
Reno, Rio dan pengawalnya memasuki hutan dengan menggunakan kuda di perjalanan kuda Reno menginjak sebuah bambu runcing yang membuat kuda itu berlari memasuki hutan meninggalkan Rio dan pengawalnya dibelakang, karena kuda tidak dapat dikendalikan Reno melompat dari kudanya. Tidak jauh dari tempatnya melompat terdengar suara air yang mengalir, Reno mulai berjalan menuju suara air tersebut. Tak sampai lima belas menit dia sampai di depan kolam ajaib. "Bukankah ini kolam ajaib yang ada di tempat wisata itu?" ucap Reno. Belum sempat terjawab pertanyaannya dia kaget melihat rambut seorang perempuan keluar dari dalam kolam ajaib, dia melihat perempuan yang sangat cantik bahkan lebih cantik dari paras adiknya Isabella. "Sangat Cantik, seperti peri", ucap Reno. Setelah beberapa lama memperhatikan perempuan tadi, Reno memutuskan untuk ikut berenang di kolam ajaib itu. Reno masuk ke kolam ajaib dan dalam sebentar sudah berada di depan perempuan tadi. "Hai, cantik.. Apa saya bisa menjadi sahabatmu?" tanya Reno pada perempuan itu. Perempuan itu tak menjawab. "Saya Reno, namamu siapa?" tanya Reno. Perempuan itu tersenyum dan menjawab "Saya Dewi". "Dewi apakah kamu mengenal tempat ini? " tanya Reno. "Tempat ini adalah tempat yang sering saya kunjungi karena lumayan dekat dengan tempat tinggal saya", Jawab Dewi tanpa memberi tahu bahwa dia adalah Putri Dewi dari kerajaan Angin. "Dengan siapa kau kemari, bukannya tempat ini sedang tidak aman saat ini?", tanya Reno kwatir. Melihat ekspresi sahabat yang baru dikenalnya itu Dewi tertawa. "Tenanglah, saya sudah biasa kemari, bukankah akan lebih baik jika kau mengkwatirkan dirimu yang baru tahu lokasi kolam ajaib?," tanya Dewi sambil tersenyum."Jangan kwatir sebentar lagi juga sahabat-saat saya akan menemukan tempat ini," jawab Reno sambil merasa lega bercampur malu karena ada seorang perempuan yang menertawakannya. Mengetahui Sahabat Reno yang akan datang Dewi berkata, "Baiklah sampai bertemu dilain kesempatan ya, saya harus balik sudah hampir malam", ucap Dewi. "Baiklah cantik" ucap Reno menggoda Dewi. "Terima Kasih" ucap Dewi kemudian berenang ketepi kolam dan mengambil sebuah kain panjang berwarna biru yang dia siapkan. Kain itu di dekatkan dengan sebuah gelang yang Dewi gunakan, seperti magic kain panjang berwarna biru itu lansung berubah menjadi sebuah pakaian dan secara tiba-tiba suda terpakai dibagian dewi menggantikan pakaiannya yang basah itu. Reno semakin heran dengan apa yang dilihatnya itu. " Mungkinkah itu adalah gelang pusaka kerajaan awan?" ucap Reno yang masih berada di tengah kolam ajaib. "Yang mulia.. " Panggil Rio, Reno menoleh kearah suara yang memanggilnya dan melihat Rio serta semua pengawalnya. Reno berenang ketepi dan Rio lansung memberikan baju ganti kepada Rajanya. Dia teringat cara Dewi menggantikan pakaiannya hanya dengan meletakkan gelangnya diatas kain panjang itu lansung berubah menjadi pakaian yang sangat indah dan lansung terpakai di badannya. "Kalian semua tunggu di sini", ucap Reno sambil pergi kebelakang pohon dan memperaktekkan cara dewi itu yaitu mendekatkan permata cincinnya kearah pakaiannya dalam sekejab pakaian Reno lansung berubah. "Luar biasa, berarti gelang itu memang milik kerajaan Awan, tetapi kenapa bisa ada pada Dewi?", ucap Reno padahal dibuku ajaib gelang itu tidak di ketahui keberadaanya. Reno lupa bertanya dimana tempat tinggal Dewi perempuan yang baru ditemuinya beberapa jam yang lalu. Reno berjalan kearah pengawalnya dengan rasa ingin tahu yang tinggi dan berkata pada Rio, "Ayo kita pergi ke rumah bangsawan suku angin ada yang ingin saya tanyakan padanya". "Baik, Yang Mulia, mari kita pergi sebelum malam", ucap Rio. Mereka semua pergi ke kota Angin yang tak jauh dari hutan tersebut. Sesampai dirumah bangsawan suku Angin yaitu Mentri Perdagangan mereka mengetuk pintu dan seorang pengawal masuk dan memberi tahu bahwa Yang Mulia ada diluar rumah mereka. Mentri Perdagangan dan seluruh keluarganya keluar untuk menyambut Raja Reno. "Hormat kami Yang Mulia, Silahkan masuk" ucap mentri mewakili keluarganya. "Baiklah, terima kasih" ucap Reno. Reno dipersikahkan duduk terlebih dahulu karena dayang sedang mempersiapkan tempat Raja Reno beristirahat. Diruang tamu Reno bertanya pada mentri yang bernama Tito, " Kenalkah kalian dengan seorang perempuan yang bernama Dewi? saya bertemu dengannya beberapa saat yang lalu, dia sangat cantik dan saya tidak pernah bertemu dengan perempuan yang sangat cantik seperti dia, bahkan dia lebih cantik dari Isabella adik saya", tanya Reno panjang lebar. "Mungkinkan Raja bertemu Putri Dewi Angin karena hanya dialah yang kecantikan nya melebihi kecantikan Putri Isabella", ucap Tito. "Mana mungkin, bukankan Putri Dewi Angin tinggal dikerajaan Angin? Kerajaan itu lumayan jauh dari tempat ini," ucap Reno. "Yang Mulia, Apakah yang mulia menyukai Putri Dewi Angin?," tanya Tito. "Tidak, saya hanya menyukai Dewi, Saya tidak kenal dengan perempuan yang bernama Putri Dewi Angin Itu," ucap Reno. Tito kemudian menghidangkan makan malam kepada Raja dan rombongan nya sebelum beristirahat. "Mari makan Yang Mulia" ucap Tito. "Baiklah, terima kasih," ucap Reno sambil menikmati makanan yang telah dihidangkan oleh para dayang. Setelah selesai makan Tito mengantar Raja Reno dan seluruh pengawalnya untuk beristirahat. Di dalam kamar Reno terus memikirkan perempuan yang iya temui yang bernama Dewi, Dia berharap bisa bertemu lagi dengan Dewi dalam waktu dekat. Dia masih bertanya dalam hatinya kenapa gelang kerajaan awan bisa ada padanya. Dengan kebingungan Reno berusaha untuk bisa tidur karena besok pagi dia ingin mencari keberadaan Dewi. Sekitar pukul dua malam terdengar suara gaduh didepan kediaman perdana mentri dan ternyata itu adalah pemberontak yang berhasil kabur dengan membawa teman lainnya. Rio memerintahkan pengawalnya membantu prajurit yang ada depan kediaman mentri untuk membunuh para pemberontak. Reno yang mendengar suara Rio memerintah lansung sigap keluar. "Apa yang terjadi?", tanya Reno. "Yang Mulia, pemberontak yang selamat tadi siang itu datang kembali bersama teman-temannya, sekarang mereka ada di depan kediaman mentri", ucap Rio. "Mari kita kesana", ucap Reno. Reno dan Rio bergegas menuju kedepan kediaman mentri dan setibanya disana Reno melihat dua puluh orang meninggal dimana dua diantaranya adalah pengawalnya dan dua lainnya adakah prajurit mentri sisanya adalah pemberontak. Seorang pemberontak yang masih hidup dikurung untuk diintrogasi di kerajaan Awan. Reno meminta maaf pada mentri, " Maafkan saya karena saya tempat ini jadi berumuran darah", ucap Reno dengan penuh rasa bersalah. "Bukan salah yang Mulia, ini salah pemberontak-pemberontak itu", jawab Tito. "Baiklah kalau begitu mari kita kembali beristirahat" ucap Reno. "Mari", kata Tito. Raja kembali ke kamar dan mencoba memejamkan matanya kembali dan Akhirnya bisa tertidur pulas sampai pagi.