
"Ini adalah perlombaan renang gaya bebas 400 meter. peserta lomba saat ini sedang melakukan pemanasan. Perlombaan kali ini bisa di bilang unik karena beberapa peserta pernah memenangkan kompetisi besar. Ada Roland Febian di jalur tiga. Jalur ke empat ada Kevin Wiyoko. Mereka berdua peserta yang di unggul kan kali ini"
Perlombaan renang gaya bebas akan segera di mulai, para peserta bersiap siap di garis start kolam.
Dalam hitungan ke 3 dan berbunyi TEET. Mereka menyelam masuk ke dalam kolam, berenang dengan gaya bebas mereka
"Perlombaan di mulai"
Rio, selaku ayah Roland berharap anaknya memenangkan juara lagi. Rio sangat memperhatikan Roland.
Semua penonton berteriak teriak nama peserta tanda mensupport.
"Seperti yang di perkirakan, mereka berdua memimpin pertandingan"
Ya. Roland dan Kevin yang kemungkinan di antaranya memenangkan medali perlombaan
Ternyata eh ternyata... Alyssa yang duduk di dalam bus bersama Laura di samping nya sedang mendengarkan podcast online perlombaan renang dengan menggunakan headset.
"Dekat sekali. Roland di jalur tiga, Kevin di jalur empat. Mereka memperebutkan posisi juara. Waktu mereka terlihat sangat baik sejauh ini"
"28.14 detik mereka sampai di titik akhir, kini saatnya kembali"
Rio memikirkan siapa yang menang di antara keduanya.
"Roland, Kevin, Roland, Kevin"
"Roland lebih dulu!"
Semua penonton senang Roland menang, termasuk Rio, sangat gembira karena anaknya menang.
"Roland memecahkan rekor baru dan mendapatkan medali emas. Roland baru saja menjadi bagian dari sejarah renang gaya bebas"
Alyssa pun senang mendengarnya hingga ia tersenyum dan membuat Laura menjadi curiga
"Kau sedang mendengarkan apa?" tanya Laura sontak membuat Alyssa terkejut
"Bukan apa apa" jawab Alyssa
"Aku mau mendengarkan nya bersama" pinta Laura sambil memegang headset Alyssa yang akan di cabutnya dan memasangkannya ke telinga Laura namun Alyssa mengambil alih
"Ra, make up mu pudar" alih Alyssa agar Laura tak dapat mendengar nya
"Apa? Sebelah mana?" tanya Laura yang sedikit panik dengan kepudaran make up nya
Laura yang begitu percaya akan omongan Alyssa, Laura mengambil bedak kecil yang tentunya ada cermin di dalamnya. Alyssa pun mematikan nya dan menggantikan dengan musik "Ragu" Rizky Febian
Laura yang merasa di tipu oleh sahabatnya merasa kesal.
"Tidak ada lah, kau selalu saja berbohong pada ku. Coba ku dengar" ucap Laura mengambil headset nya memakaikan ke telinga
"Pelit sekali, musik Rizky Febian tidak mau berbagi dengan ku. Dasar!" geram Laura
__ADS_1
Alyssa hanya mendengarkan perkataan Laura dan tersenyum. Bukan karena perkataan Laura yang membuatnya tersenyum namun ia tersenyum karena Roland mendapatkan juara perlombaan renang gaya bebas
Roland yang telah mendapatkan medali emas pun, seseorang ingin berfoto dengannya. Dua anak perempuan dan lelaki berusia 10 tahun.
"Terimakasih" ucap sang ibu dari kedua anaknya dan menghampirinya
"Boleh aku menyentuh medali emas itu?" tanya izinnya seorang anak lelaki itu
"Silahkan! Ini" Roland yang baik hati menyodorkan medali emas itu dengan tetap di pakainya di lehernya Roland
Anak lelaki itu menyentuh nya. Roland tersenyum melihat keduanya tersenyum
"Waw" ucap kedua anak itu
"Selamat kak Roland. Kakak memang hebat" ucapnya
Roland memikirkan masa kecilnya saat bersama Alyssa. Saat berusia 10 tahun
•2015
"Kau pasti senang. Kau selalu memenangkan medali. Apakah itu emas sungguhan?" tanya Alyssa
"Bolehkah aku minta satu?" lanjutnya sambil memegang medali emas
"Tidak boleh!" larang Roland mengusir tangannya dari medali
"Kau harus memenangkan medali emasmu sendiri" ucap Roland
"Aku tak bisa berenang secepat dirimu. Kau sungguh pelit. Aku tak menginginkan nya" ucap Alyssa
"Aku tak percaya pada mu" ucap Alyssa
"Kau bahkan tak bisa memberikan ku medali yang begitu penting ini, apa mungkin kau akan memberikan ku medali dari turnamen besar?" tanya Alyssa
" Aku tak bisa memberikan ini karena ini tak begitu penting" jawab Roland
Kemudian Alyssa berfikir apa yang di maksud temannya ini?
"Sudahlah.. Lupakan saja. Aku sungguh terkejut saat kau bisa menjadi murid terpandai dengan otakmu itu" ujar Roland
"Hei, kau bilang apa?" tanya Alyssa dan menceburkan Roland ke dalam kolam
...----------------...
Roland sudah menyalin pakaian nya dan kini sedang berada di luar
"Aku sudah berhasil memenangkan medali emas" pesan nya kepada Alyssa melalui whatsapp
"Lalu apa?" tanya Alyssa yang sedang online
"Aku hanya ingin memberitahumu" jawab Roland
__ADS_1
"Oh, kita sudah tiba di tempat peristirahatan" ucap Alyssa
"Jarak Bekasi dari ku tidak terlalu jauh" ucap Roland
"Lalu?" tanya Alyssa
"Aku hanya memberitahukan mu" jawab Roland
***
Alyssa dan Laura sedang berada di toilet dan sudah sampai di tempat peristirahatan
"Ya ampun!! Alyssa....!!!" teriak Laura keluar dari kamar mandi menjumpai Alyssa yang sedang berada di tempat wastafel
"Alyssa...!, Roland... memenangkan medali emas! Bukankah dia benar benar hebat?" ucap Laura dengan heboh
Alyssa yang sudah tau tentang itu hanya biasa saja mendengar ucapan Laura.
"Benarkah? Syukurlah kalau begitu" ucap Alyssa dengan santai
Laura yang mendengarkan ucapan Alyssa yang hanya biasa saja menatap lekat Alyssa. Padahal Alyssa dan Roland sangat dekat, tidak mungkin hanya sekedar biasa saja.
"Apa itu saja?" tanya Laura
"Memangnya apa lagi yang harus ku lakukan?" tanya Alyssa
"Oh.. Apa aku harus menari?" tanya Alyssa
"Seperti ini?" Alyssa menggoyangkan bahu kanan dan kiri bergantian dengan tersenyum gurau melangkah kan kaki keluar
"Dasar!" ucap Laura tersenyum tawa
Alyssa keluar dan tiba tiba ponsel nya berbunyi. Alyssa mengambil handphone nya dan membaca pesan tersebut.
'Hanya karena itu sudah berlalu, bukan berarti itu tidak pernah terjadi' pesan dari seseorang yang di nama kan "Ariel"
"Ariel?" tanya Alyssa dengan meragukan dan sedikit tak percaya.
Ia yang mendapatkan pesan dari Ariel, terlepas handphone nya dari genggaman nya. (jatuh)
Tibalah Laura sambil merangkul bahu Alyssa dan melihat handphone yang terjatuh. Laura mengambilnya dan membersihkan nya.
"Ya ampun... Kau sungguh ceroboh sehingga handphone mu terjatuh seperti ini" ucap Laura, dengan cepat Alyssa mengambilnya dari genggaman Laura agar ia tak membaca pesannya.
"Kenapa?" tanya Laura
Alyssa pergi dengan kecewa hati. Entah kenapa ia menjadi seperti itu karena SMS dari Ariel
"Alyssa...." panggil Laura
.
__ADS_1
.
Bersambung...