Ceo Tampan Jatuh Cinta

Ceo Tampan Jatuh Cinta
Cemburu


__ADS_3

Vino tersenyum puas melihat istrinya itu.ia kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,bibirnya melengkung berbentuk senyuman.sentuhan hangat di pipi nya terasa sangat jelas.Erin mulai menyantap makanannya.Erin menawarkannya pada vino."kau mau?"tawar erin ketika vino terus menatapnya.Vino mengangguk pelan.lalu pandangannya kembali lagi kearah depan.


aaaaaa...vino mengunyah pelan makanan itu.


sejujurnya ia baru pertama kali makan makanan seperti itu.namun jika istrinya yang menyuapinya ia tak akan menolak."Apa rasanya enak?"tanya erin.vino mengangguk sebagai tanggapan.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


_Malam harinya di taman samping...


"Papa Mau ngomong penting sama kamu vino,"ucap papa vano.


"Ngomong apaan pa?"tanya nya.


"Besok malam papa akan ke luar negri untuk kerjaan bisnis yang papa bangun.jaga mama dan istrimu baik baik,"ucap papa lagi lebih jelas.


"Iya pa,"


"Bagaimana hubunganmu dan istrimu?"


"Baik baik saja,"ucap vino.


"Istrimu itu sangat baik dan cantik,jadi kau harus menjaganya penuh extra,"ucapnya.Bibir vino melengkung berbentuk senyuman.


~


"Ma,Boleh tidak erin besok ke rumah ibu?"tanya erin yang bersandar di bahu mertuanya.


"Boleh dong sayang,kalo kamu kangen sama ibu kamu,kamu boleh kesana kapan aja,"ucap mama silvi mengusap rambut menantunya.mama silvi memang sangat perhatian pada menantunya itu.Keinginannya telah terwujud,menjadikan erin sebagai menantunya.


"Besok boleh gak ma,"ucap erin.


"Boleh sayang,"


"Makasih ma,"ucap erin seraya memeluk mertuanya itu.ia sangat rindu terhadap ibunya.ini adalah pertama kalinya ia jauh dari


"Mama jangan peluk peluk istri orang dong,kasian nanti ada yang cemburu"Ucap papa vano melirik ke arah mama silvi dan erin.Ia melangkah ke sofa di ikuti oleh vino di belakangnya.


"Apaan sih pa,"ucap vino kesal.Mama silvi tertawa kecil mendengar itu sedangkan erin hanya menunduk malu mendengar perkataan mertuanya.

__ADS_1


Lalu papa vano dan vino pun duduk di sofa bersebrangan dengan mama silvi dan erin.


"Besok erin mau ke rumah ibunya,vino..kamu antar erin ya?"ucap mama silvi mengedipkan matanya mengisyaratkan bahwa ia harus menyetujuinya.


"Iyaa ma,"ucap vino.


"Ma,Papa akan keluar negri besok,untuk urusan kerjaan,"papa vano menerangkan.


"Berapa lama pa?"Tanya mama silvi."Satu sampai dua minggu ma,"ucap papa vano lagi.


"Ooohh,"


_Malam yang sama di kamar Vino..


"Aku akan mengantarmu besok,"ucap vino yang duduk menyilangkan kakinya di sofa dan melipat kedua tangannya di dadanya.


"Heemm aku sudah tahu itu,"erin sibuk dengan ponselnya.


Vino mendengus kesal,ia malah lebih sibuk dengan ponselnya.Ia memperhatikan istrinya itu yang tengah berbaring di ranjang sambil melihat video boy band kesukaannya.


"Hei..boleh pinjam ponsel mu sebentar,"ucap erin.


Erin sibuk memainkan ponsel milik suaminya itu,ia terkadang menggumam sendiri.


"ahh..kau sungguh tampan,"gumamnya pelan namun masih bisa di dengar oleh vino.ia melirik istrinya itu tajam.dia berani menyebut pria lain dengan tampan."Ahh..kalau kau jadi suamiku ku pastikan aku akan setia kepadamu selamanya,"gumamnya lagi.Vino yang sudah tidak sabar itu pun langsung melangkah ke arah istrinya mengambil kembali ponselnya."Hei,kenapa kau mengambilnya.aku masih belum selesai menontonnya,"ucap erin berusaha mengambil ponsel vino namun vino tak memberikannya.


"Pria mana yang kau sebut tampan,hah..,"vino semakin geram.ia tak suka istrinya itu memuji ketampanan pria lain."Vino,ayolah..berikan ponselmu,kumohonn,"Ucap erin memohon sambil mengedipkan kedua matanya.Namun vino tak termakan rayuan istrinya itu."Jangan pernah memuji ketampanan pria lain selain aku,"ucap vino.Erin yang mendengar itu pun langsung tertawa renyah."Hei,kau kenapa tertawa,"vino semakin kesal."Kau cemburu ya,"erin semakin tertawa."Tidak aku tidak cemburu,"ucap vino memalingkan wajahnya.


"Lalu kenapa kau marah?"tanya erin lagi."Aku tak suka jika kau memuji orang lain apalagi di_


Dengan sedikit berjinjit...Cupp...erin mencium bibir vino dengan sangat lembut,jika tidak seperti ini dia tak akan berhenti mengomel.keduanya sama sama memejamkan mata.ia menyilangkan tangannya di leher suaminya itu.Merasakan lembut bibir suaminya.Vino semakin mengeratkan pelukannya.deru nafas keduanya sangat memburu.erin melepaskan ciumannya akibat kehabisan oksigen.jantung keduanya berdetak sangat cepat.ia menatap lekat suaminya itu,entah kenapa ia malah suka mencium suaminya itu.vino kemudian menarik pinggang erin lalu kembali menciumnya.satu menit..lima menit..sepuluh menit..akhirnya mereka menyudahi ciuman tersebut."Kau sangat pencemburu,"ucap erin langsung merebahkan tubunya lalu menutup tubuhnya dengan selimut.Diam diam dia senyum sendiri di balik selimut,hangat bibir suaminya itu masih terasa,begitu juga dengan vino,bibirnya melengkung membentuk senyuman.Jantung keduanya berdebar tak karuan.perdebatan tadi kian menjadi suasana yang romantis.


Ia kemudian naik keatas ranjang lalu merebahkan tubuhnya.Keduanya saling membelakangi.Membayangkan ciuman hangat yang mereka ciptakan.keduanya pun terlelap di tidurnya masing masing.


_Pagi harinya..


Cuaca cerah..sinar mentari menusuk masuk kedalam kamar dua insan tersebut.dari jendela besar yang tirainya masih tertutup namun hanya sebagian saja.


Gadis cantik itu sedang mengeringkan rambutnya didepan cermin meja rias.ia sudah memakai seragam lengkap.memakai sedikit lipbam.ia melangkah ke arah dimana suaminya itu masih terlelap."Vino...bangun ini udah jam 06.26 lohh,ayo cepetan...,"erin menarik tangan vino."Hemm..

__ADS_1


sebentar lagi aku masih ngantuk,"ucap vino yang masih membenamkan wajahnya di bantal."Ihh gak ada sebentar sebentar ayo cepetan bangun mama sama papa udah nungguin tuh di bawah,"ucap erin semakin menarik lengan vino."Iya iya...,"vino akhirnya mengalah lalu melangkah menuju kamar mandi.


_Pagi yang sama di meja makan..


"Pagi ma,pa,"ucap erin mencium pipi mertuanya bergantian.


"Pagi sayang,"ucap mama dan papa.


"Vino mana sayang?"tanya mama silvi.


"Kayaknya baru pake baju deh ma,sebentar lagi juga dateng kok mah,"ucap erin tersenyum ceria.


"Ohhh,yaudah duduk sayang,"ucap mama silvi menyunggingkan senyuman.


Akhirnya orang yang cari pun datang,Dengan cool nya dia berjalan menyusuri anak tangga. ia melirik ke arah erin.


"Pagi ma,pa,"ucap vino mencium pipi mama dan papa secara bergantian.


"Pagi sayang,"ucap mama silvi.


"Pagi,"ucap papa vano.


vino kemudian duudk di samping erin.


"Kamu mau apa,biar aku ambilin,"ucap erin.


"Apa aja,"ucap vino tersenyum pada istrinya itu.ia mengambilkan segala macam lauk pauk hingga piring vino penuh.


"Habiskan itu,kau harus makan yang banyak,"erin memberikan piring itu ke suaminya.


"Hei,yang benar saja,ini terlalu banyak,"vino memprotes.


"Makan atau kau akan kembali tidur di sofa lagi,"ancam erin.


Mama silvi dan papa vano yang menyaksikan itu pun tersenyum sumrigah."Wah...mama jadi keinget masa dulu,"ucap mama silvi tersenyum.


"Hemm..iya ma,"ucap papa vano.Erin dan vino pun berganti menertawakan papa dan mamanya.


Mereka memulai harinya dengan menyantap makanan.Sesekali mereka bercanda hingga tertawa.Vino sampai tidak bisa jalan akibat makan terlalu banyak.Erin,mama silvi dan papa vano pun menertawakan vino.

__ADS_1


__ADS_2