
Hari ini aku menelpon kedua orangtuaku , aku memberitahu mereka bahwa aku akan segera pulang , nanti ku kabari lagi detailnya kapan aku bisa pulang karena aku harus berbicara dulu kepada bosku tempat bekerja dan harus mengatur jadwal keberangkatan.
Dan akhirnya orangtuaku pun mengerti dan mau menungguku untuk pulang . Setelah itu aku mulai mencari kapan aku bisa membicarakannya sama olip , aku takut nanti dia tidak bisa hubungan jarak jauh ini dan sebagainya , Banyak sekali pikiran pikiran negatif menghampiriku setiap detiknya .
Akhirnya , aku yang di landa kebimbangan mulai mempengaruhi sikapku yang akhir" ini menjadi sedikit berbeda , aku mulai sering melamun kadang temanku melihatku ngobrol sendiri ahahah tapi aku ga gila kok .
Kemudian malamnya aku dan olip bertemu dan biasalah aku selalu mengantarnya pulang memastikan dirinya selamat dan aman tentunya , Sepanjang perjalanan aku mulai bercerita banyak hal mengenai bagaimana hariku dan hatiku yang sedang resah , Olip pun menanyakan apa yang terjadi padaku sehingga membuat hatiku resah .
Akupun tidak mau melanjutkannya karena ini bukan waktu yang pas untuk membicarakan ini semua . Aku akan mencari waktu yang paling pas untuk mengatakannya .
Sesampai di rumahnya seperti biasa kami saling berciuman tangan layaknya istri yang menyambut suaminya hahaha .
__ADS_1
Kemudian setelah dia masuk ke rumah , aku segera pulang , tapi sebelum itu aku menelpon dimas dan berjanji bertemu di suatu tempat karena aku ingin meminta saran dan pendapatnya dan aku pun segera menelpon dimas .
"Mas , ke tempat biasa nongkrong yuk , gw mau curhat nih " Ucapku .
"Oteeeweeee " Jawab dimas .
Sesampai di tempat yang di maksud , aku segera duduk dan memesan minuman , sembari menunggu pesanan aku merogoh kantong dan mengeluarkan sebungkus rokok , aku merokok supaya membuatku lebih tenang dalam menceritakan masalahku kepada dimas .
"Kal , masalah keluarga itu penting , masalah lu kasihan sama olip itu juga penting , tapi lu harus tau mana yang harus di wajibkan dan mana yang harus di sunahkan , kalo urusannya keluarga itu wajib kal , lu ga boleh tidak peduli dengan keluarga lu seburuk apapun keluarga lu , keluarga lu adalah tempat lu kembali juga nantinya kal " Ucap dimas sambil meminum kopi dan menghisap rokok .
Aku pun berpikir sejenak , Memang yang di katakan dimas itu tidak ada yang salah , tapi mungkin aku yang egois mementingkan kepentingan diriku sendiri . Kemudian aku menanyakan bagaimana cara aku bilang ke olip .
__ADS_1
"Mas , gmana caranya gw blang ini ke olip mas " Tanyaku serius sambil menatap dimas .
" Bilang aja terus terang kal , jangan bertele tele , lurus aja udah lu blangnya , jika dia emng sayang cinta sama lu pasti dia akan mengerti , Kan dia punya keluarga juga , Jadi tau dong betapa pentingnya klo sudah menyangkut masalah keluarga " Jawab dimas dengan penuh keseriusan .
"Okelah , nanti gw blang secepatnya mas , tapi lu bantu gw nanti ya menjelaskan padanya " Jawabku sembari meminta bantuan ke dimas .
"Oke , siap ntr gw yang bantu jelasin supaya olip mengerti kal " Balas dimas dan kemudian kami berdua bersenda gurau becanda dan tertawa .
Sehabis itu kamipun berdua pulang , Langit malam ini sedikit suram dan hembusan angin terasa dingin .
Sepanjang perjalanan pulang , aku mengumpulkan niat dan keberanian untuk segera membicarakan masalah ini kepada olip , Apalagi dimas sudah ada yang membantuku .
__ADS_1