
"kalo itu emng udah keputusan lo dan keluarga lo,gue pasti ngedukung lo kok,"memwluk erat tubuh erin.
"makasih ya kai,lo emang sahabat gue yg paling baik,"membalas pelukan kaila.
"iya sama sama,mengelus punggung erin.
melepas pelukan erin,"oh iya..calon suami lo ganteng ya..kapan kapan kenalin ke gue yak,"
"tanpa gue kenalin pun lo juga udah tau kali,"memalingkan wajahnya.
"gue udah kenal?,siapa rin,"mengguncang tubuh erin.
"nohh.."menunjuk kearah vino yg tidak terlalu jauh dari mejanya.
"vino...?,"tanya kaila antusias.
"he'em...,"memasukkan makanan kedalam mulutnya.
"what..vino..,"teriak kaila kaget ternyata cowok yg ia idolakan selama ini ternyata mau menikah dengan sahabatnya.
vino yg mendengar teriakan kaila pun langsung memandangi erin dengan sorot mata yg tajam.
"ya ampun kai,lo bisa gk sih kalo ngomong di kecilin dikit napa,"
"****** gue,"batin erin menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"ya gkpp kali kalo vino denger bentar lagi kan lo udah jadi istrinya vino,"bisik rayuan kaila pada sahabatnya.
"dasar lo sahabat laknat,"masih menutupi wajahnya.
__ADS_1
"gk usah malu napa lo rin,ohh lo malu ya di tatap vino kek gitu,"menyentil pundak erin.
"kai,gue balik ke kelas duluan,lo yg bayar,"dengan rasa kesal erin melenggang pergi meninggalkan kantin menuju kelas.
"tapi makanan lo belum abis rin,"teriak kaila pada erin yg sudah tak terlihat punggungnya.
"ya ampun..mubazir tau gk rin,dasar lu rin main kabur aja,"gerutu kaila kesal pada erin karna di tinggal dan yg lebih parahnya yg membayar makanannya adalah kaila.
udah tau kan kaila orangnya gk boros dalam masalah keuangan,tapi yaudah lah...sekali kali..
kaila kemudian membayar makanan yg ia pesan kemudian melenggang pergi meninggalkan kantin.
"vin,napa lo,kesambet ya?,"tanya angga yg sibuk menyedot minumannya.
sedangkan daniel dari tadi hanya fokus lada ponselnya.
~
"waalaikumsalam nak,kamu sudah pulang nak"mengelus rambut anaknya.
"iya bu,"
"yaudah sekarang celetan kamu ganti baju terus makan,vino udah nungguin dari tadi tuh..,"melirik ke arah vino.
"hah..siapa bu, vino...?,"tanya erin kaget mendengar kata ibunya.
"iya tuh vino,"menunjuk kearah vino lalu memberikan senyum pada calon menantunya.
"ni orang pake mobil apa pesawat sih,padahal yg balik duluan kan gue,yaudah lah bodo amat ngapa gue yg ngurusin,"batin erin.
__ADS_1
"oh..,"melihat kearah vino dengan sorotan mata tajam.dibalas senyuman manis oleh vino,erin mengernyitkan dahinya heran,"tumben ni cowok senyam senyum biasanya juga dingin ke es batu,dasar cwok aneh,"batin erin menatap tajam pada vino.
"tunggu sebentar ya nak vino,gk lama kok erinnya,"memberikan senyuman pada vino.
"iya bu"membalas senyuman calon mertuanya.
~
"tu cowok ngapain sih pake kesini segala,"gerutu erin kesal.
setelah berganti pakaian,erin pun keluar dari kamar memakai kaos pendek berwarna putih di tambah lagi dengan celana jeans selutut sehingga penampilannya sangat cantik.
ia berjalan keruang tengah dengan sangat elegan.
"erin,kamu ajak vino ngobrol ya ibu mau siapin makanan ke meja,ibu udah masak banyak buat kalian,"
"siap bu,"
"ngapain kesini,"tanya erin memandangi vino dengan sorotan mata tajam.
"emang gk boleh aku kesini,"ucap vino dengan santainya.
sejak kapan vino jadi begitu akrab pada wanita.biasanya juga erin sangat cuek dan dingin,lah ini..sok akrab banget sama erin.entahlah yg penting sekarang erin hanya ingin vino cepat pergi.
"vino,erin..ayo nak..,makanannya udah siap,"ajak rani pada anak dan calon menantunya.
"iya bu,"jawab vino seraya bangkit dari duduknya melenggang meninggalkan erin sedangkan erin masih diam di tempat.ia memandangi vino dengan tatapan membunuh.
vino yg melihat ekspresi erin itu hanya memberikan senyuman mengejek.
__ADS_1
"dasar cowok aneh,kalo gk ganteng udah di jewer tu telinga dari tadi,"batinnya kesal.
jangan lupa like,coment,dan vote ya๐๐