
Setelah menikmati makan malam, Reno dan Pangeran Dion undur diri agar Putri Dewi Angin dapat beristirahat. Merekapun meninggalkan Istana Mawar diikuti oleh semua pengawalnya termasuk Rio dan Reza. Di perjalanan menuju istana Pangeran Dion meledek Raja Reno. "Kanda.. sepertinya kanda menyukai Putri Dewi Angin," ucap Pangeran Dion. "Sudah sudah, jangan bertanya apapun," ucap Reno memerah sambil tersenyum. " Tu kan, kanda tak bisa berbohong, hihihi," ucap pangeran Dion. Merekapun tiba di istana Mewar dan lansung menuju tempat kamar masing-masing. Di kamar Reno masih mengingat kecantikan Putri Dewi Angin yang tak lain adalah Dewi perempuan yang ingin dia ditemuinya. "Aku ingin menjadikannya Permaisuri Kerajaan Awan", ucap Reno di dalam kamar. Reno tersenyum sendiri sambil mulai membaca beberapa buku kerajaan yang ada di ruang belajarnya. Di istana mawar Isabella mengajak Putri Dewi Angin untuk tidur bersamanya. "Kanda Dewi, maukah engkau tidur bersamaku? aku sudah lama ingin memiliki seorang kakak perempuan," ucap Isabella polos. "Baiklah, kau juga boleh menggapku kakakmu dan panggil saja aku Dewi," ucap Putri Dewi Angin. "Benarkah, Terima Kasih, kanda, kalau begitu panggil aku Bella," ucap Putri Isabella dengan semangat sambil memeluk Putri Dewi Angin. Merekapun berjalan menuju kamar Putri Isabella. "Indahnya," ucap Putri Dewi Angin setelah tiba di kamar Putri Isabella. "Jika kau suka di sini kau bisa tinggal di kerajaan Awan sebagai kakakku dan kau tau, Aku tidak pernah melihat kanda Reno begitu tertarik dengan seorang perempuan," ucap Putri Isabella. Putri Dewi Angin tersenyum karena dia juga bingung dengan sikap Reno sahabatnya yang ternyata adalah Raja kerajaan Awan. "Baiklah, mari kita istirahat," ucap Putri Dewi Angin yang sudah tak tahan ingin berbaring karena badannya sudah lelah di perjalanan yang memakan waktu hampir 2 hari. Merekapun tertidur dengan Pulas. Keesokan paginya Reno bersiap menuju Istana Mawar dengan membawa sebuah pakaian berwarna biru dimana pakaian ini hanya digunakan khusus untuk keluarga kerajaan dan biasanya di gunakan oleh Ratu, Permaisuri ataupun Putri di kerajaan Awan. Pangeran Dion yang melihat Raja Reno yang penuh semangat berkata, "Kanda, mau kemana? kalau mau ke istana mawar saya ikut soalnya pengn bertemu dengan dinda Isabella," ucap pangeran Dion. "Baiklah, nanti disana kau ajak adikku berjalan-jalan dan jangan lupa ingatkan adikku untuk berdandan yang cantik di pesta Ulang tahunnya nanti malam," ucap Reno pada Pangeran Dion. Mereka pergi menuju Istana Mawar di ikuti oleh Rio dan Reza serta beberapa pengawal Raja. Di perjalanan ada beberapa Putri dari beberapa kerajaan yang berjalan-jalan mengelilingi istana holly yang tak jauh dari istana Mawar. Mereka melihat Raja Reno dan Pangeran Dion yang sama-sama tampan dari kejauhan dan berharap dapat dilihat oleh Raja Reno. Tak jarang dari beberapa Putri membicarakan tentang Putri Dewi Angin yang disambut dengan sangat meriah yang membuat banyak putri menjadi iri kepada Putri Dewi Angin. "Yang Mulia memasuki Istana," ucap prajurit yang berjaga dan semua orang memberi hormat. "Dinda, dimana Putri Dewi Angin?," tanya Reno. "Lagi sebentar Kanda Dewi akan Turun," Jawab Isabella. Putri Dewi Angin turun dan menghampiri Reno dan Pangeran Dion. "Hai, Ada apa mencariku?," ucap Putri Dewi Angin. "Dewi ini untukmu," ucap Reno menyodorkan sebuah kotak berwarna biru. "Apa ini?," ucap Putri Dewi Angin. "Bukalah," ucap Reno. Putri Dewi Angin membuka kotak biru itu yang ternyata isinya pakaian. "Wah.. Cantik sekali, apakah ini untukku?," tanya Putri Dewi Angin. "Iya, itu untuk Putri yang paling cantik yang pernah aku temui," Ucap Reno sambil tersenyum. "Yah.. Curang.. kan yang ulang tahun dinda, kenapa dinda gak dapat hadiah dari kanda?," tanya Putri Isabella sambil memanyunkan mukanya. "Dinda sayang, hari ini dinda juga dapat hadiah dari kanda bahkan ada hadiah juga dari pangeran Dion," ucap Reno menjelaskan sambil memberikan sebuah kotak yang berisi perhiasan yang di belinya di daratan suku angin. "Wah... kanda cantik sekali, Terima kasih," ucap Putri Isabella sambil memeluk kakaknya. "Dinda Isabella, ini hadiah dari kanda," ucap pangeran Dion memberikan sebuah kotak yang berisi sebuah gaun dan kalung berwarna merah yang berasal dari kerajaan manggada. "Kanda, bukannya ini khusus untuk anggota kerajaan Manggada?," tanya Putri Isabella ke pangeran Dion. "Benar," siapa tau dinda ingin tinggal di manggada bersama kanda kelak," ucap pangeran Dion malu-malu. "Terima kasih kanda, nanti malam aku akan menggunakannya di pesta ulang tahhunku," ucap Putri Isabella. "Dewi ku harap kau juga menggunakan pakaian yang ku berikan ini untuk pesta nanti malam," ucap Reno. Tanpa mereka sadari ternyata Ratu Angin selalu memperhatikan semua tingkah Raja dan Putri kesayangannya. Di istana Holly semua persiapan pesta ulang tahun Putri Isabella sudah siap dan para putri dari berbagai kerajaan sudah menyiapkan pakaian dan aksesoris kebanggaan mereka masing-masing. Tak terasa hari sudah mulai malam. Pesta pun hampir dimulai. "Putri Ambar dari kerajaan Bagdad memasuki Ruangan, Putri Tiya dari kerajaan Suri memasuki ruang, Putri Citra dari kerajaan Hastina memasuki ruangan, Putri Jasmin dari kerajaan Pilip memasuki ruangan, Pangeran Dion dari istana manggada memasuki ruangan, Pangeran Carles dari kerajaan Berlin memasuki ruangan, Raja Has dari kerajaan Bagdad memasuki ruangan, Ratu Angin memasuki Ruangan," Ucap prajurit istana yang memberi tahu setiap kehadiran tamu yang mereka undang. "Yang Mulia memasuki ruangan," ucap prajurit dan semua orang hormat padanya. "Putri Isabella dan Putri Dewi Angin memasuki ruangan," ucap prajurit yang berjaga. Mereka duduk ditempat yang telah di siapkan. Isabella duduk disamping kiri Raja Reno dan Putri Dewi Angin Duduk di samping kanan Raja Reno, Ratu Angin duduk disamping Putri Dewi Angin. Putri Dewi Angin sangat gugup duduk di dampingi Raja dan Ratu sementara semua orang melihatnya. "Bunda, apa ada yang aneh denganku," tanya Putri Dewi Angin. "Tidak, semua orang iri dengan Putriku ini," ucap Ratu Angin. "Oww iya, bunda ada salam dari Ibunda Ratu supaya Bunda sering berkunjung ke kerajaan Angin," ucap Putri Dewi Angin yang membuat Ratu Awan sangat bahagia bahwa lamarannya untuk Raja Reno di terima asalkan Putri Dewi Angin Setuju. Ratu Angin yang mengerti isyarat yang di berikan oleh adiknya lansung inisiatif untuk membuat Putri Dewi Angin semakin nyaman tinggal di kerajaan Awan. Pestapun dimulai, banyak tarian dan makanan khas kerajaan Awan semua di tunjukkan dan di hidangkan. Tiba pada Acara ini yaitu Dansa, Reno berdiri dan mengajak Putri Dewi Angin untuk berdansa. Semua yang melihat mereka berdansa mengatakan bahwa mereka sangat serasi dan sangat senang melihatnya tapi bagi Putri yang suka dengan Raja Reno sangat kesal melihatnya. "Dewi kau sangat cantik," ucap Reno sambil berdansa dengan Putri Dewi Angin. Putri Dewi Angin memerah dan mengatakan," Terima Kasih". "Dewi aku mencintaimu sejak pertama kita bertemu di kolam ajaib," ucap Reno. Putri Dewi Angin bingung dengan perasaannya tetapi dia sangat nyaman berada di dekat Reno. Semua tamu undangan juga ikut berdansa dengan pasangan mereka masing-masing. Putri Isabella berdansa dengan Pangeran Dion. Melihat Raja dan Putri sangat bahagia Ratu Angin tersenyum karena rencananya untuk menjodohkan mereka hampir berhasil. Acarapun selesai semua orang kembali kekamar mereka masing-masing. Sebelum Putri Dewi Angin pergi, Reno menarik Putri Angin ke arahnya dan berkata ," Maukah kau menjadi Permaisuriku?," ucap Reno dengan penuh harap. Putri Dewi Angin tampak malu-malu dan tersenyum. Reno memeluk Putri Dewi Angin karena iya tahu bahwa senyum itu artinya iya. "Terima kasih, aku mencintaimu," ucap Reno. Reno mengantar Putri Dewi Angin kembali ke istana Mawar dan setelah sampai ia lansung pamit untuk kembali ke kerajaan Mewar untuk beristirahat.