
"Vinooooooo,"teriak tasya.
"Pokoknya aku gak mau putus sama kamu,"teriak tasya lagi entah itu di dengar oleh vino atau tidak.
Tasya terus berteriak...ia menangis tersedu sedu di situ,vino tidak perduli kepadanya,yang jelas ia tak suka membuat gadisnya itu menangis.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Kring..
Satu pesan masuk di ponsel erin.Ia membuka aplikasi whatsaap nya.Ada pesan dari vino.Bibirnya melengkung membentuk senyuman.
Vino
"Sayang... masih cemburu?"begitulah isi pesan dari vino.Ia senyum senyum sendiri melihatnya.
Erin
"Masih,"balas erin.
Vino
"Kok masih cemburu sih sayang,sungguh aku gak ada apa apa sama tasya,"balas vino.
Erin
"Hemm,"
Vino
"Sayang..?"tanya vino.
Erin
"Kenapa,?"erin balik tanya.
Vino
"I ❤ U"balas vino.
setelah beberapa menit menunggu akhirnya erin membalasnya.Ia senyum sendiri ketika melihat balasan pesan dari erin.Daniel dan angga menatap satu sama lain.
Erin
"Too,"Wajah erin.merah merona membaca pesan dari vino.Erin tersenyum ketika mengirim pesan itu.Jadi ini rasanya jatuh cinta.
Kemudian mereka menyudahi percakapan mereka.
••
__ADS_1
"Kai,gue balik duluan ya,"ucap erin melambaikan tangannya kepada kaila.
"Okey,Hati hati..,"ucap kaila membalas lambaian erin.
"Byee....,"
Kaila tersenyum menatap kepergian erin dan vino.ia sangat senang akhirnya sahabatnya itu
jatuh cinta juga.Ia menundukkan kepalanya.Ia masih teringat dengan kekasihnya itu.mereka sudah lama berpacaran,tapi karna perjodohan yang ditentukan orang tuanya ia harus berpisah dengan kekasihnya itu.dan dia sangat iri pada sahabatnya yang kini sudah hidup bahagia dengan prianya.
PIP.........PIP.......
Angga menurunkan kaca mobilnya.
"Kai...naik...,"Angga melambaikan tangannya.
"Gak usahh...gue ada jemputan kok,"kaila menolak.
"Bener gak papa"tanya angga.sedangkan daniel tak berkata apa apa.
"Iya gak papa,"kaila tersenyum.
"Yaudah kita duluan ya,"ucap angga.
"Iya,"kaila kembali tersenyum.
Kaila melambaikan tangannya.
Setelah menunggu kurang lebih 30 menit akhirnya supir yang tunggu pun tiba.Supir nya pun keluar lalu membukakan pintu untuk kaila.ia membungkukkan badannya memberi kehormatan.
"Maaf non,saya terlambat tadi mobilnya mogok di jalan,"Supir itu memohon maaf.
"Gak papa Pak,ayo jalan..,"ucap kaila ramah.
Kaila memang terbilang anak yang ramah dan sopan.namun ada waktunya dia marah,kalau orang yang di sayanginya itu tersakiti.
"Siap non,"ucap supir itu.
••
"Sayang....,"ucap vino menggenggam jemari erin kuat,satu tangannya lagi mengemudi.
"Hemmmm,"erin menatap vino dari samping.
"Aku sayang sama kamu,jadi jangan tinggalin aku,"vino mencium punggung tangan istrinya lalu menempelkannya di pipinya.Erin hanya tersenyum manis melihat tingkah istrinya.
"Hem,iya,"ucap erin.
"Sayang..kok manggilnya masih kamu sih,"Vino memprotes.
__ADS_1
"Terus?"tanya erin menatap lekat suaminya itu.
"Panggil aku sayang,"ucap vino.mata mereka bertemu.jantung erin mempompa dengan cepat.Wajahnya merah merona.Bukannya dia tidak mau memanggil vino dengan sebutan sayang,namun ia belum terbiasa akan hal itu.
Tiba tiba wajah Reyhan datang ke dalam pikirannya.raut wajahnya bersedih.Bagaimana perasaanya dengan reyhan,apa ia masih membutuhkannya,apa dia masih menyukainya...tidak..tidak..kamu sudah punya suami erin kamu tidak boleh berpikir tentang perasaanmu pada kak reyhan.batinnya.
Ia berpihak pada vino namun berpihak juga pada reyhan.ia bingung dengan perasaannya ini.apakah dia harus membuang semua perasannya pada reyhan?lalu mencintai tulus apa adanya pada vino?Ia semakin frustasi saat ini.ia menundukkan kepalanya..Vino yang melihat raut wajah istrinya yang bersedih itupun langsung menepikan mobilnya.Ia meraih pipi istrinya,lalu mengelusnya dengan lembut.
"Sayang...ada apa?"tanya vino.
"tidak ada apa apa,aku hanya merindukan ibu,"erin mengangkat kepalanya lalu tersenyum,walaupun ia memaksanya.
"Baiklah..sebentar kita akan ke rumah ibu,"ucap vino perhatian.ia masih mengelus pipi chubby istrinya itu.
"Kalau kita menginap dirumah ibu.. tidak apa apa kan?"tanya erin.Vino mengangguk setuju.Erin tersenyum.
"Tidak apa apa..aku tahu kamu sangat merindukan ibu."ucap vino.
"Terima kasih,"ucap erin dengan semangatnya.mungkin dengan bertemu dengan ibunya ia akan melepaskan semua beban yang ia pikirkan.vino mengangguk lagi,ia sangat senang melihat istrinya itu kembali tersenyum.
Kemudian vino kembali melajukan mobilnya,ia terus menggenggam jemari istrinya itu.Erin menatap bangunan dari luar jendela sesekali melempar senyuman.
~
"Sayang udah belom mandinya...,"ucap vino demgan nakalnya mengetuk ngetuk pintu kamar mandi.
"Bentar....,"teriak erin dari dalam.
"Aku masuk ni sayang,"Vino tertawa cekikikan.
Ceklek...pintu kamar mandi terbuka.erin keluar dengan balutan handuk yang menutupi dada hingga di bawah lutut.Vino menatap istrinya tanpa berkedip.menikmati setiap lekukan tubuh istrinya.Erin melambai lambaikan tangannya di depan wajah vino mencoba menyadarkannya dari lamunan.
"Vin..vino...katanya mau mandi cepetan..,"ucap erin.
"I-iya sayang,"ucap vino lalu melangkah kedalam kamar mandi walau matanya masih tertuju pada tubuh istrinya itu.
"Aneh...,"pikirnya.lalu tiba tiba matanya terbelalak.ia memandangi tubuhnya sendiri lalu berteriak.aaaaaaaaaaa................
Vino yang mendengar teriakan itu langsung keluar dari kamar mandi.Ia mencari sosok istrinya itu.
"Ada apa sayang?"tanya vino khawatir.
"Eehh itu ee anuu itu anu..tadi ada kecoa..iya kecoa,"erin gelagapan.ia bingung harus menjawab apa.
"Ohh....nanti panggil pelayan buat bersihin kamar,"ucap vino.
"Ngapain masih di situ cepetan sana mandi,"erin mengusirnya.
"Iya iya,"lalu ia kembali masuk kedalam kamar mandi.
__ADS_1