Cincin Ajaib Raja

Cincin Ajaib Raja
Perjalanan Menuju Istana Manggada


__ADS_3

Setelah seharian diperjalanan Pangeran Dion memerintahkan Para Panglima untuk menghentikan perjalan dan meminta agar malam ini mereka bermalam di hutan ini sambil menyusun strategi perang dan memulihkan energi prajuritnya agar ketika sampai di Manggada mereka sudah siap untuk berperang. Panglima Reza, Panglima Sam dan Panglima Frans kemudian pergi ke pasukan mereka masing-masing sesuai dengan strategi yang telah disusun oleh Raja Reno. Para panglima kemudian memerintahkan semua prajurit terbaik kerajaan awan serta pengawal dan ksatria yang bersama mereka untuk beristirahat dan tetap waspada serta berada di pos" mereka. Salah satu mata-mata yang di perintahkan oleh Raja Reno untuk mengawasi pergerakan Pangeran Ken pergi menghadap ke Pangeran Dion di hutan tersembunyi yang di jadikan tempat istirahat. Sesampai di hutan itu, mata-mata langsung meminta izin pada para prajurit untuk menemui Pangeran Dion. Mata-mata tersebut kemudian berjalan mengikuti 2 orang prajurit pergi mengantar mata-mata itu menuju tenda dekat tenda Pangeran Reno. Kemudian salah satu prajurit pergi menuju tenda tempat Pangeran Dion. Di sisi lain, Pangeran Dion dan para Panglimanya masih sibuk berdiskusi strategi perang untuk menghadapi Pangeran Ken dan Sekutunya. Prajurit yang sampai di depan tenda berbisik pada salah satu pengawal, kemudian pengawal itu masuk ke dalam tenda. "Pangeran, ada mata-mata dari Raja Reno yang ingin menghadap, sekarang mata-mata itu ada tenda sebelah" ucap salah satu pengawal yang masuk ke tenda. "Baik, Suru Mata-mata itu masuk kemari dan bawakan hidangan untuk kami semua karena pasti mata-mata itu kelelahan mencari keberadaan pasukan" ucap Pangeran Dion. "Baik Pangeran, hamba undur diri" ucap pengawal. Pengawal memerintahkan prajurit untuk menjemput mata-mata itu dan membawanya ke tenda. Setiba mata - mata itu di hadapan Pangeran Dion dan para panglimanya mata - mata ini langsung mohon izin untuk menyampaikan pesan. " Ampun Pangeran, dengan segala hormat hamba ingin menyampaikan pesan dari Raja Manggada" ucap mata-mata itu. "Pesan Apa, kenapa kamu seperti ketakutan ?", ucap panglima Frans selaku salah satu panglima kepercayaan Raja Manggada yang kwatir dengan keadaan Rajanya. "Begini Pangeran, Raja Manggada mengatakan bahwa Pangeran Ken mengirim utusan ke Kerajaan Manggada. Utusan tersebut meminta Raja untuk menyerahkan kerajaan Manggada karena semua pasukan dan sekutu Pangeran Ken sudah mengepung seluruh penjuru kerajaan dan memastikan bahwa Pangeran Dion tidak akan bisa masuk ke wilayah Manggada. Raja yang tahu pangeran sudah sampai hutan ini langsung memerintahkan saya untuk memberi tahu semua kekuatan musuh kepada Pangeran agar pangeran langsung bersiap menyeramg pasukan Ken dari semua penjuru." Baiklah, kau boleh istirahat, saya sudah mengerti maksudmu, besok kita berangkat lebih cepat karena Ayahanda membutuhkan bantuan secepatnya", ucap Pangeran Dion. "Frans kamu ambil alih wilayah utara, Reza kamu ambil alih wilayah selatan, Sam kamu ambil alih wilayah Timur & saya sendiri yang akan berada diwilayah barat untuk menyerang Pangeran Ken. Dia tidak akan tahu kalau kita yang akan mengepung seluruh pasukkannya karena telah bermain-main dengan pasukan Manggada," lanjutnya. "Siap Pangeran", ucap ke tiga panglima itu. " Kami undur diri pangeran", ucap Frans. "Silahkan", ucap Pangeran Dion. Para panglima menemui pasukan mereka masing - masing dan tetap memerintahkan untuk memperketat penjagaan di sekitar tenda Pangeran Dion. Suara Ayam hutan mulai berkokok dan semua pasukan Pangeran Dion sudah siap untuk melakukan penyerangan Balik dari arah belakang pasukan Pangeran Dion. Mereka Melanjutkan perjalan menggunakan jalan pintas yang telah di ketahui melalui suara yang berasal dari kalung ajaib yang di bawa oleh Pangeran Dion karena kalung ini terhubung dengan cincin Ajaib milik Raja Reno.


__ADS_2