
Sehari sebelumnya , aku yang habis dari rumahnya mulai memikirkan yang aneh aneh , karena dia tidak segera memperkenalkanku kepada orangtuanya karena aku sudah sangat
ingin menemui orangtuanya .
Pikiran negatifku pun muncul , " apa aku tidak layak di perkenalkan ke orangtuanya ? apa dia malu bersamaku ?" pertanyaan seperti merasuki kepalaku dan sangat membuatku tidak nyaman .
Aku yang tidak terlalu bisa mengendalikan amarahku mencoba untuk menghubunginya untuk mendapatkan alasan yang jelas .
"Lip , ntr ketemu ya " Pintaku .
"Iya abg " Jawabnya .
Kemudian kami pun bertemu , aku memang tidak pandai menyembunyikan sesuatu , selalu kelihatan saat aku sedang marah atau sedih . Akupun mulai pembicaraan dan menanyakan alasannya kenapa tidak mau mengajakku menemui orangtuanya dan bilang bahwa hal itu membuatku tidak nyaman setiap harinya .
Olip pun menjelaskan , bukannya karena dia tidak ingin cuman masih belum waktunya aja katanya .
Jawaban yang aku terima membuatku merasa sedikit tidak puas dan itu tidak membuatku tenang . Dan aku yang sudah kesal kemudian membentaknya .
"APA KAMU MALU DENGAN AKU YANG SEPERTI INI ? JUJUR SAJA KALAU KAMU MEMANG BEGITU YA KITA GA USAH DI LANJUTIN" Kataaku sambil memarahinya .
__ADS_1
Olip pun yang kaget berusaha membuatku tenang .
"bukan begitu , nanti akan aku kenalin kamu , aku maunya kamu cowo terakhir yang aku kenalin , aku gamau terus gonta ganti cowo untuk di kenalin ke orangtuaku , aku punya kenangan buruk sama mantanku" Jawabnya sedikit sedih karena dia hanya ingin memastikan aku yang jadi cowo terakhir untuk di kenalkan ke orangtuanya.
Akupun yang juga ga tega melihat dia sedih , akupun segera memeluknya dan meminta maaf atas perlakuanku tadi .
"Bukan maksudku , untuk membentakmu aku hanya ingin menunjukkan aku tidak main main dalam hal ini " Kataku sambil memeluknya .
Kemudian setelah mendapat jawaban yang membuatku tenang , aku pun tidak lagi cemas akan hal itu , aku hanya perlu bersabar dan mungkin dia juga butuh waktu untuk itu , aku mencoba mengerti keadaan dan kondisinya .
Lalu , untuk mengalihkan pikirannya dari pembicaraan tadi , aku mencoba kembali menanyakan kapan kita akan pergi liburan.
"Nanti ya abg , gajian aja biar enak kan sama sama banyak uang nanti " Katanya tapi tetap dengan muka yang sedih .
Aku pun memeluknya kembali dan meminta maaf kembali , mungkin aku kasar dan itu membuatku menyakiti perasaannya . Dia pun dengan sabar memaafkanku dan bilang jangan selalu di kuasai oleh emosi .
Kemudian , aku mengajaknya makan siang .
"ywdh makan yuk lip , abg traktir " Kataku .
__ADS_1
"yuk abg " katanya .
Kami pun makan bersama , dan aku tetap berusaha menghiburnya supaya tidak sedih lagi atas perlakuanku dan melembutkan sikapku kepadanya , karena dia karakternya sangat manja seperti anak anak dan dia memiliki hati yang lembut bagaikan kapas .
Aku terus mengombalinya dan bersikap manja kepadanya , dia pun terlihat sangat bahagia dan senang karena aku memperlakukannya begitu lembut penuh kasih sayang .
Setelah hatinya menjadi lebih baik , aku pun dan dia pergi untuk melanjutkan aktivitas masing masing .
Diapun menatapku dan tersenyum pertanda dia telah melupakan kesalahanku .
Aku membalas senyumannya , karena dia suka sekali saat melihat aku tersenyum karena ada lesung pipinya .
Katanya itu manis , walau aku sebenarnya tidak memperdulikan hal itu .
" Ywdh lip , abg mau lanjut kerja dlu ", Ucapku sambil bermaksud untuk segera bekerja .
"iya abg , semangat ya kerjanya " Balasnya mencoba untuk membuat bahwa aku berharga di hidupnya .
Mungkin nanti , pertengkaran kecil , sikap manjanya, dan perhatiannya yang akan membuat aku kangen suatu hari nanti .
__ADS_1
Dan dia wanita terbaik yang pernah aku temui .