
Di istana Mewar Reno bertanya banyak hal kepada Rio hingga sore hari dan prajurit utusan putri Isabella menghadap Raja, " Hormat yang mulia, Putri Isabella menunggu di lapangan memanah kerajaan mawar"."Baiklah, siapkan kuda, jangan buat dinda Isabella menunggu terlalu lama," perintahnya pada Rio. Rio bergegas meminta prajurit untuk menyiapkan kuda-kuda untuk yang mulia Raja tunggangi dan dirinya serta sepuluh prajurit terbaiknya untuk pergi ke istana mawar. "Apa yang disukai dinda Isabella ?", tanya Reno pada Rio. "Mawar dan Coklat yang Mulia" jawab Rio. "Ternyata semua perempuan rata-rata suka mawar dan coklat" kata Reno dalam hati. "Siapkan semua kesukaannya dalam sepuluh menit" perintah Reno pada semua dayangnya. "Baik yang mulia" kata para dayang. Reno, Rio dan prajurit-prajurit dibelakangnya bergegas menuju keluar istana dengan membawa semua kesukaan adiknya dan didepan istana mewar terlihat sebuah kereta kuda lengkap dengan kusir kudanya dan beberapa kuda yang memang akan mengiringinya. Jarak antara istana mewar dan istana mawar sekitar lima ratus meter jadi tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai istana mawar. "Sesuai dengan namanya istana mawar dipenuhi oleh bunga mawar yang sangat indah, ada berbagai jenis bunga mawar di istana ini, sangat luar biasa" kata Reno dalam hati. "Raja memasuki Istana" ucap prajurit yang bertugas. "Kanda.., kenapa lama sekali" ucap Isabella lansung berlari menuju kakaknya sambil menarik tangan kakaknya. "Maaf ya adinda, kanda terlambat", ucap Reno. "Tidak apa-apa" jawab Isabella. "Kanda bawa hadiah untuk adinda yang paling cantik" ucap Reno dengan senyuman menganggap bahwa Isabella adalah adik kandungnya. "Hadiah apa kak?" tanya Isabella. "Mawar dan Coklat untuk Tuan Putri yang paling cantik dan paling cerdas di Kerajaan Awan" ucap Reno sambil memberikan Coklat dan Mawar yang di bawanya untuk adiknya. "Dinda, mau tidak ajak kanda berkeliling di istana ini?" tanya Reno pada Isabella. "Bisa kanda" jawab Isabella penuh semangat. "Ow, iya Ibunda kemana dinda?" tanya Reno pada Isabella. "Tadi bunda bilang akan ke kerajaan Angin mungkin satu minggu lagi baru kembali" jawab Isabella. "Ibunda mau ngapain kesana?" tanya Reno kembali ke Isabella. " Entahlah kanda, tapi sepertinya Ibunda ingin menemui seorang putri dari kerajaan Angin, Dia terkenal sangat cantik, cerdas, bijak sana dan suka membantu rakyat, dia biasanya sering keluar istana untuk membantu rakyatnya, dia anggun tapi dia pintar bela diri kalau tidak salah namanya Putri Dewi Angin", jawab Isabella panjang lebar. "Sudahlah kenapa memuji seseorang yang tidak pernah ditemui dinda. Dimata kanda dinda adik yang paling cantik, anggun, cerdas dan bijaksana", ucap Reno. "Terima Kasih, kanda" Isabella Tersenyum karena pujian kakaknya. "Ayo, kita berkeliling lagi kanda", ajak Isabella. "Mari", jawab Reno. Setelah lama berkeliling dan bersenda gurau dengan Isabella, Reno melangkah ke lapangan memanah dan mengajari adiknya memanah. Setelah satu jam berlatih memanah Isabella berkata, " Kanda, Istirahat dulu, capek..". "Baiklah, adinda istirahatlah dulu kanda ingin berlatih pedang" ucap Reno. "Rio ..kemari.. Ajari saya bermain pedang", ucap Reno. "Mohon Ampun yang Mulia, di istana kita tidak ada yang bisa menandingi kelihaian yang mulia saat menggunakan pedang, Hamba tidak pantas mengajari yang mulai menggunakan pedang", ucap Rio dengan hormat. "Saya lupa cara menggunakan pedang dan Rio adalah kepercayaan saya yang bisa mengajari saya berlatih pedang mulai dari dasar, ini perintah", ucap Reno tegas. "Baik yang Mulia" ucap Rio. Reno yang dari dulu ingin berlatih pedang tetapi selalu dimarahi orang tuanya kini sangat bersemangat berlatih pedang bersama tangan kanannya. Setelah selesai berlatih Reno berkata pada Isabella, " Dinda, kanda pulang dulu ya, kalau ada apa-apa lansung hubungi kanda". "Baik kanda" ucap Isabella. "Istana Mawar sangat indah, dinda jaga dengan baik ya", ucap Reno. "Siap kanda" jawab Isabella. Reno, Rio dan prajurit-prajurit yang bersamanya datang ikut kembali ke istana Mewar.