
Besoknya sesuai seperti yang orangtuaku janjikan , Aku akan membicarakan tentang rencana mereka yang tidak memperbolehkanku kembali ke perantauan .
Orangtuaku duduk dan aku segera menghadap mereka , dengan muka yang tentu tidak dapat ku sembunyikan kekesalanku .
"Ayah ibu , kenapa aku tidak boleh kembali kesana " ? Tanyaku dengan tenang karena aku ingin tau apa alasan mereka mencegahku.
"Kal , kami berdua sudah tidak muda lagi , kamu sudah terlalu sering menghabiskan waktu di luar mulai dari kamu kecil , kamu sangat jarang berkumpul dan berkomunikasi dengan kami " Jawab ayahku pelan .
"Terus ? Apa hubungannya dengan itu yah ? " Kataku karena aku tidak mengerti .
"Kami ingin kamu disini menjaga adik adikmu dan mengajari mereka , kami hanya rindu berkumpul bersama anak anak , Apakah ayah
salah dengan itu ? ", Jawab ayahku yang kelihatan dari matanya berkaca kaca .
"Aku mengerti , tapi sekarang bukan saatnya aku untuk disini yah , Aku masih ingin mencari jati diri dan ada janji yang harus ku tepati yah " Jawabku .
__ADS_1
"Janji ? dengan siapa ? pacarmu ? Jawab ayahku dan menatapku dengan serius .
"Iya yah " Jawabku pelan tidak berani mengelak.
"Kami ini keluarganu , sedangkan perempuan itu hanya pacarmu , ayah harap kamu memikirkan ini semua , dan apapun keputusanmu ayah harap kamu tidak menyesal nantinya " Ucap ayahku sambil bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkanku .
Kemudian ibuku , menasehatiku " Pikirkan baik baik kal " Kata ibuku dan juga meninggalkanku .
Aku yang masih muda , binggung harus bagaimana menyikapi situasi ini , karena pada dasarnya aku hanya memikirkan diriku sendiri .
Egois memang tapi berperang melawan perasaan bukanlah perkara mudah .
" Lip , abg disini agak lama kira kira 1 bulan lip , gpp ya " ? kataku kepadaku olip
"Lamaaa bnget abg , olip kangeennn banget banget " Jawabnya sambil memasang muka sedih dan membuat hatiku luluh .
__ADS_1
"Abg mohon , abg harus memikirkan sesuatu 1 bulan ya please " Jawabku memohon kepada olip .
" Yaudah abg , tapi janji ya 1 bulan " Jawabnya sambil memperlihatkan kelingkingnya tanda kami berjanji dan aku pun melakukan hal yang sama .
Setelah mendapatkan waktu satu bulan , aku dari situ terus berpikir keras karena ini pilihan yang sulit untukku , aku tidak bisa memilih di antara itu .
Setiap hari aku mencoba berusaha melakukan yang terbaik selama aku di rumah , bersikap sangat baik kepada orangtuaku dan mengajari adik"ku banyak hal tentang kehidupan ini . Dan sesaat aku merasa bahagia karena melihat senyum ibuku , senyum yang jarang sekali aku lihat .
Tapi tetap hatiku tidak bisa bohong , seakan hatiku terus terusan di bisikan buat kembali kesana, mungkin karena janji yang telah aku buat .
Makin hari hatiku makin gelisah dan ga karuan , dan aku belum bisa memilih di antara 2 hal ini .
Aku yang selalu berusaha tegar , hingga pada suatu malam aku terbangun dari tidurku , kemudian aku duduk dan disanalah aku mulai menangis karena aku tidak bisa memilih di antara orangtua atau cinta . aku menangis seperti bayi kemudian tertidur kembali seperti bayi .
Hingga sampailah ketika mau memasuki 1 bulan , akhirnya aku memutuskan pilihanku .
__ADS_1
Aku terima semua resiko dan akibat dari pilihanku .
Karena aku yang masih kecil mungkin ini keputusanku yang salah dan egois , tapi aku dari dulu berprinsip "JANGAN MENYESAL DENGAN JALAN YANG KAMU PILIH ".