
Rio memanggil-manggil Rajanya," Raja.. Raja.. Rajaaa..". Reno terkejut akibat pikirannya yang mengingat kejadian kenapa dia bisa sampai di Kerajaan Awan, "Ah.. Iya, Ada apa?" tanya Reno. "Ini namanya Taman Sakura" kata Rio menjelaskan nama tempat yang mereka lewati itu. Tanpa Sadar ternyata tempat yang mereka lewati itu ada di gambar buku yang iya lihat di kolam ajaib sebelum sampai di kerajaan Awan itu. "Sangat Indah, lebih indah dari yang ada di gambar", ucap Reno tanpa sadar. "Maksud Raja Apa?" tanya Rio. "Bukan Apa-apa" kata Reno. "Selanjutnya kita akan ke Istana Medusa tempat persidangan biadanya berlangsung Raja" kata Rio. " Yang Mulia Raja memasuki Istana" ucap prajurit yang berjaga seketika semua isi ruangan memberi hormat pada Reno. "Bangunlah" ucap Reno. Reno pernah melihat adegan barusan seperti ketika dia nonton tv. Reno heran kenapa semua orang mengira bahwa dia adalah Raja Kerajaan Awan. Semua orangpun bangun dan mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan Raja dalam persidangan. "Rio, Apa bisa persidangan hari ini ditunda sampai besok?" kata Reno pada tangan kanannya. "Bisa yang mulia" kata Rio. "Persidangan hari ini ditunda sampai besok pagi, Semua mentri boleh kembali ke kediamannya masing-masing" kata Rio kepada seluruh mentri yang hadir di persidangan. "Hormat tang mulua, kami undur diri", ucap seluruh mentri yang hadir sekitar tiga puluh mentri. "Pergilah" ucap Reno. Para mentri bergegas meninggalkan tempat persidangan menuju ke rumah mereka masing-masing. "Rio, dimana Ibu Ratu?" kata Reno. "Ibu Ratu sebentar lagi akan kemari yang mulia" kata Rio. "Ibu Ratu memasuki Ruangan" kata prajurit yang berjaga. Dengan sigap Reno memperaktikkan film yang pernah iya tonton," Hormat Ananda Ibu Ratu" kata Reno. "Yang Mulia bangulah" kata Ibu Suri sambil mengangkat anaknya untuk berdiri. "Kemana saja ananda selama satu minggu ini?" kata Ibu Ratu. "Ananda tidak kemana-mana" kata Reno tegas, supaya tidak ditanya-tanya lagi. "Putri Isabella memasuki ruangan" kata prajurit yang berjaga. "Putri Isabella ini siapa?" tanya Reno pada Rio sambil berbisik. "Dia adik yang mulia Putri Isabella perempuan paling cantik dan cerdas di kerajaan Awan" jawab Rio lantang. "Oh.. dia adikku" ucap Reno dalam hati. "Kakanda Adinda kangen mau bermain" Ucap Isabella polos didepan Reno. "Baiklah, adinda mau main apa?" tanya Reno. "Main perang - perangan" ucap Isabella. "Baiklah nanti sore adinda datang ke tempat latihan memanah untuk belajar memanah bersama kakanda" ucap Reno dengan senyum manis untuk adiknya. "Terima kasih kanda" ucap Isabella. "Ibunda ada hal apa penting apa yang ingin engkau katakan sebenarnya?" tanya Reno seolah bahwa dia adalah Raja kerajaan Awan. "Yang mulia, seminggu yang lalu ada isu yang mengatakan bahwa yang mulia telah terbunuh oleh suku tanah didaratan suku angin, Ibunda senang bahwa itu hanya sebuah isu" ucap Ibu Ratu. "Kenapa Ibunda Ratu mendengarkan kabar burung, lupakan saja" ucap Reno tegas agar tak mencurigakan bagi semua prajurit dan pembantu yang ada ruangan persidangan. "Baiklah, Ibunda tidak kwatir lagi masalah keselamatan Yang Mulia" ucap Ibu Suri sambil tersenyum bahwa anaknya dalam keadaan baik-baik saja. "Ibunda, ananda mohon izin ingin pergi ke Taman Sakura", kata Reno. Putri Isabella berkata," adinda ikut ya kanda .. adinda masih kangen sama kanda". "Adinda, Istirahatlah nanti sore kanda akan mengajari dinda cara menggunakan panah" ucap Reno yang tak ingin adiknya itu ikut karena masih belum mengenal kerajaan Awan. "Baiklah yang mulia boleh pergi, . Putri Isabella kembalilah ke istana mawar untuk beristirahat seperti perintah Yang Mulia" ucap Ibunda Ratu kepada anak-anaknya. "Baiklah Ibunda" ucap Reno dan Isabella. Ibunda Ratu dan Putri Isabella pergi ke istana mawat sementara Raja Reno pergi menuju Taman Sakura bersama Rio dan membawa 10 prajurit berbakat bersamanya.