
Pagi itu aku bangun dan melakukan aktivitas seperti biasa dan bermaksud untuk segera berangkat bekerja .
Sepanjang perjalanan menuju tempat bekerja aku kepikiran sesuatu , akhir akhir ini aku sering merasa tidak nyaman bekerja di tempat aku biasa lagi , prilaku bos saya semakin hari membuat saya semakin muak dan menimbulkan emosi di dalam hati saya .
Setelah sampai tempat kerja , aku bermaksud untuk menjadikan hari ini , hari terakhir aku bekerja , tapi aku pikir pikir lagi aku tidak mempunyai uang dan kalo aku tidak mendapatkan pekerjaan bagaimana nasibku nanti ? ."Ah , masa bodohlah aku capek "! , Tak sengaja aku melihat gerombolan perempuan yang wajahnya tidak asing bagi saya .
Saya pun memanggilnya dan mendekatinya dan ya benar saya mengenali beberapa dari mereka , mereka adalah mantan mantan saya yang tidak mau saya sebutkan namanya disini .
Kamipun seakan reuni kembali bercengkrama seperti biasa saling menanyakan kabar bahkan saling menukar nomor ponsel .
Mantanku ini bertanya " Siapa pacarmu skrng " ? Tanya mereka .
"Ada ,kok si olip kataku , kalian mengenalnya " ?
" Kenal ga terlalu cman kami tau kok " Kata mereka .
"Kenapa lu mau sama dia ? apa yang lu liat dari dia? " Begitu kata mereka .
__ADS_1
"Udahlah , gw mau kerja dlu " Jawabku malas meladeni mereka .
Kemudian mereka pun berlalu dan aku tidak pernah mengontak mereka karena pertanyaan mereka telah membuatku tidak nyaman .
Kemudian siang hari , bos saya kembali marah marah tidak jelas dan membuat saya juga tidak tahan lagi .Kamipun saling adu argumen dan hampir melibatkan kontak fisik , Hal yang di permasalahkan sebenarnya tidak begitu serius cuman karena omset penjualan menurun akhir akhir ini dan dia menyalahkan kinerjaku , padahal aku bekerja seperti biasa tanpa mengurangi dan melebihi tanggung jawabku bekerja untuknya .
Kemudian akhirnya aku pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan dia pun yang lagi emosi tidak mempermasalahkan hal itu .
walaupun aku emang butuh pekerjaan , tapi kalo aku terlalu di injak aku juga lebih baik pergi meskipun nanti aku akan mendapat pekerjaan atau tidak .
Akhirnya dimas pun menghargai keputusanku dan dia pun juga merasa tidak enak kepadaku .
Setelah bertemu dimas , akupun segera menelpon pacarku untuk mengajak dia bertemu .
"Hallo , ke. tempat biasa ya , aku tunggu " Kataku.
"Oke " Jawabnya .
__ADS_1
Tidak membutuhkan waktu lama pacarku pun datang menemuiku dan kebetulan dia juga ada yang di bicarakan denganku .
"Aku juga ada yang mau di bicarakan "katanya dengan wajah serius .
"Oh , ywdh katakanlah " Jawabku mengizinkannya berbicara duluan .
"Tadi pagi aku ga sengaja melihatmu bersama beberapa wanita dan aku mendengar dia juga membicarakanku , maksudnya apa itu ? memang mereka lebih cantik dariku tapi aku juga tidak terima di gituin sama mereka " Katanya terlihat dari mukanya dia marah .
"Oh itu tidak usah di hiraukan , aku juga tidak terlalu peduli dengan omongan mereka , aku bersamamu saat ini memang inilah yang terbaik untukku saat ini " Kataku meyakinkan.
Selesai dia bicara panjang lebar dan aku berusaha menenangkan hatinya , akhirnya dia pun semakin bersemangat untuk tidak di remehkan wanita lain dan dia akan membuktikan dia bisa .
(Sebenarnya sikapnya inilah yang membuatku sangat mengaguminya , tapi sekarang dia melakukan itu juga ke orang lain ).
Akupun bahagia mendengar dia merasa lega dan bahagia kembali tanpa terlalu memikirkan omongan yang tidak berfaedah tersebut .
Aku yang tidak mau mengganggu moment bahagianya memilih untuk membicarakan masalahku kepadanya di lain waktu .
__ADS_1