
Mereka menghabiskan waktu sampai siang diistana Mawar. Setelah itu Reno dan Pangeran Dion pergi menuju Istana Medusa tempat para panglima dan ksatria berkumpul. "Hormat Yang Mulia, Selamat datang Pangeran Dion, Yang mulia semuanya sudah siap," ucap Rio yang menunggu mereka di depan Istana Medusa. "Baik, berdirilah... Mari kita kedalam," ucap Reno menerima hormat Rio. "Yang Mulia memasuki Ruangan.. Pangeran Dion memasuki Ruangan,"ucap prajurit yang berjaga. Semua orang yang ada di Istana Medusa hormat dan menyambut Raja Reno dan Pangeran Dion. Setelah masuk, Raja Reno dan Pangeran Dion duduk dan mereka mulai membahas strategi perang. "Reza berapa banyak pasukan kita di sekitar wilayah manggada," tanya Reno. " Tidak banyak yang mulia hanya sekitar sepuluh ribu pasukan yang berjaga di sekitar kerajaan manggada," jawab Reza. "Berapa lama waktu yang di butuhkan untuk sampai di manggada dengan kuda tercepat?". "Dua hari yang mulia," ucap Reza. "Berapa lama pasukan ken sampai di Perbatasan Manggada?," tanya Pangeran Dion kwatir. "Tenanglah Raii," ucap Reno menenangkan Pangeran Dion. "Baik kanda," ucap Pangeran Dion. "Musuh akan sampai perbatasan Manggada sekitar satu hari lagi tetapi mata-mata kita mengatakan sudah ada sekitar tiga ratus ribu pasukan bersenjata lengkap di perbatasan Manggada," ucap Reza. "Yang Mulia, tadi ada surat dari Raja Angga yang meminta Pangeran Dion tetap berada di kerajaan Awan," ucap salah satu panglima kerajaan Manggada yang bersama Pangeran Dion. "Tidak mungkin saya membiarkan Pangeran Ken memporak porandakan kerajaan Manggada kanda!," ucap Pangeran Dion yang geram dengan perintah Ayahandanya. "Tenanglah Raii," ucap Raja Reno menenangkan pangeran Dion. "Benar itu yang Mulia, kerajaan Manggada adalah kerajaan yang sangat di takuti apalagi kerajaan Awan dan kerajaan Manggada adalah sekutu, tidak ada yang bisa melawannya tanpa sekutu yang kuat seperti kerajaan Awan," ucap Rio. "Frans, berapa banyak pasukan yang ada di kerajaan Manggada?, tanya Pangeran Dion pada panglima yang bersamanya. "Delapan Ratus Ribu yang Mulia," jawab Frans. "Raii, tenang saja, pasukan Manggada sangat hebat dan jumlah pasukan Manggada hampir dua kali lipat dari pasukan Pangeran Ken," ucap Raja Reno sambil terus menenangkan pangeran Dion. " Mohon maaf yang Mulia, ada laporan bahwa Pangeran Ken sedang menunggu beberapa pasukan dari beberapa kerajaan yang tidak bersekutu dengan kerajaan Manggada," jawab Reza. "Berapa banyak pasukan yang membantu pangeran Ken?," tanya Reno. Mata-mata dan prajurit kita yang berjaga di sekitar kerajaan Angin mengatakan ada sekitar Tiga Ratus Ribu Pasukan bersenjata lengkap yang bergerak seperti menuju kearah tempat perkemahan Pangeran Ken Yang Mulia, mungkin mereka akan sampai tiga hari lagi," ucap Reza. "Baiklah, kalau begitu kerajaan Manggada harus kita bantu secepatnya agar pangeran Ken tidak bisa berkutik," ucap Raja Reno. "Raii, Apakah engkau akan diam disini atau ikut berperang ?," ucap Reno. "Kanda, ini adalah perang antara Dion dan Pangeran Ken. ucap Pangeran Dion. "Baiklah, Kanda mengizinkan Rai Dion untuk pergi berperang walaupun Paman Angga akan sangat marah kepada kanda, tapi ini adalah perang antara Pangeran Dion dengan Pangeran Ken," ucap Reno. "Reza kau adalah salah satu panglima perang yang paling saya andalkan, hari ini kau yang bertanggung jawab atas keselamatan Pangeran Dion dan bawalah empat ratus ribu pasukan bersenjata lengkap menuju perbatasan Manggada, ingat bahwa keselamatan Pangeran Dion yang paling utama bawa Sam bersamamu untuk selalu melindungi Pangeran Dion," ucap Reno. " Rio berapa banyak pasukan kerajaan Awan jika empat ratus ribu pasukan dibawa ke wilayah perbatasan manggada," ucap Reno. "Sekitar sembilan Ratus Ribu pasukan Yang Mulia, itu belum termasuk prajurit yang baru berlatih." ucap Rio. "Baiklah, itu cukup untuk menjaga kemakmuran kerajaan Awan," ucap Reno. "Terima kasih kanda," ucap Pangeran Dion. "Ray, pimpin semua pasukan itu dengan bijaksana dan strategi yang tepat, Reza dan Sam akan membantumu," ucap Reno. "Baik kanda," jawab Pangeran Dion. "Reza apa yang belum disiapkan untuk Pangeran Dion?," ucap Reno. "Semuanya sudah siap Yang Mulia," ucap Reza. "Jika terjadi sesuatu yang mengkwatirkan segera beri tanda untuk menghubungiku," perintah Reno. "Baik Yang Mulia," jawab Reza." Rio perintahkan pengawal menjemput Putri Isabella, Ratu Awan dan Putri Dewi Angin untuk datang ke istana Medusa bilang Pangeran Dion akan Pergi ke Kerajaan Manggada lebih awal untuk menyelesaikan masalah," ucap Raja Reno memerintahkan Rio. "Baik yang Mulia," ucap Panglima Rio sambil berjalan keluar dan memerintahkan pengawal yang berjaga di luar untuk menyampaikan pesan Raja Reno. Kemudian mereka melanjutkan diskusi mereka tentang strategi perang yang akan digunakan. Raja Reno masih tidak tenang melepas kepergian Pangeran Dion karena Pangeran Dion masih sangat muda munurutnya dan sudah menganggapnya seperti adik sendiri. "Raii, bagaimana kalau kanda menemanimu," ucap Raja Reno. "Mohon Ampun Yang Mulia, Ratu Awan tidak akan mengizinkan Raja Reno untuk pergi karena ini menyangkut wilayah kerajaan Awan yang tidak terlalu jauh dari kerajaan Manggada," ucap Rio mengingatkan Rajanya tentang konsekuensinya. "Tidak usah kanda, Kerajaan Awan sangat membutuhkan kanda," ucap Pangeran Dion. "Baiklah," ucap Reno. "Bawalah semua yang Raii butuhkan katakan pada Panglima Reza mulai sekarang dia akan menyiapkan dan menjaga Raii bersama Sam dan Frans, kanda akan pergi bersama Panglima Rio untuk menyiapkan pasukan terbaik untuk Raii," ucap Raja Reno. "Terima kasih kanda," ucap Pangeran Dion. Reno pergi bersama Rio menemui semua pasukan yang telah disiapkan untuk bergabung membela kerajaan Manggada. Pangeran Dion bersiap untuk kepergiannya dibantu oleh Panglima Frans, Panglima Reza dan Panglima Sam. "Lapor pangeran, Putri Isabella, Putri Dewi Angin serta Ratu Awan menunggu Pangeran Dion untuk makan bersama di Aula sebelum Pangeran berangkat," ucap Pengawal yang datang ke kamar Pangeran Dion untuk melapor. "Pengawal, tolong minta Putri Isabella, Putri Dewi Angin serta Ratu Awan untuk menunggu sebentar," ucap Pangeran Dion. "Siap Pangeran, hamba undur diri," ucap pengawal itu dan pergi menuju Aula tempat Putri Isabella, Putri Dewi Angin serta Ratu Awan berada. Pengawal menyampaikan perintah Pangeran Dion. Di Aula Putri Isabella, Putri Dewi Angin yang mengetahui tentang isu penyerangan di Kerajaan Manggada terdiam dan tak banyak bercanda karena mereka takut Ratu Awan akan sedih. Mereka sedikit kwatir tentang kepergian Pangeran Dion terlebih Pangeran Dion masih sangat muda dan belum ahli berperang walaupun Pangeran Dion terkenal dengan kemampuan yang belum terkalahkan di Manggada. Setelah beberapa lama Raja Reno dan Panglimanya Rio datang ke Aula. "Yang Mulia memasuki ruangan," ucap prajurit yang bertugas. "Yang Mulia apa yang terjadi pada Pangeran Dion kenapa nanda Dion ingin pulang ke Manggada secepat ini," tanya Ratu Awan. "Bunda, maafkan ananda yang tidak memberi tahu Ibunda tentang penyerangan kerajaan Manggada yang di lakukan oleh pangeran Ken?," jawab Raja Reno. "Apa? Kerajaan Manggada akan diserang!," ucap Ratu Awan kaget. "Benar bunda, tapi Ibunda tenang saja nanda sudah mengutus pasukan terbaik kerajaan kita untuk selalu menjaga Raii Dion serta melindungi kerajaan Manggada," ucap Raja Reno. "Pangeran Dion memasuki ruangan," ucap prajurit yang bertugas. "Pangeran Dion kemarilah," ucap Ratu Awan. Pangeran Dion mendekat dan meminta izin untuk berangkat hari ini kekerajaan Manggada. "Pangeran, Restuku akan selalu bersamamu, bawalah kalung pusaka kerajaan Awan ini bersamamu, sebenarnya kalung ini akan ku berikan pada Putri Isabella tahun depan saat dia telah siap mengemban amanah untuk kerajaan tetapi engkau lebih membutuhkan kalung pusaka ajaib ini karena kalung ini akan menjadi perisai untuk melindungi pemiliknya," Terima kasih Bunda, Ananda akan nengembalikannya ketika berkunjung kemari setelah perang selesai," ucap Pangeran Dion. "Baiklah Pangeran," ucap Ratu Angin. "Kanda jaga dirimu," ucap Putri Isabella sedih dengan kepergian Pangeran Dion. "Pangeran Dion kami akan menunggumu untuk bermain panah," ucap Putri Dewi Angin membuat Pangeran Dion tersenyum. "Baiklah terima kasih semuanya, saya akan kembali secepatnya," ucap Pangeran Dion. "Ingat Raii, jika ada apapun hubungi Kanda menggunakan kalung ajaib itu dengan menyebut nama kanda, kanda akan lansung berdiri dihadapan Raii," ucap Raja Reno. " Siap Kanda" ucap Pangeran Dion. Panglima Reza dan Sam sudah siap di depan Istana Medusa menunggu Pangeran Dion untuk pergi ke Kerajaan Manggada. "Pangeran Dion.. semuanya sudah siap, tinggal menunggu kedatangan Pangeran," ucap Frans panglimanya yang telah berpakaian Perang seperti dirinya. Setelah selesai pamit, Pangeran Dion, Panglima Reza, Panglima Sam dan Panglima Frans serta semua prajurit terbaik kerajaan awan serta pengawal dan ksatria yang bersamanya berangkat menuju Kerajaan Manggada.