
Hari ini aku sudah memutuskan untuk segera mengatakan kepada olip dan sudah ada dimas yang membantuku dan sepulang kerja nanti aku akan berterung terang kepadanya , apapun yang terjadi ya aku sudah mempersiapkan diri karena mungkin saja dia ingin mengakhiri hubungan ini karena tidak mau berjauhan , ah pikiranku kacau aku memikirkan banyak hal negatif dan buruk .
Sepanjang hari menanti malam aku gelisah ragu dan begitu resah , hatiku ga karuan perasaanku ga karuan . aku beberapa kali merasa cemas khawatir yang berlebihan.
Sore menjelang malam , aku berpamitan kepada bosku dan teman temanku disini , aku tidak memberitahu mereka kapan aku balik lagi , karena aku juga tidak tau mau berapa lama aku disana .
Malam harinya , aku bertemu dimas , aku memang memintanya untuk menemaniku untuk menjelaskan kepada olip supaya olip mengerti kondisi dan keadaan yang aku alami .
Akhirnya malamnya aku meminta olip untuk bertemu denganku , dan akhirnya bertemulah kami tapi dengan suasana yang serius dan dia pun juga merasa tidak nyaman .
"Kenapa abg ? kayaknya ada yang penting ", Katanya sambil mendekatiku .
__ADS_1
"Iya , emng ada sesuatu yang penting " Kataku sambil memegang kedua tangannya .
Akupun menjelaskan panjang lebar tentang aku harus pulang dan aku akan berjanji akan kembali lagi ke sini , aku akan datang lgi , olip yang berada hanya bisa mengeluarkan air mata seakan ga percaya , dia begitu terpukul akan kenyataan yang terjadi , aku terus menerus berusaha membuatnya tenang , tetap saja dia terus menangis , Lalu kemudian dimas mencoba membuat dia tenang dan meyakinkan bahwa pasti aku akan kembali lagi nanti suatu saat nanti . Akhirnya setelah sekian lama menangis olip bertanya .
"Kapan "? Hanya itu yang keluar dari mulutnya dengan suaranya yang serak karena sedang menangis .
" 2 hari lagi " Jawabku sambil tetap memeluknya .
"Iya lip iya " Jawabku sambil mengusap air mata di pipinya yang terus mengalir deras .
Malam ini aku masih merasakan hangat tubuhnya , masih ingat dalam kepalaku dia menangis tersedu sedu karena mengetahui kepergianku . dan dia begitu terpukul , Entah apa yang di rasakannya waktu itu , aku juga mungkin merasakan hal yang sama dengannya .
__ADS_1
Setelah itu , kami mengantarnya pulang , dalam perjalanan tidak berbicara sepatah katapun suasana menjadi hening dan suram , Langitpun ikut mendung seakan ikut bersedih menyaksikan bahwa sebentar lagi kami akan berpisah . Dalam laju motor aku memikirkan semua ini , perlahan air mataku mengalir di pipiku , tapi aku tidak ingin terlihat sedih di depannya , dan aku harus tegar , dan aku sudah berjanji padanya untuk akan pasti kembali lagi ke sini dan menemuinya dan memulai kisah kita yang tertunda .
Setelah sampai di rumahnya , aku berpamitan kepadanya , dan dia masih terlihat menangis , dalam tangisnya dia memelukku sangat erat dan menyuruhku berjanji untuk kembali .
"Abg , janji harus balik lagi " Katanya sambil tetap menangis dalam pelukanku .
"Abg pasti balik lagi lip" Jawabku , air mataku berkaca kaca melihat dia bersedih dan aku tak tega sama sekali seakan aku menusuk diri sendiri rasanya , SAKIT SEKALI .
Kemudian , aku berpamitan lagi untuk pulang dan melepaskan pelukannya , aku tetap berusaha tegar di hadapannya dan tak mau menunjukkan sebenarnya hatiku hancur .
Kemudian dia masuk rumahnya , selesai dia masuk dan menutup pintu , aku tak tahan menahan tangisku , aku ingat menangis seperti bayi malam itu .
__ADS_1