Cinta Asyila

Cinta Asyila
Terlambat


__ADS_3

Diary Aliya Almadira : Part 1


" *Ku tuliskan semua rasa kesal ku, rasa sedih ku, rasa senang ku, rasa pahit ku, rasa manis ku, dan rasa lainnya. Andai, aku menjadi Zara, kakak ku. Aku pasti akan banyak banyak bersyukur dan cukup bersyukur.


Namun meski begitu. Seharusnya aku bersyukur karena aku Aliya Almadira. Yang mempunyai Tuhan, sahabat seperti Mila dan hidup di rumah yang besar dan mewah ini*"


Dira menjelaskan bahwa ia ingin seperti kakaknya, Zara. Karena, ia memiliki 2 teman seperti Febby dan Michelle, Zara juga memiliki banyak penggemar karena memiliki wajah yang cantik dan bentuk tubuh nya yang langsung, serta, aku cemburu dengannya karena ia selalu di utamakan oleh ibunya.


Sebenarnya, ia juga mempunyai orang yang seperti itu, namun hanya 1 bulan sekali.


Jika ia menjadi Zara, Ia pasti akan mensyukuri dengan apa yang ada pada diri Zara. Namun, Dira pun harus bersyukur dengan apa yang sudah di takdirkan oleh sang Pencipta, yang mempunyai Tuhan semesta alam, dan sahabat seperti Mila


Jujur saja, Mila adalah orang pertama yang ingin berteman. Sebelumnya, Dira tidak mempunyai banyak teman di sekolah, namun semenjak Mila datang ke sekolah menjadi anak baru, Dira tidak merasa sendiri lagi.


...


Diary Aliya Almadira : part 2


"Aku yakin, Allah telah merencanakan semua yang terbaik untuk ku. Tidak mungkin Allah membiarkan ku dalam kesulitan seperti ini, maka, untuk apa aku hidup tanpa-Nya? Kita hidup hanya untuk berjalan menuju Jannah dan hanya kembali kepada Allah"


Ia menjelaskan bahwa, ia yakin dengan apa yang sudah di rencanakan oleh sang Pencipta. Kejadian yang menimpanya, mungkin adalah yang terbaik untuknya. Allah tidak akan membiarkan Dira sendiri menangis dalam kesedihan yang menyakitkan. Dan, ia hidup, hanya untuk Allah SWT yang menguasai alam semesta.


...----------------...


Selasa pagi pukul 07.00


Dira, masih terlelap tidur. Entah kenapa ia tidak bangun dari tidurnya sehingga ia akan terlambat masuk sekolah.


Datanglah bi Sri, selaku asisten rumah tangga dan ia cukup dekat dengan Dira.


Mbak Sri mendekati Dira dan segera membangun kan nya.


"Non... Non... Non Dira... Bangun non" bi Sri sambil menepuk-nepuk pundak Dira.


Dira pun bangun dan menatap pada mbak Sri


"Non kok bangun nya kesiangan. Ayo bangun! Nanti telat sekolah iho non" ujar bi Sri


"Ha? Emang jam berapa sekarang?" tanya Dira


"Udah jam 07.00 non" jawab bi Sri

__ADS_1


"Apa? Jam 7? Kok bibi gak bangunin aku sih... Haduuuhh" Dira beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi


Setelah menunggu Dira mandi dan bersiap siap berangkat ke sekolah. Bi Sri menyiapkan makanan yang berisi roti bakar yang di lapisi berbagai toping seperti telur, keju, dll. dan di masukan ke dalam kotak makanan untuk di bawa ke sekolah.


Turunlah Dira dari atas tangga menuju dapur untuk berpamitan dan membawa makanannya. Setiap hari, Dira selalu membawa bekal ke sekolah dan membawa uang hanya 5.000


"Nih, non. Bekalnya di makan ya" ujar bi Sri sambil menaruh kotak makan ke tas Dira


"Ayo non, berangkat. Sebelum terlambat" sahut bi Sri


"Iya,Bi, aku pamit ya. Assalamu'alaikum" pamit Dira


"Iya wa'alaikumsalam. Hati hati non" sahut bi Sri


Dira, memakai pakaian seragam putih merah, bukan merah putih, jika merah putih, itu artinya, rok di bagian atas dan seragam di bagian bawah.


Dira memakai kerudung persegitiga dan memakai ciput di dalamnya. Dira berjalan menelusuri jalan menuju sekolah. Dira melihat jam tangannya yang terlilit di tangan kirinya, menunjukkan pukul 07.55


Sesampainya di gerbang SD Menteng, sudah tidak ada orang dan gerbang pun sudah di tutup oleh penjaga. Sayang sekali, penjaga sekolah tidak ada di sana.


"Aduuhhh... Beneran telat lagi. Kenapa sih aku bisa se ceroboh ini?" geram Dira


"Siapa bilang lo ceroboh?" tiba tiba suara itu terdengar di dekat Dira. Dira yang mendengar nya seperti mengetahui dengan suaranya.


"Billy?" tanya Dira


"Lo udah sembuh ya?" tanya Billy


"Udah kok" jawab Dira


Memang benar, kemarin senin, Dira tidak masuk sekolah, bahkan dari hari Jum'at. Dira sakit tipes dan di rawat si rumah sakit selama 3hari. Kemarin sore, ia sudah pulang.


"Syukur deh kalo gitu" sahut Billy


"Kamu kok tumben terlambat?" tanya Dira


"Lo kayak gak tau gue aja deh" sahut Billy


"Harusnya... Gue yang tanya sama lo. Lo kok tumben terlambat?" tanya Billy


"Ya... Namanya juga baru keluar dari rumah sakit. Orang sakit tuh... Biasanya bangun jam seginian" jawab Dira

__ADS_1


"Uh... Enak banget lo... Gak solat lagi. Abis lo di akhirat nanti" sahut Billy


"Apaan sih... Aku tuh lagi halangan kali. Mana mungkin seorang Dira ninggalin sholat. Kamu sendiri aja belum bener sholatnya" ujar Dira


"Dih... Enak aja, asal tau ya, gue... sholat lima waktu aja tepat waktu, di tambah lagi nih gue bangun tengah malam buat sholat tahajud, sholat sunnah sunnah lainnya" ujar Billy


"Oh ya? Yang rajin ya Bil... Jangan di tinggalin lagi" sahut Dira dengan senyum


"Segitu doang pendapat lo?" tanya Billy


"Pendapat apa nih maksudnya? Aku ngomong itu kan bukan pendapat namanya. Tapi, pesannya" sahut Dira


Billy hanya memutar bola mata nya. Dira hanya tersenyum.


"Jadi, gimana nih cara masuk ke kelas?" tanya Dira


"Ikut gua"


Gue? Lo? Itulah kata yang sekarang di ucapkan oleh laki laki kelas 6, namun hanya 80%. Sisanya 20% laki laki yang menyebut nama Saya/aku dan kamu


Dira mengikuti langkah Billy. Billy dan Dira teman lama sejak dari tahun 2017, saat itu mereka berusia 7 tahun. Mereka bertemu saat satu kelas dan di nyatakan bahwa mereka pernah bertemu saat kecil sekitar tahun 2014, mereka berusia 3tahun. Orang tua mereka pun dulu tetangga saat mengandung Billy dan Dira.


Billy melangkah kan kakinya menuju belakang sekolah, disana, ada pagar pagar dan dinding dinding dan Billy memberi solusi untuk masuk kelas tanpa bolos. Yaitu, dengan memanjat.


"Apa? Mma... Manjat? Kali aja lah Bil. Aku pake rok iho" ucap Dira


"Inalilahi... Kan suka pake celana dari dalam rok" ujar Billy


"Ya ttt... Tapi kan..."


"Sttt... Udah jangan ada kata tapi. Ayo naik!" titah Billy


"Ha? Aku dulu?" tanya Dira


"Iya. Kalo lo jatuh kan gue bisa nangkap lo" jawab Billy


"Icshh.... Jangan cari kesempatan dalam kesempitan deh... Aku tu mahal buat laki laki yang kayak kamu, enak aja mas sembarangan nangkap. Ingat! Bukan Mahram!" tegas Dira


"Cttp... Iya ya ya"


.

__ADS_1


.


__ADS_2