vino lagi.Erin tersenyum,ia mendekatkan dirinya lalu memeluk pria itu."Hmmmm,"ia memeluknya erat.vino tersenyum lalu membalas pelukan itu.
Ceklek...pintu terbuka.ia berjalan ke arah erin dengan membawa makanan di kantong plastik.siapa lagi kalau bukan reyhan.Ia meletakkan kantong itu di atas meja.pelukan mereka terlepas.Vino mengepalkan tangannya.ia benar benar tidak bisa menahan emosinya.Erin yang melihat itu pun langsung menggenggam tangan vino.ia menatap vino seakan berkata'jangan marah lagi'.tatapan itu membuat emosi vino mereda.
Ia membalas genggaman tangan itu.
"Rin..kamu gak papa?"tanya reyhan yang ingin menyentuh luka erin namun vino segera menepisnya.
Vino menatap tajam ke arah reyhan.Ia benar benar sangat cemburu.Ia sudah berjanji untuk tidak bertengkar lagi dengan reyhan.
"Hmm iya gak papa kak,"ucap erin ramah sekali.
__ADS_1
"Syukurlah...,"
"Kamu belum makan kan,ini aku bawain kamu makanan,"ucap reyhan membuka kantong plastik itu.
"Gak usah dia gak laper,"ucap vino datar.Erin menatap ke arahnya.ia memperhatikan wajah vino.ia benar benar sangat cemburu.Erin tersenyum kecil.
"I-iya kak aku gak laper,maaf kak jadi ngerepotin,"ucap erin tidak enak.
"Hmm oke..lekas sembuh gadis kecilku,"ucap reyhan.Vino menatap ke arah reyhan."Apa kau bilang,"vino benar benar tidak tahan lagi,emosinya tingkat dewa saat ini.
Erin segera menggenggam tangan vino lagi mencoba untuk menenangkannya."Rin..aku permisi dulu,"ucap reyhan berlalu meninggalkan mereka berdua.
Vino menatap ke arahnya.ia menatapnya dengan tatapan kosong.ia masih cemburu.
"Hmmmm,"vino tidak membuka mulutnya.
"Kamu marah sama aku,"ucap erin.namun tidak ada balasan."Vin..,"panggil erin dan kali ini dia bersikap sedih.
__ADS_1
"Aku gak suka kamu deket sama dia,aku gak suka kamu ngobrol sama dia.tapi kenapa kamu malah nahan aku terus,aku gak suka kamu tatapan mata sama dia.kamu tau gak,hati aku hancur tau gak liat kalian berdua.ohh.... atau itu memang yang kamu harapkan.pengen berduaan sama dia,"ucap vino dengan nada tinggi.
"Bukan gitu vin__,"Vino memotong ucapan erin."Kalau kamu mau berduaan sama dia oke silahkan,aku gak masalah.mau kalian gimana kek apa kek aku gak peduli.oh yaa...dari dulu kan kalian udah saling jatuh cinta.Yaudah..jadian sana..ini kan kamu inginkan selama ini,"ucap vino dengan nada tinggi.tubuh erin bergetar..ia menunduk ketakutan.Matanya menggenang.ia memang dulu sudah jatuh cinta pada reyhan,namun sekarang ia sudah mau melupakannya.tanpa terasa air matanya menetes.ia tak sanggup menahan genangan itu.dadanya sangat sesak,ini baru pertama kalinya vino membentaknya.
"Dia menangis.....bodoh kamu vino bodoh...,"batin vino merutuki dirinya sendiri.
Dengan cepat vino merengkuh gadis itu kedalam pelukannya.mengusap punggung gadisnya lalu mencium rambutnya.
"Maafin aku sayang,aku ngebentak kamu,aku minta maaf sayang,"ucapan maaf terus terlontak dari mulut vino.Ia lagi lagi membuat kesalahan.ia sudah membentak gadisnya sampai ia menangis."Maaf sayang,"vino meminta maaf.ia merasakan dadanya sangat basah saat ini akibat air mata erin yang terus menetes."Udah...sayang jangan nangis,"vino menenangkannya.setelah erin cukup tenang,vino melepas pelukannya.kedua telapak tangannya memegang pipi erin.ia menatap nya dengan perasaan yang sangat bersalah.ia merapikan rambut gadisnya itu."Maafin aku sayang,"ucap vino dan langsung di gelengi oleh erin."Enggak aku yang minta maaf,seharusnya aku gak deket deket sama kak reyhan,maaf udah bikin kamu marah,aku janji aku gak bakal deket dia lagi,sungguh......,"erin menguncupkan dua telapak tangannya.Vino tersenyum lalu mencium kening gadisnya dengan penuh kasih sayang."Hmm..udah..mata kamu nanti tambah bengkak,"ucap vino.erin tersenyum.
Dengan perasaan malu ia mendekatkan wajahnya lalu..
Cupp..erin mencium bibir vino sekilas.keduanya tersenyum lebar.Erin meletakkan tangannya di pundak vino seakan ia ingin meminta sesuatu.matanya melirik ke arah bibir muda pria nya itu.lirikan mata itu langsung membuat vino tertawa kecil.rupanya gadisnya sudah sedikit agresif sekarang.Ia tersenyum lebar.lalu ia mendekatkan wajahnya.hembusan nafas vino menerpa wajah erin.jantung keduanya berdetak dengan cepat.Erin memejamkan matanya.Vino yang melihatnya pun tersenyum manis.kemudian dengan cepat ia menempelkan bibirnya di bibir erin.Vino memberikan sedikit ******an dan gigit*an di sana.erin mengalungkan tangannya di leher prianya.ia membalas setiap kecupan kecupan yang vino berikan.
Mereka melepaskan ciumannya akibat kehabisan oksigen.keduanya menatap dengan sangat lekat.kali ini hasrat nya sangat menggebu gebu.Kemudian vino menciumnya lagi.vino memegang tengkuk gadisnya itu untuk memperdalam ciuman mereka.erin membuka mulutnya membiarkan vino mengabsen setiap gerakan lidahnya.ia ********* lidahnya di dalam sana.kali ini erin benar benar sangat agresif,ia naik lalu duduk di pangkuan vino.mereka mendalami ciuman mereka.
Sementara di sana kaila yang cemas pun langsung membuka pintu itu.dan betapa terkejutnya ia melihat ciuman panas mereka berdua.matanya benar benar sangat ternodai.
__ADS_1
Dengan cepat ia kembali menutup pintu itu lalu keluar.daniel dan angga menunggu di luar."Kenapa?"tanya daniel."Aahhh mata gue ternodai,gue masuk di saat waktu yang tidak tepat,"ucap kaila menutup matanya.daniel dan angga pun langsung tertawa cekikikan.ia sudah tahu vino,ia tak akan kenal tempat jika hasratnya sudah tidak di tahan lagi.