Cincin Ajaib Raja

Cincin Ajaib Raja
Surat Untuk Reno dari Raja Reno


__ADS_3

Mentari bersinar dengan Indahnya, Reno dan semua pengawalnya bersiap untuk kembali ke Kerajaan Awan. "Yang Mulia, Semuanya sudah siap", kata Rio. "Baiklah, jangan lupa bawa tawanan kita kembali kekerajaan hidup-hidup untuk di introgasi," ucap Reno tegas. " Siap Yang Mulia," ucap Rio dengan hormat. Berpamitan kepada Tito dan keluarganya dan mengucapkan terima kasih atas jamuannya selama tinggal di daratan suku angin. Reno sangat bahagia walaupun kehidupannya saat ini jauh dari alat-alat modern dan tak ada mobil untuk perjalanan jauh, iya senang karena dapat bepergian dengan kuda yang sangat bagus. Reno, Rio dan pengawal yang selalu mengikuti mereka bergegas meninggalkan kediaman Tito menuju Kerajaan Awan. Setelah beberapa lama di perjalanan menuju Kerajaan Awan Reno seperti melihat nenek yang pernah memberinya cincin ajaib, tetapi belum dua detik sudah tidak terlihat siapapun dijalan. Perjalanan mereka tetap di lanjutkan dan mereka tiba malam hari di kerajaan Awan. Jika menggunakan kuda biasa, untuk mencapai kerajaan Awan dibutuhkan waktu paling cepat dua hari dari daratan suku angin. "Yang Mulia memasuki Istana", ucap prajurit yang berjaga dan seketika semua orang datang untuk menyambut kepulangan Raja. "Hormat, Yang Mulia, kemarin Ibu Ratu datang untuk mengingatkan yang Mulia tentang pesta Putri Isabella yang akan di adakan empat hari lagi dan mulai lusa istana holly akan dipenuhi oleh tamu undangan dari berbagai kerajaan yang ada di sekitar kerajaan Awan " ucap Reza. "Baiklah, besok saya akan menemui Ibunda Ratu," ucap Reno. "Kalian semua beristirahatlah, besok kita punya banyak kerjaan", sambung Reno menghadap Reza, Rio dan Pengawalnya. Di kamar Reno mulai mengeluarkan barang bukti yang di dapatkan di daratan suku angin. Reno sangat penasaran dengan surat yang bertuliskan Untuk Reno dan Dari Raja Reno. Reno lansung memegang surat itu dan berkata," Surat apa ini?,". Reno mulai membuka lipatan kertas itu. Di dalam lipatan kertas itu ada sebuah lembaran. "Hai Reno, Perkenalkan saya Raja Reno, saya adalah Raja kerajaan Awan. Saat ini saya berusia dua puluh lima tahun, sama seperti kamu. Reno jangan takut tetaplah menjadi Raja. Kau adakah ringkarnasiku. Cincin Ajaib akan menuntunmu menjadi Raja terbaik sepanjang masa. Jika kau bertanya dimana saya sekarang. Jawabannya Ada pada dirimu. Keluargamu dimasa depan sudah melupakan tentangmu seiring dengan berjalannya waktu. Ruang dan waktu dapat bertukar kapan saja. Tak ada yang tau kapan dan dimana. Anggaplah keluarga kerajaan adalah keluargamu. Terima kasih. Dari Raja Reno". Reno yang membaca surat tersebut sedikit masih belum mengerti isi dari beberapa kalimat yang digunakan Raja Reno. Reno membaca isi surat itu berulang-ulang dan masih tak mengerti maksud dari beberapa kalimat dari Raja Reno. Reno berjalan menuju kasurnya dan tidur dengan kebingungan yang masih menyelimutinya. Ayam mulai berkokok tanda sudah pagi, Reno mandi di pemandian mawar yang telah disiapkan. Ketika berendam dia berusaha mengartikan beberapa kalimat Raja Reno tapi semua usahanya sia-sia. Reno masih tak mengerti dengan kalimat-kalimat itu. Reno bersiap untuk menuju Istana Medusa untuk mengadili seorang pemberontak yang dia tangkap di rumah Tito. "Yang Mulia Memasuki ruangan", ucap seorang prajurit yang berjaga. "Bangunlah", ucap Reno. "Kemana panglima kerajaan Awan ?", tanya Reno pada semua orang yang ada di istana medusa. "Ampun yang mulia, tadi.. pagi-pagi sekali panglima pergi ke kerajaan holly katanya Ibu Ratu memintanya untuk memperhatikan setiap tamu undangan yang mulai tinggal di istana holly mulai hari ini. Siapa tau ada yang ingin menyakiti keluarga kerajaan," Sahut Reza selaku tangan kiri Raja. Selain Rio yang terkenal sebagai panglima yang paling ditakuti di istana Awan ada Reza yang tak kalah kuat darinya. Seperti yang diketahui mereka adalah tangan kanan dan tangan kiri Raja Reno. "Baiklah, persidangan hari ini kita mulai saja," ucap Reno. "Baik yang Mulia," ucap Reza. Di Istana Holly tampak banyak tamu dari berbagai kerajaan berdatangan. Rio memerintahkan kepada semua pengawal yang bersamanya untuk memeriksa kartu undangan dan semua barang bawaan tamu mereka. Rio memperhatikan setiap tamu undangan dari tadi pagi karena para tamu sudah mulai berdatangan semenjak tadi pagi. "Kerajaan mana saja yang sudah datang?" tanya Ibu Ratu. "Baru 2 kerajaan tetangga dan beberapa Mentri kerajaan Awan yang datang dari berbagai suku Yang Mulia Ratu," Jawab Rio. "Nanti jika utusan kerajaan Angin dan kerajaan Manggada datang lansung utus seseorang untuk memberi tahuku", ucap Ratu. "Siap Yang Mulia Ratu," ucap Rio. Persidangan di istana medusa berakhir pas waktu makan siang. Reno dan Reza makan siang bersama dan setelah itu mereka pergi ke istana holly. Di istana holly semua orang tampak sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk pesta. Ibu Ratu tampak bahagia melihat seorang pangeran yang berasal dari kerajaan Manggada, "Hormat saya, Bibi", ucap Pangeran Dion. Ibu Ratu tersenyum dan menjawab," Keponakanku sungguh pangeran yang tampan". "Bibi, dimana dinda Isabella dan kanda Reno?," tanta pangeran Dion. "Disini," jawab Reno yang baru sampai bersama Reza di istana holly. "Kanda" panggil Pangeran Dion sambil memeluk Reno. "Gimana kabarnya kanda?," tanya pangeran Dion. "Sangat baik, kau pasti kangen dengan Isabella bukan mari ikut kanda ke istana mawar", ajak Reno. "Baik, kanda," jawab Pangeran Dion. Sesampai di istana mawar prajurit yang melihat kedatangan rajanya lansung mengatakan, " Yang Mulia memasuki istana, Pangeran Dion memasuki istana". Dari kejauhan Isabella yang mendengar perkataan prajurit yang berjaga lansung menuju ruangan tempat kakaknya menunggu. "Kanda Reno, Kanda Dion," Panggil Isabella sambil berlari mendekati mereka. "Kebiasaan, jangan berlari seperti itu nanti jatuh", ucap Reno menasehati adiknya. "Baik kanda," ucap Isabella. "Dinda Isabella selalu lupa sama kanda kalau masih ada kanda Reno disini," ucap pangeran Dion pura-pura marah. "Bukan kanda Dion, heee cuma kebiasaan", ucap Isabella polos. "Kanda Dion gimana kabarnya? oww ya bawain coklat kesukaanku gak?", tanya Isabella. "Kanda baik, tapi galau jarang ketemu dinda, dan coklat kesukaan dinda, kanda bawain nanti diantarkan. "Terima Kasih kanda," jawab Isabella. Reno, Pangeran Dion dan Putri Isabella bercanda di ruang tamu sambil minum teh khas istana mawar sampai lupa mereka sudah disana dari siang sampai malam. "Dinda kanda pamit ya" ucap pangeran Dion yang tanpa sadar dilihati oleh Reno. "Iya kanda, hati-hati", kata Isabella. "Sudah-sudah Pangeran Dion disini masih lama dia akan kembali ke kerajaan manggada setelah pesta perburuan Kerajaan Awan selesai, kanda akan mengirim surat ke kerajaan manggada untuk mengizinkan pangeran Dion membantu Kanda mengurus pemerintahan di sini", ucap Reno. "Benarkah kanda?", tanya pangeran Dion. Reno menjawab dengan Anggukan. "Terima kasih kanda," ucap pangeran Dion dengan semangat. "Pangeran Dion tidak perlu tinggal di istana holly, nanti pangeran Dion tinggal di istana mewar bersama kanda" ucap Reno sewaktu diperjalanan menuju istana mewar. "Terima kasih kanda", ucap Pangeran Dion. Reza antarkan Pangeran Dion kekamarnya dan antarkan semua barangnya ke kamarnya.


__ADS_2