
Di kerajaan Angin semua orang sibuk mempersiapkan semua kebutuhan Putri Dewi Angin yang akan pergi ke kerajaan Awan yang tidak lain adalah kerajaan bibinya yaitu Ratu Gina atau biasa dikenal dengan nama Ratu Awan. Putri Dewi Angin heran dengan semua dayang-dayangnya yang tampak sibuk merapikan pakaian serta perhiasan yang akan ia kenakan ketika di kerajaan Awan. "Kenapa kalian sangat bersemangat mempersiapkan semua kebutuhanku?," tanya Putri Dewi Angin pada para dayangnya. "Tuan Putri, kami sudah banyak mendengar tentang kerajaan Awan, kerajaan Awan adalah kerajaan yang paling makmur dan memiliki seorang Raja yang sangat tampan dan bijaksana namanya Raja Reno, kemarin ketika saya melewati kamar Ibu Ratu saya mendengar permintaan Ratu Awan untuk menjadikan Tuan Putri sebagai Permaisuri dari Raja Reno tetapi Ratu Melissa bilang dia ingin membicarakannya kembali dengan Tuan Putri setelah pulang dari kerajaan Awan," ucap salah satu dayang dengan semangat. "Sudahlah, lupakan.. walaupun kami berkeluarga kami tidak pernah bertemu, saya saja setelah berumur dua puluh dua tahun baru ketemu dengan bibi Gina yang terkenal sangat angun dan bijaksana bahkan semua bangsawan dan rakyat dibeberapa kerajaan mengenalnya", tutur Putri Dewi Angin. Dari kecil Putri Dewi Angin telah berguru di beberapa kerajaan ternama kecuali kerajaan Awan entah kenapa dari kecil dia tidak pernah kepikiran untuk belajar di kerajaan Awan bersama para pangeran dan putri dari berbagai kerajaan, padahal kerajaan Awan terkenal dengan berbagai seni yang menarik yang dapat ia pelajari. "Tuan Putri, Semuanya sudah siap," kata salah satu dayang yang selalu bersamanya. "Ah, Iya..," jawab Putri Dewi Angin sedikit kaget karena sedikit melamun. "Kalian tunggulah didepan kerajaan, saya akan menumui Ayahanda dan Ibunda," Ucap Putri Dewi kemudian meninggalkan para dayang menuju Aula tempat Ayah dan Ibundanya. Setelah sampai di dekat orang tuanya, dia berkata "Ayahanda.. Ibunda... kami sudah siap untuk berangkat," ucap Putri Dewi Angin. "Baiklah, Ayahanda dan Ibunda akan mengantar Putri kesayangan kami ke depan", ucap Raja Angin. "Putriku, nanti setiba di kerajaan Angin kirimkan salam Ibunda buat bibimu, Ajak bibimu untuk sering mengunjungi Kerajaan Angin," ucap Ratu Angin. "Baiklah Ibunda," ucap Putri Dewi Angin. Mereka berjalan menuju pintu masuk kerajaan Angin. Putri Dewi Angin terkejut melihat banyak kereta kuda serta para dayang dan prajurit yang lebih banyak dari biasanya padahal hanya untuk ke kerajaan Angin. "Ayahanda.. Ibunda .. kenapa yang pergi ke kerajaan Awan sangat banyak prajurit?," tanya Putri Dewi Angin yang kebingungan padahal dia sering menyelinap keluar istana hanya dengan beberapa dayang bahkan hanya sendirian. "Putri Dewi Angin adalah calon Permaisuri Raja Reno," ucap Raja Angin. "Ayahanda.. kami belum pernah bertemu, bagaimana bisa ayahanda tidak mendiskusikannya denganku? urusan kerajaan saja ayahanda diskusikan terlebih dahulu denganku," ucap Putri Dewi Angin Yang bingung dengan sikap Ayahandanya. "Tenanglah Putriku, Ayahanda hanya mengatakan Calon Permaisuri, semua keputusan tetap berada di tangan Putri kesayangan Ayahanda dan Ibunda," ucap Raja Angin. "Betul itu Putriku," ucap Ratu Angin sambil memeluk Putrinya. "Baiklah, Ayahanda.. Ibunda.. Ananda berangkat sekarang," ucap Putri Dewi Angin. "Lee, jaga Tuan Putri," Perintah Raja Angin pada Panglimanya. "Baik Yang Mulia," ucap Lee dengan hormat. Putri Dewi Angin dan seluruh rombongannya berangkat menuju kerajaan Awan. Setelah berjalan cukup lama dan kira-kira membutuhkan waktu delapan belas jam lagi untuk sampai di kerajaan Awan. "Semuanya berhenti," perintah Lee. Semua lansung berhenti mengikuti perintah panglimanya. "Siapkan tenda peristirahatan untuk Tuan Putri," Perintah Lee selanjutnya. Setelah tenda jadi, Lee melapor pada Putri Dewi Angin. "Tuan Putri, Tendanya sudah siap, Tuan Putri bisa beristirahat sekarang," ucap Lee. "Baiklah, Lee.. Terima kasih," jawab Putri Dewi Angin akrab karena dari kecil mereka sudah berteman baik. Putri Dewi Angin berjalan menuju tendanya dan beristirahat. Keesokan paginya Putri Dewi Angin dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan. "Ternyata perjalanan menuju kerajaan Awan cukup melelahkan," ucap Putri Dewi Angin didalam kereta. Dayang yang mendengar dari luar kereta menjawab, "Sabar Putri, lagi sebentar kita memasuki wilayah kerajaan Awan," ucap Lisa yaitu dayang Putri Dewi Angin dari kecil. Setelah cukup lama mereka dijalan akhirnya gerbang wilayah untuk memasuki kerajaan Angin terlihat. "Wah.. Padahal baru akan memasuki kerajaan Awan, Gapuranya sangat indah serta para prajurit yang tampak ramah tapi sangat tegas," ucap lisa. Setelah Lee menemui prajurit kerajaan Awan dan mengatakan mereka dari utusan kerajaan Angin, para prajurit lansung membersihkan mereka masuk dan membuka gerbang agar mereka dapat masuk kewilayah kerajaan Awan. Lee terheran karena dia bahkan belum menunjukkan surat undangan dari Ratu Awan. Lee dan rombongan memasuki wilayah kerajaan Awan. Diperjalanan mereka melihat desa-desa itu tampak subur dan sangat indah karena sepanjang perjalanan mereka melihat tumbuhan hijau dan tak jarang ada beberapa bunga mawar. Putri Dewi Angin yang melihat keindahan kerajaan Awan yang bahkan kotanya belum mereka masuki sudah kagum dengan desa-desa kecil yang mereka lihat diperjalanan. Setelah cukup lama mereka hampir tiba di Gerbang kota kerajaan Awan. "Wah... Indah sekali gerbangnya Putri, bahkan dilapisi emas," ucap Lisa menunjuk gerbang yang ada di depan mereka. Putri Dewi Angin kagum dengan kemakmuran yang terlihat di kerajaan Awan. Lee pergi kearah prajurit dan mengatakan bahwa mereka dari utusan ketahuan Angin, setelah itu gerbang lansung dibukakan dan bahkan mereka disambut dengan sangat meriah oleh para mentri bangsawan serta rakyat yang senang dengan kedatangan utusan dari kerajaan Angin. "Wah.. meriah sekali penyambutan untuk Tuan Putri," kata Lisa. Semua utusan dari berbagai kerajaan memang biasanya disambut dengan meriah tetapi khusus untuk Sambutan kepada Putri Dewi Angin akan lansung disambut oleh Ratu Angin yang bahkan sudah menunggunya di depan Kerajaan Awan. Putri Dewi Angin yang tak tahu bahwa akan di sambut oleh bibinya secara lansung juga sangat heran dengan penyambutan yang diberikan oleh kerajaan Awan kepada tamu undangannya. "Kerajaan Awan sungguh kerajaan yang sangat ramah," ucap Putri Dewi Angin. Di kerajaan Angin Ratu sangat senang mendengar utusan utusan kerajaan Angin sudah ada di gerbang kota. "Panglima bawa Raja Reno menuju gerbang kerajaan Awan sekarang sekalian ajak pangeran Dion juga," perintah Ratu Awan ke Rio. "Baik Yang Mulia, hamba undur diri" ucap Rio. Rio lansung pergi menyampaikan pesan Ratu Awan. "Pengawal panggi Putri Isabella, bilang sepupunya Putri Dewi Angin akan segera tiba di kerajaan Awan, Ibunda menunggunya di depan kerajaan Awan," perintah Ratu Angin pada pengawal di depannya. "Baik yang Mulia, hamba undur diri," ucap Pengawal kemudian menuju ke istana mawar. Setelah menunggu beberapa lama Raja Reno dan Pangeran Dion tiba di depan Kerajaan Awan. "Ibunda, ada apa?," tanya Reno heran. Belum sempat menjawab pertanyaan itu, Putri Isabella muncul dan berkata, " Bunda benarkah Putri Dewi Angin sepupuku yang terkenal cantik, berwibawa, pandai seni serta terkenal bela dirinya itu sudah sampai?," tanya Putri Isabella yang tampak semangat dan tak sabar ingin bertemu dengan sepupu yang tak pernah dia temui itu. "Benar, Putriku," jawab Ratu Awan dengan senyuman. "Putri Dewi Angin memasuki Istana", ucap prajurit yang berjaga di depan gerbang. Semuanya Hormat. "Putri Dewi Angin sangat heran dengan penyambutan kepada dirinya yang bahkan baru pertama kali datang ke kerajaan Awan. Setelah kereta kuda Putri Dewi Angin berada di depan kerajaan Awan, dari dalam kereta dia melihat sangat banyak orang yang menyambutnya dan terlihat ada beberapa Putri yang iri dengan penyambutan atas dirinya. "Putri, keluarlah," ucap Lee. Putri Dewi Angin Turun dari keretanya. "Wah... Cantik sekali .. seperti bidadari," ucap semua orang. Reno terkejut bahwa Putri Dewi Angin itu ternyata adalah Dewi perempuan yang ingin dia temui. Ratu Awan lansung memeluk Putri Dewi Angin. "Putriku, Ayok masuk," Ucap Ratu Angin bahagia. "Iya, bibi," ucap Putri Dewi Angin yang sedikit malu karena semua orang memandang dan menyambut kedatangannya. Reno tanpa sadar berjalan menuju Putri Dewi Angin dan berkata," Dewi,". Putri Dewi Angin ingat bahwa laki-laki itu adalah sahabatnya Reno yang ia temui di kolam ajaib beberapa waktu lalu. "Maksudku Putri Dewi Angin," ucap Reno lagi. "Iya, saya Putri Dewi Angin," ucapnya pada Reno. "Yang Mulia kenal Putri Dewi Angin," ucap Ratu Angin. " Iya, Ibunda, Ananda mengenalnya," ucap Reno. "Baiklah karena Putri Dewi Angin baru sampai mari kita lansung ke istana mawar, biar Putri Dewi Angin beristirahat di istana mawar bersama Putri Isabella," ucap Ratu Awan. Merekapun menuju Istana Mawar yang tidak jauh dari istana Mewar. Di istana Mawar semua rombongan Putri Dewi Angin di sambut dengan ramah oleh para dayang dan prajurit disana. Istana Mawar kabarnya sangat jarang menerima tamu dari kerajaan tetangga.