Cincin Ajaib Raja

Cincin Ajaib Raja
Misteri


__ADS_3

"Nenek.. nenek.." Panggil Reno. Nenek itupun menghilang tanpa jejak. Reno melihat cincin yang ditangannya kemudian memakainya. Mata Reno berbinar, " Wah.. benarkah ini tempat yang tadi" terlihat disekeliling Reno Pohon pohon dan bunga-bunga yang sangat indah. Reno tak percaya dengan apa yang dia lihat, "Jelas-jelas tadi tempat ini hanya dikelilingi rumput hijau" Kata Reno sambil mengusap matanya, seketika dia ingat tentang cincin di jarinya. Reno membuka cincin di jarinya dan pemandangan itupun berubah menjadi lapangan penuh rumput hijau. Reno terheran "Mungkinkah ini cincin Ajaib" kata Reno sambil menatap cincin itu. Iya teringat kata nenek tentang menjadi Raja. Dengan kebingungannya Reno menggunakan kembali cincin tersebut, seketika sekelilingnya berubah menjadi pemandangan yang sangat indah. Iya terus berjalan hingga terlihat sebuah kolam yang sangat indah, "Apakah ini kolam ajaib itu?" katanya dalam hati. Iyapun masuk ke dalam kolam dan berenang hingga terlihat sebuah pintu di pinggir kolam. "Pintu apa ini? Sangat misterius" iya bertanya dalam hati. kemudian dia mencoba membuka pintu tersebut. Pintu itu tak bisa terbuka."Susah sekali dibuka, pintu apa ini?" gumamnya dalam hati. Iya memerhatikan pintu tersebut dan terlihat sebuah benda yang bercahaya. "Apa ini?" kata Reno. "Sepertinya permata ini sama dengan permata yang ada cincin ajaib" kata Reno. Reno mendekatkan cincinnya kearah permata tersebut, lalu terlihat sebuah pintu yang terbuka. "Wah... Ada sebuah kamar, kok bisa ada kamar di dinding kolam dan tidak basah, bahkan airnya tidak masuk melewati pintu, sungguh ajaib" kata Reno sambil berjalan menuju kamar tersebut. Baru melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar pintu itupun menghilang berubah menjadi sebuah dinding."Apa yang terjadi? kemana pintu tadi" kata Reno sambil mencari pintu yang dilewatinya tadi. Reno melangkah menuju lemari yang ada di kamar tersebut. "Baju-baju apa ini? Bagaimana cara memakainya?" gumam Reno dalam hati. Reno menutup lemari tersebut dan melihat dinding-dinding kamar tersebut tampak sebuah lukisan yang sangat familiar. "Bagus sekali lukisan ini, seperti pernah lihat" kata Reno sambil mengingat wajah siapa yang dilukisan itu. Setelah beberapa detik,"Kenapa wajahku sangat mirip dengannya?" kata Reno. Kemudian seseorang mengetuk pintu kamar, Reno kaget tiba-tiba ada pintu lain dikamar itu, "Siapa itu?" kata Reno. "Hamba, Rio Raja" kata panglima perang selaku tangan kanan Raja Awan yaitu Rio. "Masuklah" kata Reno. Rio pun masuk dan hormat kepada Reno,"Ampun Raja, hari ini Ibu Ratu memaksa ingin bertemu, katanya ada yang melihat jasad raja di air ajaib beberapa hari yang lalu" kata Rio. "Siapa kamu?" tanya Reno bingung. "Saya Rio panglima kerajaan Awan tangan kanan Raja Reno" kata Rio. Reno terheran "kenapa nama Raja Awan sama dengan namanya" kata Reno dalam hati. Rio kembali bertanya pada rajanya, "Ampun Raja, apakah tidak sebaiknya raja bersiap-siap untuk mengunjungi istana Ibu Ratu?"."Baiklah bantu aku menggunakan pakaian kalian" ucap Reno masih ragu-ragu. "Baiklah Raja, saya akan memanggil beberapa pembantu kemari untuk membantu Raja bersiap" kata Rio. "Jangan, cukup ajari saya cara menggunakan pakaian ini, saya ingin menggunakannya sendiri" kata Reno. Rio mengajari Rajanya menggunakan pakaian mereka. Reno mencoba pakaian Raja dan terlihat sangat mirip dengan yang ada di lukisan. Reno berkata pada Rio, "Siapa yang melihat mayat yang mirip denganku, bawa mereka kehadapanku". "Baik yang mulia" kata Rio. Reno masih dalam kebingungannya dan ingin bertanya banyak hal tetapi dia tidak ingin Rio curiga bahwa dia bukanlah Raja Awan yang sebenarnya, karena kemungkinan Raja Awan yang sebenarnya telah meninggal. "Temani saya berkeliling di tempat ini" kata Reno ingin mempelajari tempatnya berada saat ini. "Baik yang mulia" kata Rio berjalan dibelakang Rajanya.


__ADS_2