Ceo Tampan Jatuh Cinta

Ceo Tampan Jatuh Cinta
Gadis kecil


__ADS_3

"Oh..lain kali di pastiin dulu mobilnya,jangan sampe mogok,yaudah kalian masuk kedalam mama udah siapin makanan yang banyak buat kalian,"ucap mama silvi tersenyum.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


"Iya ma,"jawab mereka bersamaan.


~


"heii kamu kenapa tidur di


sini,sana..kembalilah di sofamu,"erin memarik tubuh vino.


vino tak menggubris perkataan vino,ia semakin menarik selimutnya.


"Dasar menyebalkan,"batin erin kalah lalu


duduk di samping vino.


"Tidurlah..,"ucap vino dari balik selimut.


Erin kemudian merebahkan tubuhnya di sebelah suaminya.


"heiii...aku juga butuh selimut,enak saja kau,


kau ingin istri cantikmu ini kedinginan,"ucap


erin menarik selimut


Bibir vino melengkung membentuk senyuman.vino ingin sekali mencubit pipi gemas erin.


vino kemudian berbalik menghadap istrinya,memandangi wajah cantik istrinya.


"kenapa memandangku seperti itu?"tanya erin menenggelamkan ke bola mata vino yang sangat indah.


vino kemudian menarik lengan erin,hingga jatuh ke dalam pelukan vino,ia memdekapnya erat,sangat hangat...erin membelalakan matanya,jarak keduanya sangat dekat,erin memberontak ingin melepas pelukan vino,namun tenaga nya vino lebih besar darinya.


"Hei..apa yang kau lakukan,lepaskan aku..,"ucapnya menatap tajam vino.


vino dengan senyum nakalnya memandangi lekuk tubuh istrinya,erin mengikuti arah pandang vino,ia membelalakan matanya.


"Dasar kau mesum,"erin menarik selimut menutupi dadanya.ia mencoba memberontak namun vino tidak melepaskannya.ia malah mempererat pelukannya.


"Tidurlah..aku butuh kehangatan,"ucap vino memejamkan matanya.


Erin kemudian memandang wajah vino.wah...tidur saja sudah sangat tampan,mungkin dia orang beruntung dari sekian banyak temannya,ia dapat mempunyai suami yang sangat tampan.ia menyandarkan kepala nya di dada bidang vino,suasana yang dingin merubah menjadi hangat.mereka berdua tidur di dalam pelukan yang sangat erat.


ESOK PAGINYA......


"Gimana keadaan lo udah baikan?"tanya


kaila menyeruput air mineralnya.


"udah..,"


"Oh iya lo gak dia apa apa in kan ama si daniel?"tanya erin memeriksa keadaan kaila seakan terjadi sesuatu padanya.


"Ya ampun rin..lebay banget sih lo ya enggak lah daniel orang nya baik baik kok,"jawab kaila.


"huh..syukur deh,"


"terus lo..udah nganu nganu sama vino apa belum,"kaila tersenyum geli dengan perkataannya.


Erin menjitak kepala kaila.


"duhhh..sakit rin,lu tega banget ama sahabat sendiri masuk neraka ****** lo,"ucap kaila memegang kepalanya.


"ya ellu sih..kalau gue masuk neraka..orang pertama yang gue tarik tu ello,"ucap erin.


"Rin gimana kalau entar pulang sekolah,kita ke warung nya pak somad kita kan udah lama gak kesana,"ucap kaila.


"heemm..ide bagus tu,ayoo..,"ucap kaila bersemangat.


"Gue entar jemput lo ya,"tawar kaila.


"Oke sip,"


~


Taman belakang sekolah..


"kak apa masih sakit?"tanya erin.

__ADS_1


"udah baikan kok,lagian cuman luka kecil doang,"jawab reyhan mengusap kepala erin.


Ya,pria itu adalah reyhan.Taman belakang sekolah sudah menjadi tempat favorit bagi mereka berdua,di sanalah mereka berbagi cerita.


"Tapi kak...ini masih lebam,"ucap erin.


"udah gak papa kok,"ucap reyhan tersenyum.


"Rin aku mau nanya,tapi kamu jawab yang jujur,"ucap reyhan menggenggam tangan erin.


"heemmm,"


"apa bener kamu beneran pacaran sama vino,kok kamu gak kasih tau ke aku,"ucap reyhan memandangi erin.


erin menunduk tak sanggup memandangi wajah reyhan.ia sebenarnya mempunyai perasaan yang sama pada reyhan.hati reyhan sangat sakit,ia takut jika benar erin berpacaran dengan vino,hatinya bahkan sangat hancur jika mengetahui jika gadis pujaan nya ini telah mempunyai suami.


ia sudah menyimpan perasaan pada erin sejak bertahun tahun lamanya.Ia sangat menyayangi gadis kecil itu, ia sangat mencintai gadis itu,bahkan melebihi dirinya sendiri.Ketika erin masih kecil ia selalu setia menghibur gadis kecil itu ketika dia sedih.


bahkan mereka waktu kecil sudah berjanji bahwa mereka akan menjadi pasangan layaknya pangeran dan tuan putri.


selama ini erin hanya bilang pada orang orang kalau ia menganggap reyhan sebagai kakaknya,namun nyatanya di dalam hatinya ia sangat mencintai pria itu.


"Rin,ayo jawab,"ucap reyhan masih menggenggam erat tangan erin.


Tanpa sadar air mata nya menetes,air matanya tak terbendung lagi, hatinya sangat hancur,ia melukai perasaan orang yang ia cintai.


"Kak...maafin aku,"air matanya kini bercucuran.


"Jadi bener kamu pacaran sama dia,"reyhan tak percaya akan hal ini.


tak....


hati reyhan kian terasa sakit,dadanya sesak..ia tak menyangka gadis pujaan nya selama ini sudah menaruh cinta pada orang lain.


"kak..maafin aku kak,"erin menangis sesenggukan.


Reyhan menyeka air mata gadis itu,ia memeluk erat gadis kecilnya itu.


"kak...maafin aku kak,"


Reyhan masih belum mengatakan apa apa.ia makin mempererat pelukannya.matanya berkaca kaca.ia mengelus punggung gadis itu.


"Udah.jangan nangis,kamu jelek kalau lagi mewek,"Reyhan berusaha tersenyum.Ia tak ingin gadis kecilnya itu menangis.


"Aku gak marah kok,udah jangan nangis,aku sayang sama kamu,"ucap reyhan mengusap pipi erin.


"udah jangan nangis lagi,"


erin mengangguk,reyhan memaksakan senyumnya walau hatinya terasa sakit saat ini.


~


"Kamu mau kemana sayang kok rapi banget,"Tanya mama silvi.


"Ehh itu ma,erin mau jalan jalan ama temen erin,gak pa-pa kan ma?"tanya erin.


"Gak pa-pa sayang,kamu mau dianterin sama vino?"tanya mama silvi.


"Ehh gak usah ma,temen erin jemputnya pake mobil,"erin menggaruk kepalanya.


"Erin berangkat ya ma,"erin menyalami mama nya.


"Hati hati ya sayang,"ucap mama silvi.


"Siap ma,"


"Lama banget sih lo,"kaila memprotes.


"Ya maaf,gue izin dulu jadinya lama deh,"erin nyengir.


Kaila melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.mereka berdua terus berbincang bincang,sesekali mereka tertawa.


"Lo masih inget gak,waktu di sd lo menstruasi


terus lo malah gak masuk sekolah satu minggu,"ucap kaila tertawa.


"Lo mah,manjat pohon mangga eh keciduk ama pemiliknya terus saking takutnya ello ampe jatuh ke paretan,"erin tertawa lepas.


mereka mengingat kejadian mereka yang konyol sewaktu sd.erin menjadi sangat malu jika mengingat masa masa kecilnya di sd.


ahh....kejadian itu sungguh memalukan.

__ADS_1


20 menit kemudian mereka sampai di tempat tujuan.ia duduk di bangku belakang paling pojok,tempat mereka berdua sering duduk jika mereka datang ke sana.


"Ehh..ada neng erin sama neng kaila toh,mau pesen apa neng?"tanya pemilik warung itu ramah,siapa lagi kalau bukan pak somad.


"Yang biasa aja pak,"ucap erin tersenyum.


"Oke,di tunggu ya neng,"


Erin dan kaila mengangguk kan kepala sambil tersenyum menanggapinya.


Setelah pesanan mereka datang,ia langsung menyantap makanan itu sampai habis tanpa tersisa sedikit pun.


"Alhamdulillah akhirnya kenyang juga,"ucap kaila.


"Rin...,"kaila mengedipkan matanya,apa lagi kalau bukan menyuruh erin membayar makanannya.


Erin sudah hafal gerak gerik kaila.


"Iya iya gue yang bayar,"ucap erin.


"Asik....gitu dong jadi sahabat,sering sering teraktir gue,kalau gitu kan gue makin sayang ama ellu,"kaila terkekeh.


Erin mengernyitkan dahinya.


~


"Dari mana aja?"tanya vino yang keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang menutupi bagian bawahnya,ia sekarang bertelanjang dada.


Erin menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.


"astaga....mata gue ternodai..aghh..tidak,"


"eeh itu abis jalan jalan ama temen,"ucap kaila.


"Sama reyhan,"ucap vino.


"Ohh..suamiku ini cemburu ya,"erin sengaja menggodanya.


Vino melangkah mendekati erin,semakin ia melangkah semakin erin mundur.ia menatap nakal erin."ahh..sial," langkah erin terhenti,awa kau dinding akan ku bongkar kau setelah ini.


"Kalau iya kenapa,"Vino mendekatkan wajahnya.


"Hei..aku hanya bercanda tadi,"erin mendorong tubuh vino,namun sebelum ia melakukannya vino sudah mengunci pergerakannya.


"A-apa yang kau lakukan,"


"Apa lagi yang ingin ku lakukan kalau bukan itu,"Vino mendekatkan wajahnya ke wajah erin.


Jarak keduanya sangat dekat,jantung keduanya berdegup sangat kencang,erin dengan jelas merasakan hembusan nafas hangat vino,ia sampai merinding sendiri.


Erin mulai memejamkan matanya, bibir vino melengkung membentuk senyuman.


"dasar gadis kecil,rupanya kau juga menginginkannya,"vino semakin tersenyum.


Ingin sekali vino merengkuh bibir gadisnya itu,menggemaskan sekali...


ia tersenyum lebar melihat erin yang masih memejamkan matanya.


"Gadis bodoh,"vino menjitak kepala gadisnya.


"aww...Viinoooooooo,"Erin berteriak dengan kencangnya.


"Apa yang terjadi nak?"tanya mama silvi lari lalu membuka pintu kamar vino dan erin.


"Eehh..itu ma..tadi ada kecoa,"ucap erin gugup.


"ohh..kirain ada apa,"ucap mama silvi.


"hehe iya ma,maaf ya ma, jadi kecapean kan mama,"


"Gak papa sayang,"mama silvi menatap ke arah vino yang bertelanjang dada.


"Maaf ya...mama ganggu,"mama silvi terkekeh.


ya ampun,malu abis ni erin.mama silvi pasti mengira kalau mereka sedang melakukan itu....ah..yang benar saja.


**Catatan penulis


Maaf ya readers kalo cerita nya mungkin kurang menarik buat kalian..tapi author bakal seusaha mungkin buat alur cerita nya lebih jelas dan tidak membosankan.


Happy Reading!

__ADS_1


ai lope you😗😗😗😗


miss you🙇😍😗😗**


__ADS_2