
Hari ini aku berencana akan mengatakan keputusan kembali ke jakarta atau tidaknya kepada kedua orangtuaku .
Seperti biasa aku mengajak mereka berbicara secara baik baik agar aku mendapatkan izin dari mereka .
"Ibu , ayah maaf bukannya saya gamau mendengarkan permintaan kalian , kali ini saya harus memilih sendiri dan saya sudah memutuskan untuk kembali ke jakarta " Ucapku kepada orangtuaku .
"Terserah kal , baik buruknya kamu yang jalani " Kata ayahku kemudian pergi.
Ibuku tidak bilang apa apa padaku beliau hanya menatapku dan aku tau itu tatapan kekecewaan begitupun ayahku pergi begitu saja sudah pasti mereka kecewa karena keputusanku .
Di balik keputusanku benar atau salahnya aku juga ga begitu mengerti mungkin karena aku jarang di rumah dan jarang dekat dengan keluarga membuatku kehilangan chemistry dalam keluarga ini .Aku yang pasrah dengan apa yang terjadi dan aku siap menghadapi segala resiko ke depannya .
Dengan berat hati aku pergi tanpa izin kedua orangtuaku dan aku lakukan ini semua demi sebuah janji pada seorang gadis yang menungguku .
Perasaan kacau gelisah semua kurasakan , aku tau ini egois tapi tetap saja aku lakukan aku hanya memikirkan diriku sendiri . Tapi mau bagaimana aku berada di posisi yang sulit .
Kemudian aku mulai membereskan pakaianku dan aku sudah memesan tiket pesawat tanpa sepengetahuan orangtuaku .
__ADS_1
Aku segera mengabari olip , mungkin aku akan berangkat besok dan aku kirim foto bukti tiket yang ada di hp ku kepadanya .
Dia terlihat sangat bahagia dan sudah tidak sabar menunggu kehadiranku , Mungkin waktu 1 bulan lebih ini begitu lama untuknya .
Tapi jujur aku tidak bisa menyembunyikan perasaan sedihku karena bikin orangtuaku kecewa tapi bagaimana lagi aku juga tidak ada pilihan lain , aku hanya berharap mereka bisa memaafkanku , yang aku takutkan adalah mereka nanti tidak memberi restu terhadap hubungan kami , dan aku begitu bodoh karena menggunakan olip sebagai alasan untukku kembali .
Siang hari aku sibuk dengan diriku sendiri , tak ada sepatah katapun keluar dari mulut orangtuaku kami hanya saling diam satu sama lain dan itu membuatku semakin tidak nyaman .
Aku kemudian berencana pergi keluar , segera aku menyalakan motor lalu berangkat yang gaada arah tujuan sama sekali .
Sepanjang jalan aku menaiki motor dengan pelan , udara yang berhembus sejuk suasana pedesaan yang begitu asri dan masih indah membuatku merasa sedikit baikan .
Aku pun mengambil hp bermaksud untuk menghubungi olip .
"Halo lip , abg lagi sedih lip " Ucapku kepadanya .
"Kenapaa abg ? , sedih ketemu olip ? " Jawabnya .
__ADS_1
" Bukan abg cuma sedih aja " Jawabku tak mau menjelaskan permasalahanku karena pasti nanti dia jadi merasa bersalah .
Kami cukup lama menelpon membahasa masa depan , ketemu nanti mau di beliin ala dan banyak hal lainnya dan dia terdengar begitu bahagia sekali . Kemudian aku bertanya satu hal kepadanya .
" Lip , kalo orangtua melarang nih , tapi olip gaada pilihan lain selain membantahnya , gmana lip "? Ucapku .
"Olip tetap nurutin orangtua abg , emang abg knapaa kok bertanya seperti itu ?" Dia terdengar seperti khawatir tentang keadaanku .
" Ga lip , adik abg sering bantah orangtua abg " Ucapku berbobohong supaya dia tidak berpikiran macam macam .
Kemudian selesai menelpon aku tetap sendirian menunggu terbenammnya matahari , seiring terbenamnya matahari membuat hatiku di landa kesedihan .
Benarkah ini jalan dan pilihan yang harus ku lalui , bagaimana nanti orangtuaku tidak memaafkanku , apa aku anak durhaka ?.
Terlintas begitu banyak pertanyaan di kepalaku , Jujur aku takut nanti terjadi sesuatu hal yang tidak baik karena aku sudah mengecewakan kedua orangtuaku , Dan aku sangat egois tidak memikirkan perasaan mereka .
Tapi karena aku sudah berjanji aku juga tidak bisa mengabaikan janjiku begitu saja .
__ADS_1
MAAF AYAH IBU ANAKMU TIDAK PUNYA PILIHAN :')