Ceo Tampan Jatuh Cinta

Ceo Tampan Jatuh Cinta
memilih gaun


__ADS_3

selang beberapa menit kemudian, mobil mereka terparkir di depan butik ana.


selain di sana rancangannya bagus , karyawannya juga ramah.


"selamat datang tuan,"


"selamat datang nyonya,"


begitulah sapaan karyawan ketika vino dan erin masuk ke butik tersebut.


vino hanya menganggukkan kepalanya sedangkan erin tersenyum ceria saat di sapa banyak karyawan, erin memang anak yg sangat sopan dan baik jadi banyak yg menyukai erin entah dari fisik ataupun perbuatan.


"ada yg bisa saya bantu tuan," tanya pemilik toko tersebut,ana.


"carikan gaun pernikahan yg paling bagus disini,"ucap vino lalu duduk di sofa dengan santainya.


"baik tuan, mari nyonya saya antar," ajak ana.


"iya," tersenyum ke ana.


setelah mencoba beberapa gaun, akhirnya ia mendapatkan gaun yg sesuai dengan keinginannya.


"hei,gimana kalau yg ini, cantik kan," tanya erin yg sedang memakai gaun sampai mata kaki berwarna putih ditambah lagi dengan rambutnya yg terurai.


"heemmm,"


"huh..dasar cowok aneh,udah capek gue milih gaun malah main hem heman aja, dasar cowok melebihi es.," celotehnya pelan namun masih bisa di dengar oleh vino.


vino yg mendengar itu hanya mengulas senyum sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


setelah membayar semuanya, mereka kembali ketempat parkiran mobil.


didalam mobil tidak satunya dari mereka yg ingin memulai percakapan, erin hanya terus memandangi pemandangan dari balik jendela sedangkan vino tetap fokus menyetir.


kruuuyuukkkk kruuyuukk...suara nyanyian cacing terdengar di perut erin.


erin memegangi perutnya yg lapar.


"kamu lapar?,? tanya vino masih tetap menyetir


"iya, eehh tadi lo manggil gue apa,?"tanya erin kaget saat mendengar vino memanggil dengan kata kamu.


"emangnya salah kalau panggil kamu,kamu kan calon istriku, nnyi kalau anak kita ngikutin kan gk baik.," ucap vino dengan enteng.


seketika wajah erin merah merona mendengar perkataan vino barusan,belum juga nikah udah mikirin tentang anak, dasar cwok aneh.


"kamu mau makan apa,?"tanya vino melihat daftar menu makanan.


"terserah kamu saja,semua makanan bisa ku makan,"jawabnya santai.


"mba saya pesan makanan yg paling spesial disini,"ucap vino.


"baik tuan,"jawabnya dengan penuh rasa hormat.


setelah pesanan mereka datang,erin langsung melahap makanan tersebut. berbeda dengan vino,ia terus memandangi erin yg tengah sibuk dengan makananya.sesekali vino tersenyum, tapi ia tetap mempertahankan sikap wibawanya,bisa di bilang gengsi😅.


erin yg terganggu oleh vino langsung angkat bicara.


"makanlah, tidak usah memandangku seperti itu,makananmu nanti dingin".

__ADS_1


"aku tidak lapar,kamu makanlah yg banyak,"ucap vino.


"tumben ni cowok perhatian,biasanya juga cuek,ya udah lah biarin aja yg penting gue harus makan banyak sekarang,"batin erin.


setelah menghabiskan makanannya,mereka kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan pulangnya.


~


"kai,gue pengen ngomong sesuatu ama lo,tapi lo janji jangan kasih tau ke orang lain ya," ucap erin menatap kaila yg masih setia dengan makanannya.


"iya janji,tapi ngomong dulu,"masih fokus dengan baksonya.


"besok hari pernikahan gue,lo datang ya," berbisik ketelinga kaila.


"uhuuuk uhuukk.."


"kaila tersedak oleh makanannya,ia kaget mendengar perkataan erin barusan,kaila gk salah denger kan,mana mungkin erin mau nikah dalam usia muda kek gini.


"buahaaa..jangan becanda deh lo rin, lo mau nikah dalam usia muda kek gini,"ucap kaila tertawa terbahak bahak.


untung saja tidak ada siswa yg mendengar perkataan erin,kalau ada bakal makin panjang nih urusan.


"kai bisa gk sih lo kalo bicara di kecilin dikit,kalau ada orang tau gimna,"memukul dahi kaila.


"ya maal,jadi lo beneran mau nikah muda rin,"tanya kaila antusias.


"gue sebenarnya kgk mau,tapi lo tau kan nyokap gue pengen banget gue di jodohin ama anak sahabat nyokap gue,gue cuman pengen nyokap ama bokap gue bahagia,"memasang muka galau tingkat dewa.


jangan lupa like,coment and vote ya😗

__ADS_1


__ADS_2