Cinta Asyila

Cinta Asyila
Episode 1


__ADS_3

Dua anak perempuan yang terpisah. Kedua orang tua nya bercarai. Sang kakak mengikuti sang ibunda, sementara sang adik mengikuti sang ayahanda


Ibunda menitipkan anaknya ke panti asuhan. Sebenarnya, ia tak mau mengurusnya, dan suami nya yang menyuruh. Sementara Ayahanda menitipkan ke Love House, dimana rumah itu adalah tempat penitipan anak selamanya


Anak pertama bernama : Citra Alyssa Timonty


Terlahir di : Bekasi pada tanggal 07 Mei 2005


Usia 17 tahun


Anak kedua bernama : Cut Marisa Timonty


Terlahir di : Bekasi pada tanggal 07 Mei 2005


Usia 17 tahun


Kedua nya lahir di tahun bulan dan tanggal yang sama, di tandakan bahwa mereka terlahir kembar.


Mereka terpisah sejak bayi, dan tidak saling mengenal dan tidak mengetahui


***


Alyssa. Kini sekolah di SMA kelas 2. Dua sahabatnya yang selalu menemani Alyssa, Laura, dan Maya.


Laura. Dia gadis yang begitu cantik, berkulit putih, mancung, rambut panjang, mata indah, bibir tipis, tubuh langsing, dan pipi yang mulus.


Maya. Gadis yang penuh ceria namun ia pernah terpuruk jatuh dengan masalah nya. Ia merasa dirinya tidak mempunyai kelebihan di dirinya. Ia juga tidak ada mimpi dan cita cita. Namun, dengan kedua sahabatnya yang selalu menerima apa adanya, Maya tidak selalu bersedih.


***


Sementara dengan Marisa, sekolah di SMA kelas 2 di kota yang di tetapkan ia lahir, tidak dengan sang kakak yang kini berada di Jakarta. Ia lebih buruk dari sang kakak.


Hidupnya sangat tertekan di sekolah. Di aniayai oleh siswa bernama Shiren. Ia wanita yang sangat kejam pada Marisa.


Marisa menjadi ketua kelas di kelasnya dan membelakan yang benar.


Alyssa rambutnya yang selalu di gerai sementara Marisa yang selalu di kuncir, mungkin, itu yang dapat di bedakan jika masih bersama.


•Senin


Mata pelajaran hari ini, ialah matematika. Guru menyuruh seorang siswa menjawab di papan tulis, namun tidak ada yang mengacungkan tangan. Guru pun menyuruh Lili untuk menjawab pertanyaan di papan.


Lili, dengan fisiknya yang selalu di lecehkan, terutama Shiren. Pendek, gemuk, dll. Namun, prestasinya selalu di atas rata rata di banding Shiren, yang hanya dapat memamerkan kelebihannya dan kemampuannya.


Shiren memotret Lili dan mengepost ke sebuah grup dengan anggota teman kelasnya. Marisa melihat Shiren melakukannya. Shiren juga menuliskan dengan kalimat "Oh Lili... pendek dan gemuk. Tubuh sempurna yang tak bisa di jabarkan"


Semua handphone teman sekelas berbunyi tanda ada pesan. Mereka mengecek handphone dan melihat pesan yang telah di kirim oleh Shiren. Mereka semua tertawa hingga sang guru melihat ke arahnya, dan semuanya diam agar tidak ketahuan.


Guru yang melihat semuanya diam pun melihat kembali apa yang di tulis oleh Lili. Lili, merasa dirinya di hina dari belakang.


Marisa pun melihat apa yang telah Shiren lakukan. Marisa yang telah menjadi ketua kelas pun harus membela kan yang benar, dengan membalas pesan


"Teman teman. Tolong hentikan, terutama kau Shiren, tak merasa dirimu keterlaluan?" Semua siswa membacanya dan melirik tertuju pada Marisa termasuk Shiren, tak menyangka Marisa dapat melakukan nya


Shiren tak tinggal diam, ia membalas pesan Marisa. "Ketua kelas, kau memang dewi keadilan."


Teman temannya pun berkomentar "Pecundang Marisa keren, dia sangat tegas" "Membelanya takkan membuatnya menjadi lebih tinggi" "Heyy, berhenti memanggilnya pecundang, si pecundang akan tersinggung jika mendengarnya" "Ahahahha"


Marisa tak tinggal diam. Ia harus melaporkan nya pada guru. Karena ia adalah ketua kelas.


"Pak" panggil Marisa


"Ya?"


"Ada yang ingin ku sampaikan" ujar Marisa


Setelah menyampaikan apa yang telah di lakukan Shiren. Shiren akhirnya di panggil oleh kepala sekolah saat jam istirahat. Marisa dan semua teman sedang berkumpul di kelas.

__ADS_1


Setelah di panggil dan mendapatkan hukuman, di skors 1 hari. Shiren mendekati Marisa


"Hei Marisa"


Marisa yang di panggil pun berdiri dan ternyata Shiren.


"Apa kau sadar dengan perbuatan mu? Ya, aku memang di skors selama 1 hari. Tapi...."


Shiren mengatakan nya sampai "Tapi" sambil mengelus elus rambut Lili yang kebetulan ada di sana sambil duduk


"Si malang Lili dari si pecundang di kelas ini akan menjadi anak buangan di sekolah" ucapnya sambil menarik rambut Lili ke belakang dan melemparkan ke depan dengan kasar.


"Heyy"


Marisa menghampiri Lili yang kini ia menangis karena perbuatan Shiren


"Apa yang ada di pikiranmu? Jangan menghina orang yang lebih lemah darimu. Jika kau berani, lawan saja aku" ucap Marisa sambil mendekati Shiren


"Apa kau sanggup menghadapi nya?" tanya sombong Shiren seakan akan Shiren dapat melakukan nya seperti preman


Pertanyaan Shiren untuk Marisa tidak di jawab olehnya. Ia hanya diam, menatap Shiren.


"Baik, jika itu keinginanmu, akan ku kabulkan"


***


Rabu. selasa di lewat karena Shiren tidak ada.


Shiren berulang tahun. Kedua temannya mengajak Shiren ke suatu tempat. Belakang sekolah.


Zea menutup mata Shiren, sementara Debby menuntun jalan Shiren menuju belakang sekolah.


"Happy birthday to you... Happy birthday to you... Happy birthday Happy birthday.... Happy birthday Shiren"


Kedua temannya, Zea dan Debby. Shiren membuka matanya dan melihat Marisa yang berada di sana dengan dua siswi.


"Tada!! Kejutan!" ucap mereka berdua, Zea dan Debby


Shiren pun melihat Marisa yang di tahan oleh kedua siswa suruhan Zea dan Debby. Marisa yang melihatnya pun tak tau apa yang di maksudnya dengan kedatangan Shiren, Zea dan Debby


"Apa ini?" tanya Marisa dengan panik akan kelakuan mereka.


"Bukan cuma ini" ucap Zea dan Debby bersama


Zea dan Debby mendekati Marisa dan memegang tangan Marisa agar Marisa tak akan kabur.


"Apa yang mau kalian lakukan! Lepaskan! " teriak Marisa


"Aku bilang lepaskan!" teriak Marisa kembali


Zea dan Debby menjatuhkan Marisa ke lantai. Shiren yang melihatnya pun tak tahu apa yang akan di rencanakan kedua sahabatnya, begitupun dengan Marisa


"Langkah pertama. Pecahkan telurnya" ujar Zea sambil mengambil telurnya yang telah di siapkan oleh kedua siswi suruhannya.


Zea memecahkan telurnya dengan melemparkan ke arah Marisa menuju kepala. Dua siswi suruhannya pun melemparkan seperti yang di lakukan Zea.


"Langkah kedua" ucap Debby


"Di atasnya, tuangkan tepung yang banyak" ucap Debby sambil menuangkan tepung yang sudah di sediakan dan menuangkan nya ke atas kepala Marisa


"Langkah ketiga. Untuk langkah terakhir" ucap Debby dan Zea


"Tuangkan saus spesial di atasnya" ucap Debby


Debby dan Zea menuangkan saus di atas kepala Marisa


"Maka kue spesial sudah siap!" ucap keempatnya

__ADS_1


"Shiren... Selamat ulang tahun!!!"


Marisa hanya diam mendengarkan perkataan yang di bicarakan oleh mereka. Hatinya sangat kecewa dan kesal. Sementara Shiren, yang melihat orang yang di hadapannya terjongkok diam menangis tanpa suara.


"Sayang sekali tidak ada lilin. Tapi, terimakasih, aku sangat tersentuh" sahut Shiren sambil tersenyum


"Yehyyyyy"


Mereka semua tertawa gembira tidak dengan Marisa yang tersakiti. Bel masuk sudah berbunyi. Semua siswa dan siswi sudah masuk, tidak dengan Marisa. Marisa mengganti seragamnya dengan pakaian olahraga yang ia bawa.


Shiren yang sedang menulis, dan melihat bangku Marisa yang kosong.


"Omong-omong,, saus spesial apa yang di tuangkan tadi?" tanya Shiren kepada Debby


"Oh, itu..."


Tibalah Marisa dari pintu.


"Maaf bu!" ucap Marisa dengan menunduk, Marisa menuju bangkunya.


Semua siswa siswi menatap kedatangan Marisa yang tercium bau. Semua nya pun menutup hidung.


"Apa itu? Saus ikan?" tanya Shiren yang mengetahui baunya kedatangan Marisa


"Yaa" jawab Debby sedikit tertawa. Shiren pun ikut tertawa


Saat Marisa duduk, teman sebangku nya menutup hidung.


"Baunya menyengat ya? Aku sudah mencucinya beberapa kali dengan sabun, tapi baunya masih..." Marisa yang mengucapnya belum selesai di potong oleh teman bangkunya


"Bisakah kau berhenti bicara dan sedikit menjauh dariku?" tanya Nya


"Baik" Marisa pun menghentikan ucapannya dengan berat hati


"Bu guru! Sepertinya ada yang kentut, bau sekali" ucap seseorang


"Ahahah" semua kelas tertawa terkecuali ibu guru dan Marisa yang tersinggung


"Diam!!"


Bel istirahat pun berbunyi


"Pelajaran hari ini sudah selesai" ucap Bu Guru sambil membereskan buku buku nya untuk di bawa kembali ke kantor guru


"Marisa, temui ibu di kantor guru" ucap bu Guru kepada Marisa


***


Marisa sudah berada di kantor guru dan menghadapi guru


"Kenapa kau selalu memakai baju olahraga?" tanya bu guru


"Apa ada yang mengganggu mu di sekolah?" tanya bu guru


"Kau harus jujur agar ibu bisa membantumu" ucap bu guru


"Tidak. Tidak ada yang mengganggu ku" jawab Marisa


Marisa pun sudah di izinkan untuk kembali oleh guru. Ia berjalan menelusuri lorong lorong kelas yang banyak sekali teman teman yang saling bercanda, berlarian dan tertawa


Siswa siswi itu yang tersadar akan kedatangan Marisa yang masih bau menyengat sebab saus ikan yang di tuangkan. Semuanya menjauhi dengan melihatnya sambil memberikan jalan untuk Marisa


Namun tidak seperti itu. Mereka hanya tidak mau dekat dan berhadapan dengan Marisa. Siswa siswi yang berada di tengah tengah pun meminggirkan posisinya dekat tembok. Marisa tersadar akan teman temannya dan melihat ke belakang


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2