Ceo Tampan Jatuh Cinta

Ceo Tampan Jatuh Cinta
Pagi yang romantis


__ADS_3

"Tidak usah bu....sebelum kesini kami sudah makan yang banyak,bukan begitu sayang?"ucap vino.


"Iya bu..kita masih kenyang,"erin meneruskan.


"Yasudah kalian ke kamar istirahat pasti kalian capek,"ijar ibu rina.


"Iya bu,"jawab keduanya.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


_Malam yang sama di kamar Erin..


Erin tengah duduk di tepi ranjang sedangkan vino sedang membaca buku di sofa.


"Vin?"tanya erin.


"Kenapa sayang?"ucapnya tanpa menoleh.


"Maaf ya vin,kamarku kecil,gak segede kamar kamu,"ucap erin menatap vino yang tengah menatapnya.


Kemudian vino berjalan kearah istrinya,lalu duduk di sampingnya.


"Sayang...,kamarmu ini kamarku juga dan kamarku kamarmu juga,jadi jangan pernah berbicara seperti itu lagi,mengerti sayang?"ucap vino mengusap kepala istrinya.Ia menganggukkan kepalanya."Heem...aku mengerti,"ucap erin.


"Hemm..sekarang kamu harus tidur,"ucap vino


membaringkan tubuh istrinya itu.ia menganggukkan kepalanya.


Setelah istrinya berbaring sempurna di ranjang,ia bangkit lalu berjalan namun erin segera memegang tangannya.


"Mau kemana?"tanya erin.


"Baca buku sayang,"ucap vino.Erin menatap nya dengan penuh berharap agar tidak melanjutkan membaca bukunya ia bersikap seperti anak kecil yang minta di belikan


ice cream."Hmmm,baiklah kau menang sayang,"ucap vino lalu berbaring di samping istrinya.Erin tertawa kecil.


Setelah mata keduanya terpejam namun belum tertidur,erin pelan pelan membuka matanya.Ia memandangi sosok pria tampan yang sekarang menjadi miliknya.mungkin dia gadis yang sangat beruntung mempunyai pria setampan dia.Ia menatap lekat wajah tampan itu."Tuhan...aku bingung dengan perasaan ku saat ini..di sisi lain aku sudah mencintai suamiku ini dan di sisi lain aku sudah menaruh perasaan pada orang lain.apa yang harus aku lakukan?apa aku harus terus mendiaminya saja?tidak...kamu harus melupakan kak reyhan..mau gimana pun kamu harus ngelupain kak reyhan,"batin erin terus menatap wajah suaminya itu.

__ADS_1


Kemudian Ia mendekatkan tubuhnya dengan tubuh suaminya lalu memeluknya dengan erat.Ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.Hangat sekali...Vino membuka matanya.menatap tubuh mungil yang sedang memeluknya itu.Kemudian ia tersenyum,memberikan kecupan singkat di pucuk kepala istrinya itu ,lalu membalas pelukan sang istri.


"Aku mencintaimu sayang...selamanya akan terus begitu,"batinnya.


Keduanya pun terlelap sangat nyenyak dengan hangatnya pelukan.


Pagi harinya.. vino bangun lebih dulu dari pada erin.di lihatnya wajah cantik gadis itu yang masih terlelap.sinar matahari menerpa wajah gadis cantik itu,membuat vino tersenyum melihat erin bergeliat manja akibat terpaan sinar matahari yang masuk dari cela tirai kamarnya.


"Enggghhhhhh,"erin meregangkan ototnya mengumpulkan semua kesadarannya.


"Morning sayang,"ucap vino menyibakkan anak rambut erin ke belakang daun telinga istrinya itu.


"Morning....kamu udah bangun vin,"ucap erin mengucek ngucek matanya.Vino menganggukkan kepalanya"Heemm iya sayang,".


"Kenapa gak mandi duluan?"tanya erin.


"Aku lagi fokus mandangin wajah cantik istriku ini,"ucap vino dengan senyum menggoda.


"Ihh..apaan sih vin,udah cepetan sana mandi,"ucap erin namun vino segera memeluknya dengan erat."Vin..lepasin..,"ucap erin mencoba melepaskan pelukan vino.


"Sayang bentar lagi..,kamu aja kemarin nyosor meluk aku duluan..hayo ngaku..,"Ucapan vino membuat wajah erin seketika merah merona,memang benar dia yang nyosor meluk duluan.


Dengan terpaksa vino pun melepaskan pelukannya dengan wajah cemberut lalu melangkah mengambil handuk.Erin tertawa kecil melihatnya.


"Vin..,"ucap erin yang masih berbaring di ranjang.vino pun menghentikan langkahnya.


Erin segera bangkit lalu berlari kecil ke hadapan vino.


"Cemberut ya,"ucap erin.namun vino mengabaikannya."Vin....,"ucap erin sekali lagi.


"Heemm,"Vino tak membuka mulutnya.


Dengan senyum jahil erin sedikit berjinjit lalu memegang pundak vino,karna terbilang vino sangat tinggi.


Cuppp..


Erin mencium pipi vino.hangat sekali...wajah vino langsung memerah."Jangan cemberut lagi okey,"ucap erin langsung mendorong vino masuk ke dalam kamar mandi.Vino tertawa kecil sambil memegangi pipinya."Kau sangat imut sayang,"ucap vino lalu melakukan rutinitasnya.

__ADS_1


Sedangkan di luar..erin senyum senyum sendiri.ahh...sangat menggemaskan.menurutnya,vino sangat imut jika sedang cemberut.Ia terus melompat lompat di ranjang nya.aaahhh kau menggemaskan vinoo,pikirnya.


Ceklekk...


Pintu kamar mandi terbuka..vino keluar dengan memakai handuk yang menutupi bagian bawahnya.Sedangkan terpampang jelas dada bidang suaminya.sedangkan erin tidak mengetahui jika vino sudah keluar dari kamar mandi,ia masih sibuk melompat lompat di atas ranjang miliknya.


"Hemm hemm,"vino berdehem.erin membelalakkan matanya,suara laki laki..apa itu vinoo...mampuslah aku,batinnya.


"Sepertinya kamu sangat senang hingga melompat lompat di atas ranjang,apa aku boleh tahu kabar babagiamu?"tanya vino.


Erin memejamkan matanya sebentar lalu mendongakkan wajahnya.ia sedikit merapikan rambutnya yang acak acakan lalu nyengir memamerkan gigi putihnya itu.


"Eh..kau sudah keluar..aku akan segara mandi,"ucap erin turun dari ranjang lalu berlari kecil ke arah kamar mandi.


Vino tertawa kecil melihatnya....dia sangat lucu...


Lalu ia memakai seragamnya.


Ceklek....


Erin keluar dari kamar mandi dengan memakai seragam lengkap.ia berjalan ke arah meja rias lalu mengeringkan rambutnya.


"Kau terlihat lebih seksi jika rambutmu basah,"ujar vino memakai dasinya.


"Pikiranmu selalu saja mesum,"tutur erin.


Ia memakai sedikit bedak baby lalu memakai lipbam.


"Sayang..,"ucap vino memeluk pinggang istrinya itu.


"Hemmm,"ucap erin.


Vino menatap erin dengan tatapan berbeda seolah bertanya"ayo berciuman sebentar,".Erin segera menangkap tatapan vino lalu menggelengkan kepalanya.jika permintaanya di turuti ia pasti akan terlambat ke sekolah.


"Sayang....,"manja vino


"Tidak....ayo cepat.....ibu sudah menunggu kita,"ucap erin meninggalkan vino.

__ADS_1


ia tertawa kecil.


"Kau tega sayang...,"teriak vino.


__ADS_2