
Masih dengan keadaan di dalam kamar. Tepatnya sudah ada 4 anggota keluarga yang berkumpul di kamar Syila.
"Pa... Ma... Kak... Semua ini permulaan Syila untuk pura pura menerima dan setelah dia ucap kata hore, aku jelasin tentang ucapan kata mau aku ke dia. Bahwa, Syila mau nolak, bukan mau nerima. Terus... Ada perdebatan. Dia kaget dan bilang "Iho? Kok kamu nolak sih Syila" dan lain lain itu pokoknya, intinnya dia kecewa karena Syila nolak, padahal dari awal Syila bilang gak mau. Terus, Syila jelasin tentang pacaran, dia juga bilang "Kita pacaran islami aja" Syila bilang "Nggak ada yang namanya pacaran islami, yang namanya pacaran tetap pacaran!" Dan pada akhirnya, terselesaikan sama bel masuk. Dan akhirnya Syila pergi" tutur Syila menjelaskan kejadian itu
"Jadi... Kamu pura pura iya nerima dia? Sambil menerima bunga itu?" tanya pak Raffi yang kini duduk di dekat Syila. Sementara Reza berada di samping sang bunda.
"Iya pah... Waktu mau bilang "Mau nolak" Syila sambil motong batang bunga mawar itu terus buang" jawab Syila
"Maafin papa ya nak" ucap Pak Raffi sambil memeluk sang anak
Syila pun membalas pelukan sang ayah. Senang bila semua seperti pada umumnya.
"Nah, pah, hari ini... Kita dapat pembelajaran dari kesalahan. Kita gak boleh berburuk sangka pada orang apalagi sama keluarga sendiri, dan jangan pernah percaya sama berita yang belum tentu memfaktakan" sahut bu Linda
Saat bu Linda berkata. Terlepaslah pelukan seorang ayah dengan anaknya dan mendengar yang diucapkan sang ibu
Pak Raffi menanggapi dengan senyum mengangguk.
"Ternyata... Hidup itu adalah pilihan ya. Dan kesalahan adalah pelajaran " ucap Reza
"Tapi, yang namanya hidup adalah pilihan, jangan salah dalam memilih untuk hidup menjadi hal yang kurang bermakna. Harus memilih hidup yang bermakna. Bukan begitu?" ucap Bu Linda
"Heheheh... "
Keempat keluarga itu tertawa bersama dan sangatlah harmonis.
***
Pagi hari pukul 05.00 Syila sudah bangun dan bersiap untuk berangkat ke sekolah.
Pukul 06.10 Syila Menuruni tangga dan menjumpai keluarga yang sudah berada di ruang makan
"Sobahul khoir Mah, pah, kak" sapa Syila
"Sobahul khoir to sayang" jawab Bu Linda
Tidak dengan pak Raffi, yang hanya menanggapi sambil tersenyum.
"Mulai sekarang... Kamu hati hati ya di sekolah. Langsung jelasin ke papa biar gak salah paham lagi" ucap pak Raffi
"Na'am pah.." jawab Syila
"Masya Allah... Sekarang Syila udah ngomong pake bahasa arab aja nih. Mulai dari kapan sih dek?" tanya Reza
"Alhamdulillah... Syila belajar dong dari grup Whatsapp. Dan sekarang udah lumayan paham" jawab Syila
"Bagus dong kalo udah paham ya. Nanti kamu bisa berlibur ke negara Arab" sahut bu Linda
"Aamiin" jawab Syila
"Oh ya, kado dari ayah udah kamu buka belum?" tanya pak Raffi
"Oh iya... Lupa. Nanti abis pulang sekolah, Syila buka ya"
***
__ADS_1
Sesampainya di sekolah. Syila berjumpa dengan Dewa lagi. Dan seluruh geng Dewa menghadang Syila untuk lewat. Disana, tepatnya berada di tempat yang kemarin
"Syila..." panggil Dewa
"Dewa, Syila udah nolak kan? Jadi, jangan lagi pdkt, gak akan berhasil. Dewa itu 100% bukan tipe... Saya. Titik, gak pake koma." ucap Syila
"Heh... Elo kan yang nyebarin semua berita tentang gue kalo gue itu pernah ****!" ucap tegas Dewa
"****? Dewa,... Dewa kamu beneran lakuin itu?" tanya Syila
"Hh? Gak usah kaget deh. Sekarang juga gue bisa iho sama lo" ujar Dewa
Syila pun berbalik ke belakang dan tertabraklah ia dengan Kenny.
"Jantungku berdebar saat kau menatapku
Jadi salah paham bicara sama kamu"
*Hahahaha (Author)
"Hai" sapa Kenny yang melebarkan senyuman nya
"Heh... Dewa... Jadi selama ini lo lakuin itu?" tanya Kenny
"Kenapa lo bisa bilang ke Syila tapi gak bisa bilang ke gue? Kenapa? Lo anggap gue apa? Temen kan?" tanya Kenny lanjut
Dewa tersenyum miris.
"Kenapa sekarang lo ikut ikutan? Lo ada perasaan sama Syila ya sekarang?" tanya Dewa
"Duluan" ucap Syila berjalan meninggalkan Dewa dan Kenny.
Kenny pun mengikuti Syila dari belakang.
Syila sendiri merasa enggan diikuti olehnya. Padahal ia mengharapi Kenny bukanlah Dewa.
Sesampainya di kelas. Syila menaruh tas nya lalu duduk. Disana sudah ada Nurul.
Kenny, menaruh tas nya di bangku sebelah kiri Syila lalu duduk menatap Syila.
Syila merasa tak enak dipandang olehnya. Ia pun pergi keluar entah akan kemana.
Kenny pun mulai beranjak dari tempat tidurnya dan mulai mengikuti jejak Syila.
"Kenny, stop!" ucap Syila
"Nggak usah deketin .. Ss.. Saya lagi!" pinta Syila
"Oh.. Jadi... Sekarang Saya ya?" tanya Kenny
"Duduk. Gue mau ngobrol sama lo Syil" ujar Kenny
"Tenang, masih ada jarak kok" lanjutnya Kenny
Syila pun duduk di kursi kosong begitu pula dengan Kenny, duduk di antara kursi namun dengan jarak 1 meter.
__ADS_1
Di tempat itu tidak banyak siswa siswi. Karena masih pagi. Biasanya mulai ramai pukul 07.15
"Emang bener ya? Gue setampan nabi Yusuf yang lo kira?" tanya Kenny
*Deg*
"Maksudnya?" tanya Syila
"Gue sadar, lo itu suka kan sama gue?" tanya Kenny
"Kita masih SD, sebentar lagi mau keluar, kita kayak bukan SD, tapi, kita kayak remaja SMA" ujarnya Kenny
"Jadi bener kan? Lo ada rasa yang beda sama gue? Karena pesona gue?" tanya Kenny sambil menengok dan tersenyum
"Ngg.. Nggak... Siapa bilang?" tanya Syila
"Kan gue yang bilang. Gue yang sadar" ucap Kenny
"Lo pasti ada masalah ya setelah kemarin Dewa nembak lo?" tanya Kenny
"Cerita aja" ucap Kenny
"Kenny..., Ss.. Em.. Aku itu bukan siapa siapa. Jadi, nggak perlu dong aku cerita tentang kejadian itu" ucap Syila
"Ya udah. Is okey"
Datanglah Dewa dari belakang mereka
"Tapi, emang bener ya, lo gak mau nerima Dewa jadi pacar lo?" tanya Kenny
"Iya" jawab Syila
"Kalo sama gue?" tanya Kenny
"Ya, tetep aja gak mau" jawab Syila
"Kenapa?" tanya Kenny
"Bukannya lo suka sama gue?" tanya Kenny
"Ya, rasa suka itu belum tentu pengen pacaran" jawab Syila
"Orangtua juga larang buat pacaran" ucap Syila
"Iho? Kenapa?" tanya Kenny
"Surah al-Isra ayat 32 yang menjelaskan. "Walataqrabu zina" Jangan dekati Zina. " jawan Syila
"Pacaran kan, nggak ada juga perzinaan lah Syil" ucap Kenny
"Yang namanya ikatan pacaran tetap melanggar larangan Allah. Kan dalam surah pun dijelaskan" jawab Syila
"Jadi, kalo lo ketauan pacaran?" tanya Kenny
"Ya, yang pasti Papah yang paling marah. Karena, papa itu gak mau kalo anaknya nyeret ke neraka dan... Melanggar aturan. Kemarin juga sempat marah karena foto aku sama Dewa yang... Nerima bunga itu darinya. Dan... Papa bilang kalo aku benar bener nerima Dewa" jawab Syila
__ADS_1
"Ada ide nih gue" batin Dewa