
Pagi ini aku berangkat kerja berdua sama asep , lalu hp ku berdering ada yang menelpon dan itu adalah ibuku.
"Hallo , kenapa bu ? " Tanyaku khawatir
"Adekmu , bikin ulah lagi , pusing ibu sama adekmu itu " Kata ibuku mengeluhkan prilaku adek laki lakiku.
"Ywdh , nanti aku coba bicara sama dia " Jawabku menenangkan ibuku .
Akupun jadi kepikiran tentang ibuku yang selalu mengeluhkan perihal adek ku , mungkin sedang masuk masa remaja jadi nakalnya keluar dan membuat orangtuaku jadi pusing . aku pun mencoba menelpon adekku namun tak pernah di angkat malah membuatku jadi emosi sendiri .
"Ah , Bangs*t " Teriakku Karena kesal .
"Knp kal ? masih pagi lo ini " kata asep yang kaget mendengarku .
"Ini sep , adek gw ngelunjak mulu sama orangtua" Jawabku .
Asep mencoba menenangkanku dan meredakan emosiku tapi terap saja aku yang kurang bisa mengontrol emosiku membuat mukaku terlihat kesal .
__ADS_1
Pagi itu tak sengaja aku bertemu dengan pacarku , dia menyapaku dengan hangat dan akupun tidak mempedulikannya karena aku sangat kesal waktu itu . aku pun berjalan melewatinya tanpa sepatah katapun .
Hpku berbunyi ada yang menelponku dan ternyata itu dia pacarku .
"Hallo , knapa?" Jawabku cuek
"Kamu knapa ? ada salah apa aku ? kok tadi kamu begitu ?" Tanya dia .
"Jgn ganggu deh skrng " Aku langsung mematikan telponku karena aku tak mau berdebat soal itu .
Itulah kekurangan sifatku yang mudah marah dan kadang melampiaskan ke orang yang tidak bersalah , aku juga ga tau kenapa aku bisa seperti itu , setelah beberapa saat aku pun menyesali perbuatanku .
aku mencoba menghubunginya tapi tidak ada balasan dan aku mencoba berbagai cara tapi tidak berhasil dan aku pun pasrah dengan hal itu .
Sampai keesokan harinya , aku tidak mendengar kabarnya dan sama sekali tidak menghubungiku , aku pun panik dan khawatir .
Aku mencoba bertanya pada seseorang yang mengenalnya dan menanyakan keberadaanya dan dia ternyata lagi di toko .
__ADS_1
Dengan cepat aku kesana untuk menemuinya . setelah bertemu dengannya dia tetap tidak mau bicara kepadaku dan melihat pun tidak. aku mencoba mendekatinya dan berbicara kepadanya dengan lembut .
"Maaf , aku ga bermaksud bikin kamu sedih , aku cuma lagi banyak pikiran " Jawabku.
Dia tetap diam dan mengeluarkan air mata dan aku pun langsung panik dan segera memeluknya dan terus menerus meminta maaf padanya .
Setelah menenangkannya , aku pun meninggalkannya karna aku harus buka toko pagi itu , tak lama setelah itu dia mengabariku dan bilang padaku untuk tidak mengulangi perbuatan seperti itu lagi .
Akupun menyesal dan meminta maaf terus menerus kepadanya , aku sedih melihat dia meneteskan air mata , tak ku sangka kata kataku menyakiti hatinya yang lembut .
Besoknya aku mengabarinya duluan , bikin kata kata dengan lembut dan bersikap lembut kepadanya , dan seiring waktu aku bisa melihat senyumnya lagi .
Setelah kejadian itu , aku mulai untuk merubah dan mengendalikan emosiku supaya tidak untuk terlalu di kuasai amarah.
Aku bertanya padanya " Lip , bagaimana cara menahan emosi yang tidak terkendali "
"Sholat dan istigfar " jawabnya .
__ADS_1
Setelah itu aku mencoba untuk setiap kali aku marah aku selalu mengambil wudhu dan segera untuk sholat dan memang hasilnya terbukti meredakan amarahku .
Dari dia lah mengajariku banyak hal dan membuatku kagum kepadanya sampai saat ini .