Cincin Ajaib Raja

Cincin Ajaib Raja
Kemarahan Pangeran Dion


__ADS_3

"Tok.. tok.. tok" bunyi ketukan pintu kamar Raja Reno dari Rio. "Masuklah," ucap Reno. "Ampun yang Mulia, ada berita buruk," ucap Rio. "Apa itu?", ucap Reno penasaran karena Rio datang sepagi itu. "Ada mata-mata kita yang menyampaikan pesan dan mengatakan ada sekitar Tiga ratus ribu prajurit bersenjata lengkap, seratus ribu prajurit berkuda serta seratus ribu prajurit pemanah berjalan menuju istana perbatasan Kerajaan Manggada," ucap Rio. "Apa? lima ratus ribu prajurit menuju Kerajaan Manggada!," ucap Reno kaget. "Benar Yang Mulia," ucap Rio. "Kerajaan dari mana itu?," tanya Reno. "Kerajaan Neptuna, Yang Mulia. Setahu hamba, kerajaan manggada dan kerajaan neptuna dulu bersahabat baik tetapi bulan lalu ada yang mengatakan bahwa Pangeran Dion dan Pangeran Ken dari kerajaan neptuna berselisih karena Pangeran Dion tidak suka cara Pangeran Ken melihat Putri Isabella ketika berada di Pesta Pengangkatan Pangeran Dion menjadi Putra Mahkota Kerajaan Manggada," ucap Rio. "Lalu apa yang terjadi?," tanya Reno. "Pangeran Dion mengatakan pada Pangeran Ken untuk jangan pernah mengganggu Putri Isabella karena Putri Isabella adalah tamu paling istimewa di Kerajaan Manggada. Apalagi sampai menatap Putri Isabella dengan tatapan yang tidak pantas di kerajaan Manggada miliknya. Pangeran Ken pun kabarnya sangat tidak terima karena Pangeran Ken merasa terhina karena di tuduh melakukan hal yang tidak pantas di hadapan para Pangeran dan Putri yang menghadiri pesta tersebut. Pangeran Ken pun mengatakan akan merebut kerajaan manggada dari Pangeran Dion selaku Putra Mahkota yang baru di nobatkan," ucap Rio. "Selain itu, Kabarnya pangeran ken tidak datang ke kekerajaan Awan karena dua hari yang lalu pangeran ken di angkat sebagai putra mahkota kerajaan Neptuna," sambung Rio. "Apakah pangeran dion sudah mengetahui hal ini?," tanya Reno. "Belum Yang Mulia," ucap Rio. "Ayok kita pergi menemui pangeran Dion," ucap Reno. Raja Reno kemudian berjalan menuju kamar pangeran Dion diikuti oleh Rio. Pangeran Dion mendapat berita dari panglima yang bersamanya tentang penyerangan Pangeran Ken ke Kerajaan Manggada. "Ampun Pangeran, kerajaan Neptuna membawa lima ratus ribu prajurit bersenjata lengkap menuju kerajaan manggada," ucap Frans yaitu salah satu panglima kerajaan manggada. "Apa? Sialan.. berani sekali Pangeran Ken menantangku," ucap Pangeran Dion di hadapan Frans sambil mengepal tangannya dengan marah. "Tenanglah Raii," ucap Raja Reno menenangkan amarah Pangeran Dion setibanya di kamar Pangeran Dio. Reno yang tahu kemarahan Pangeran Dion berusaha menenangkan Pangeran Dion dengan berbagai cara. Setelah beberapa lama Pangeran Dion mulai tenang. "Raii, jika kau ingin ke medan perang kau harus memiliki strategi yang matang untuk mengalahkan musuhmu," ucap Reno. "Kanda apa yang harus hamba lakukan," ucap Pangeran Dion yang belum terlalu paham dengan strategi penyerangan dan mengingat bahwa dia baru belajar mengenai pengambilan keputusan dan sistem perekonomian kerajaan selama sebulan menjadi putra mahkota kerajaan Manggada. "Tenanglah Raii, ikut kanda ke istana mawar," ucap Reno. "Baiklah," ucap Pangeran Dion Bingung. "Rio perintahkah pengawal untuk menugaskan para mentri serta para bangsawan untuk mengantar para tamu undangan yang akan meninggalkan Istana Holly, serta para kesatria kerajaan Awan untuk berkumpul di istana medusa untuk membahas strategi perang nanti siang," ucap Reno tegas. "Reza, siapkan segala kebutuhan Pangeran Dion untuk berperang melawan Pangeran Ken," ucap Reno. Reno yang terbiasa menjadi Raja Reno mulai memperaktekkan sikap dan strategi perang yang sering ia sering tonton dan mainkan karena Reno dulunya adalah lelaki yang suka bermain game perang ketika masih menjadi tuan muda Reno. "Baik Yang Mulia" ucap Reza. "Terima kasih kanda," ucap Pangeran Dion. Reno dan Pangeran Dion pergi menuju istana Mawar bersama beberapa pengawal. Sesampai di istana Mawar, Reno dan Dion pergi ke taman Mawar tempat Putri Isabella dan Putri Dewi Angin berada. Putri Isabella dan Putri Dewi Angin yang asik bercanda tak menyadari kedatangan Reno dan Pangeran Dion. Reno yang melihat Putri Dewi Angin yang bercanda dengan adiknya sangat senang melihat ketawanya dan Pangeran Dion yang melihat Putri Isabella tersenyum juga sangat bahagia dan berkata dalam hati "Aku akan tetap membuatmu tersenyum dinda,". Setelah beberapa lama Putri Isabella yang merasa seperti ada yang memperhatikan mereka melihat ke beberapa tempat dan ketika menghadap ke depan pintu Istana Mawar melihat Reno dan Pangeran Dion yang tersenyum. Reno dan Pangeran Dion lansung berjalan menuju Putri Isabella dan Putri Dewi Angin. "Hai dinda, hai Putri Dewi Angin," ucap Pangeran Dion. "Hai kanda," jawab Putri Angin. "Hai Pangeran Dion, hai Raja Reno," ucap Putri Dewi Angin. "Hai, Dewi, panggil saya Reno, bukankah kau akan menjadi permaisuriku sebentar lagi?," jawab Reno yang membuat Putri Isabella dan Pangeran Dion terkejut. "Kanda di balik berita buruk untukku kanda memberikanku berita bahagia," ucap Pangeran Dion. "Kanda.. benarkah itu?," ucap Putri Isabella bahagia. "Benar dinda, kalau tidak percaya tanya saja Dinda Dewi," ucap Reno semangat. "Benarkah itu yunda Dewi?," tanya Putri Isabella dengan bahagia. Putri Dewi Angin mengangguk dengan tersenyum membenarkan perkataan Raja Reno. "Yeee dinda akan menjadi adik yunda Dewi," ucap Putri Isabella bahagia. "Oww iya, Kanda Dion dapat berita buruk apa?," tanya Putri Isabella. "Kerajaan Manggada akan di serang oleh Kerajaan Neptuna," jawab Pangeran Dion. "Astaga, apa gara-gara masalah di pesta bulan lalu kanda?," tanya Putri Isabella. "Iya, semua ini salah kanda yang saat itu tidak menjaga Dinda Isabella disana," jawab Reno yang tau bahwa kejadian itu terjadi sebelum dia datang ke kerajaan Awan. "Kanda, jangan menyalahkan diri kanda, sudah tugas Dion menjaga Dinda Isabella di kerajaan Manggada," ucap Pangeran Dion. "Kanda, semua ini dari awal memang salah pangeran ken, itu bukan salah kanda," ucap Putri Isabella. "Terus apa rencana pangeran Dion sekarang ?," tanya Putri Dewi Angin yang dari tadi diam. "Jangan bahas disini dinda, mari kita bahas di dalam," jawab Reno. "Baik kanda," ucap Putri Dewi Angin. "Raii ajak Dinda Isabella masuk duluan," ucap Reno. "Baik kanda, mari dinda," ucap Pangeran Dion mengajak Putri Isabella masuk ke istana mawar. Pangeran Dion dan Putri Isabella masuk ke dalam Istana Awan. "Ada apa kanda?," tanya Putri Dewi Angin. "Kanda kangen sama Dinda," ucap Reno. "Kanda, bukannya kita baru tadi malam berpisah?," tanya Putri Dewi Angin. "Kanda Sudah sejak lama mencari dinda ketika di suku Angin, oww ya dinda, gelang yang dinda pakai ini dari siapa?," tanya Reno penasaran. "Ibunda yang memberikannya ketika umurku 5 tahun. Kenapa kanda?," tanya Putri Dewi Angin. "Dinda apakah gelang ini adalah gelang ajaib benda pusaka milik kerajaan Angin?," tanya Reno. "Benar kanda, gelang ini sama seperti cincin ajaib yang kanda pakai tapi hanya bisa melindungi pemiliknya saja," jawab Putri Dewi Angin. "Apa fungsi lain gelang itu?," tanya Reno penasaran. "Dia bisa mendengarkan keinginan pemiliknya, seperti merubah selembar kain menjadi pakaian yang indah dan bisa lansung terpasang pada pemilik gelang," ucap Putri Dewi Angin. "Apakah kau tau fungsi dari cincin ajaib?," tanya Reno. "Setahu dinda fungsinya sangat banyak tetapi dinda tidak bisa tau detailnya karena dinda hanya mendengar dari beberapa tetua, katanya bahkan cincin ajaib bisa merasakan dan melihat gerakan musuh yang ingin mencelakakan keluarga kerajaan," jawab Putri Dewi Angin sambil mengingat perkataan tetua yang bergosip di kerajaan Angin ketika dia berusia delapan belas tahun. "Apakah kau ingat bagaimana cara cincin ajaib memberitahu rajanya?," tanya Reno. "Tidak tahu kanda, bukannya cincin ajaib selalu berada di tangan kanda dari masih bayi?," tanya Putri Dewi Angin yang heran. "Baiklah Dinda, kanda hanya bertanya siapa tahu dinda ingat," jawab Reno dengan tersenyum. "oww ya kanda gimana kalau kanda mendekatkan permata cincin ajaib dengan kolam ajaib yang katanya ada di taman sakura, kalau tidak salah dinda pernah dengar hal itu tapi sedikit lupa," kata Putri Dewi. "Baiklah dinda, itu sudah cukup untuk kanda, Boleh kanda mencium tangan dinda?," tanya Reno dengan menggoda. Putri Dewi Angin memerah dan mengangguk memperbolehkan Raja Reno mencium tangannya. Reno memegang tangan Putri Dewi Angin dan menciumnya. "Dinda, kanda mencintai dinda," ucap Reno dan memeluk Putri Dewi Angin. Putri Dewi Angin Tersenyum dan merekapun berjalan menuju Istana Mawar.


__ADS_2