
Aku yang begitu mencintai dan menyayanginya , bertekad untuk berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya ,Meskipun aku tak tau suatu saat aku akan tersesat lagi atau tidak .
Kucoba mencoba memulai hal baik dari hal" kecil ,mencoba membiasakan diri dan mungkin agak susah bagiku karena masih dalam tahap proses untuk berubah masih ada sifat jelekku kadang suka keluar sendiri .
Dan dia , tak bosan"nya mengingatkanku dan menyemagatiku menjadi lebih baik dari sebelumnya . Dengan sabar dia menuntunku ke arah yang lebih baik , meski terkadang aku lupa bahwa sikapku yang jelek selalu menyakiti dirinya.
Dia tidak mengeluh menemaniku meskipun dia tersakiti , akupun perlahan lahan mulai merasakan hatinya memang tulus mencintaiku.
Aku semakin lama semakin sadar , mungkin karna dia selalu ada untukku dan selalu di sampingku dalam kondisi apapun.
Aku tidak tau apakah perjuangannya merubahku mendapatkan hasil baik atau tidak , semua sudah di rencanakan allah .
Dengan semangat dan tekad yang kuat , aku mencoba mengalahkan diriku sendiri demi untuk dia yang selalu berjuang agar aku lebih baik.
__ADS_1
Jujur , aku sendiripun sulit untuk mengalahkan diriku , aku sudah terlalu jauh tersesat , begitu banyak dosa yang sudah ku perbuat . Tapi itu semua tidak membuatku menyerah aku terus berusaha meski godaan selalu datang dari mana saja .
Dia bilang setiap aku teringat atau pengen melakukan sebuah dosa , ingatlah aku yang selalu sabar dan berharap kamu berubah.
Kata kata itu selalu aku ingat untuk membantuku menghindari hal hal yang berbau dosa .
Akupun mulai rutin melakukan sholat meski terkadang ada juga yang tertinggal. tapi aku selalu berusaha membenarkan sholatku .
Siang hari, kami sempatkan bertemu sebentar sebelum kembali melakukan aktivitas masing masing .Aku mengajaknya makan bersama dan tentunya bercerita .
Waktu itu aku sangat kesal sama seseorang ingin segera aku menghabisinya dan membuatnya berlutut meminta maaf padaku .
Orang itu menyinggung perasaanku , dengan berkata " Tak mungkin manusia hina bersanding sama manusia mulia , pasti nanti akan berpisah " Begitulah kata orang itu .
__ADS_1
Waktu itu aku dalam keadaan marah mencoba tidak menghiraukannya dan menahan semua amarah dalam diriku.
Sampai sekarang setiap kali aku menahan amarah badanku akan panas dari atas sampai bawah seperti orang yang sedang sakit .
Lanjutku cerita , terus aku akhirnya mengalah dan istigfar sebanyak mungkin, dan kemudian amarahku mereda .
Lalu selesai bercerita , dia menjawab .
Bagus kamu telah melakukan hal benar , orang menghina dan merendahkan kita berarti ada sesuatu yang tidak mereka miliki dan itu ada pada diri kita .
Dia selalu memberikan saran yang positif dan membuat hatiku menjadi lebih baik .
Aku merasa sangat di dukung dan merasa di istimewakan oleh dia , mungkin ini pertama kalinya bagiku ada seseorang yang bisa menyentuh hatiku yg gelap sampai ke titik tergelap dan menyelamatkanku dari kegelapan ini.
__ADS_1
Selesai bercerita aku pun merasa lebih baik dari sebelumnya tentunya berkat dia yang selalu ada untuk menenangkan hatiku ini .Dia sudah seperti Rumah yang membuatku nyaman dan bahagia walaupun hanya menatap kedua bola matanya .
Kamipun segera pergi dan bermaksud untuk kembali ke aktivitas masing masing . Tak lupa aku mengucapkan terimakasih dan mencium keningnya .Dia pun sedikit tersipu malu ketika aku menciumnya dan dia pun segera pergi dan aku memandanginya dari kejauhan dan berkata " Ya allah terimakasih aku bersyukur bisa bertemu orang seperti dia " .