Ceo Tampan Jatuh Cinta

Ceo Tampan Jatuh Cinta
Rindu


__ADS_3

"Oh...nanti panggil pelayan buat bersihin kamar,"ucap vino.


"Ngapain masih di situ cepetan sana mandi,"erin mengusirnya.


"Iya iya,"lalu ia kembali lagi kedalam kamar mandi.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Di dalam kamar mandi vino tertawa cekikikan.ia masih mengingat wajah istrinya yang memerah itu.Ia tahu bahwa erin berbohong,mana ada kecoa di rumah sanjaya.Rumahnya terlalu bersih jadi tidak ada kecoa di sana.


Sedangkan di luar....erin semakin mengacak rambutnya."aaa..bagaimana ini,dia melihatnya..tidak..kau bodoh sekali..,"batin erin terus mengacak rambutnya.


Ia memakai bajunya lalu memakai sedikit make up,lalu merapikan rambutnya.


Ceklek...pintu kamar mandi terbuka,jantung erin berdegup sangat kencang.Hah..dia sangat malu saat ini..bagaimana bisa ia tak menyadarinya.dasar bodoh..pikirnya.


Vino memakai bajunya lalu mengeringkan rambutnya dengan handuk.ia menatapi istrinya yang masih duduk termenung di depan cermin meja rias.


"Ada apa?"tanya vino melangkah menuju istrinya.


"Ehh..stoop di tempatmu vino..,"ucap erin menyodorkan tangannya.


"Ahh...okey,"ucap vino menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Aku akan turun ke bawah..,"erin melenggang meninggalkan vino.


"ahhh...aku malu sekali.......,"erin merutuki dirinya sendiri.


ia terus melangkah menyusuri anak tangga,berjalan dengan sangat anggun.


ia melihat ke arah meja makan dan ternyata sudah ada mama dan papa di sana.


"Ehh..kamu udah dateng sayang..baru aja bibi mau manggil kalian...vino mana sayang?"tanya mama silvi.


"Ituma...baru selesai mandi,"ucap erin lalu duduk ke meja makan.


"Malam ma,pa,"ucap vino berjalan dan tangannya di masukkan kedalam saku celananya.


"Malam,"jawab keduanya.


"Ayo duduk sayang...kita makan bersama,"ucap mama silvi mengambilkan nasi untuk papa vano.


"Iya ma,"ucap vino duduk di sebelah erin.dag dig dug..perasaan apa ini...ah tidak..kenapa perasaan itu terus menghantuiku.jantungnya berdetak sangat cepat dari biasanya.Ia menundukkan wajahnya.Vino menatap istrinya itu."Apa dia masih malu tentang kejadian tadi?"batin vino.

__ADS_1


Vino menarik kursi erin untuk lebih dekat dengannya.ia membelalakkan matanya."tidaaaaaaakkkk," ia bingung harus bagaimana,mau pindah kursi..juga tidak enak.


"Ada apa...apa ada yang terjadi sesuatu padamu?"tanya vino pada erin.


"Kamu sakit sayang?apa perlu kita kedokter?"tanya mama silvi.papa vano juga ikutan cemas.Ia mendongakkan wajahnya,lalu menatap bergantian papa dan mama.


"Gak papa ma,erin baik baik aja,"ucap erin tersenyum.


"Kalau ada apa apa bilang sama vino aja ya sayang,"ucap papa vano.Erin mengangguk."Iya


Pa,"ucap erin kembali tersenyum.Lalu ia menatap vino.ia melempar senyum pada suaminya walau ia begitu grogi.


"Kamu mau makan apa,biar aku ambilin,"tawar erin.


"Emmmm...apa aja sayang,"ucap vino lalu menyodorkan piringnya.


Erin menatap tajam vino,ia sangat malu di panggil sayang di depan mama dan papanya.vino menyaksikan tatapan mata itu seolah bertanya'ada apa?'.


Pufttt...Mama dan papa tersenyum mendengar panggilan sayang pada erin,sedangkan erin masih tersipu malu.


Kemudian ia mengambilkan makanan untuk vino.lalu mengambil untuk dirinya sendiri.


mereka pun makan dengan lahap.sesekali vino menggenggam jemari erin di bawah meja.


Setelah usai makan malam,papa,vino dan erin pamit pada mama.Vino dan erin ingin mengantar papa ke bandara sekaligus ingin menginap di rumah ibu rina.


vino dan erin memutuskan untuk naik mobil sendiri sedangkan papa dengan supir pribadinya.


Setelah sampai di bandara,papa,vino dan erin pun keluar dari mobil begitu juga supirnya.


"Jaga mama dan istrimu baik baik,jika ada sesuatu terjadi pada keduanya maka kau akan kubunuh,"ucap papa vano sebelum naik ke pesawat.


"Iya pa,aku akan menjaga mereka dengan baik,papa tenang saja,"ucap vino tegas.


"Oke,papa percaya padamu,"ucap papa vano.


Setelah kepergian papa vano,vino dan erin pun melanjutkan perjalanannya ke rumah ibu rina.Erin sangat senang,ia bisa menginap di rumah ibunya.ia sangat merindukan ibunya.


_20.00....


Vino dan erin pun sampai di area rumah ibu rina.erin kemudian bergegas turun lalu berlari ke arah pintu utama.lalu mengetuknya.


tok...tok...tok...

__ADS_1


Ia mengetuk pintu ibunya...


"Iyaa..tunggu sebentar,"ucap seseorang dari dalam.


Hati erin sangat bahagia,ia bisa mendengar jelas suara ibunya itu.Vino berjalan ke arah istrinya lalu memeluk erat pinggang istrinya itu.


"Sayang..sepertinya kamu sangat merindukan ibu,"ucap vino mencium pucuk kepala istrinya.


"Tentu....,"ucap erin dengan wajah yang berseri.


Cekleekk....pintu utama terbuka.wajah ibu dan anak itu pun langsung berseri bahagia.erin langsung memeluk ibunya itu,ia pun membalas pelukan anaknya.


"Ibu......,"ucap erin menitikkan air mata.hatinya sangat bahagia.ia sangat merindukan sosok ibunya itu.


Kemudian mereka pun melepaskan pelukannya.Mata ibu rina pun berpindah ke arah vino.vino tersenyum kepada mertuanya itu lalu menyalami mertuanya.


"Ayo nakk...masuk,"ucap ibu rina.


Ketiganya pun masuk kedalam.mereka duduk di sofa ruang tengah.Erin pun langsung menempel kepada ibunya.


"Ibu..aku sangat merindukanmu,"ucap erin memeluk lengan ibunya.


"Ibu juga sangat merindukanmu nak,"ucap ibu rina mengusap kepala anaknya.


"Bagaimana kabar suami dan mertuamu?"tanya ibu.


"Hemm... mereka semua baik baik saja begitu juga denganku bagaimana dengan keadaan ibu,"tanya balik erin.


"Ibu baik baik saja nak,"ucap ibu rina.


"Ada apa malam begini kalian datang disini,"ucap ibu rina.


"Aishh...ibu tidak suka kami datang kesini,"ucap erin pura pura cemberut.


"Hei...justru ibu sangat senang kalian datang kesini,"ucap ibu rina.


Vino tersenyum pada mertuanya itu.


"Kalian tunggu disini,ibu akan menyiapkan makanan untuk kalian,"ucap mama silvi namun vino segera berbicara.


"Tidak usah bu...sebelum kesini kami sudah makan yang banyak,bukan begitu sayang?"ucap vino.


"Iya bu..kita masih kenyang,"erin meneruskan.

__ADS_1


"Yasudah kalian ke kamar istirahat pasti kalian capek,"ujar ibu rina.


"Iya bu,"ucap keduanya.


__ADS_2