Cinta Asyila

Cinta Asyila
Episode 8


__ADS_3

"Aku sudah memikirkannya.. berulang-ulang kali. Tapi.. Aku sungguh tak bersalah" ucap Marisa


Jenita, ibunda Shiren. Yang mendengarnya pun berdiri setelah duduk di samping sang suami, jaksa Fathir Kusumo Raider. Jenita bergerak akan memukul Marisa karena keterlaluan, namun pak Fathir menghentikan tangan sang istri.


"Beraninya kau..."


"Bunda..." panggil pak Fathir


"Tenanglah" ucap pak Fathir seraya menenangkan


"Aku minta anggota komite membuat keputusan bijak. Untuk menghukumnya dengan keras" pinta bu Jenita


Ibu Jenita pun menarik tangan Shiren lembut dan pergi bersama anaknya.


"Ayo pergi"


Pak Fathir pun mengambil tas kerja nya di kursi dan pergi tanpa salam dan adab


Marisa tertunduk diam.


"Jaksa Fathir!" panggil para guru serta direktur yang beranjak duduk


***


Marisa, menandatangani sebuah formulir yang harus di tandatangan. Hari ini, adalah hari terakhir Marisa berada di sekolah.


"Kau akan di keluarkan secara resmi dari sekolah setelah dua minggu masa tunggu" ucap sang guru perempuan


"Kau boleh pergi sekarang" sahut nya kembali


"Bu Elina.." panggil Marisa


"Aku akan pergi setelah pelajaran hari ini. Ini hari terakhir ku di sekolah, aku tak ingin merasa seperti di keluarkan dari sekolah" ucap Marisa


***


Marisa pun pergi ke kelas.


"Marisa.." panggil seseorang, Debby bersama Shiren dan Zea


"Ku dengar kau di keluarkan " ujar Debby menatap Marisa

__ADS_1


"Dilihat dari SMS ancamanmu pada kami dan membuat Shiren di rawat di RS. Ku rasa hukumanmu itu terlalu ringan" sahut Zea


"Marisa.. Jangan terlalu sedih karena tak bisa bertemu denganku lagi. Aku akan sering datang dan bermain ke tempat kerjamu" ucap Shiren yang sok baik dan munafik


"Kau sungguh teman yang baik" puji kedua temannya, Debby dan Zea sambil bertepuk tangan


"Ada satu hal yang sungguh ingin ku tanyakan padamu" ucap Marisa


"Kenapa kau melakukan ini padaku?" tanya Marisa


"Kau ingin tahu? Kalau begitu akan ku beritahu" ucap Shiren


"Karena.... , Tidak.. Ada. Aku hanya membenci mu karena kau Marisa" jawab Shiren


"Shiren... Seberapa rendah lagi kau akan bersikap seperti ini? Bahkan sekarang kau sudah di titik terendah" ujar Marisa


"Beraninya kau!" Shiren maju dan berhadapan langsung dengan tatapan tajam pada Marisa. Shiren tersenyum miris akan memikirkan rencananya.


"Teman teman... Tutup tirainya!" pinta Shiren


Tirai putih dalam kelas. Melayang-layang dengan pelan. Apa yang dilakukan Shiren, Debby dan Zea? Debby dan Zea menarik-narik baju atas dada Marisa, dan Shiren merekam Marisa dan jika Marisa akan bersikap rendah dan menjadi jadi, maka Shiren akan menyebarkan video nya.


"Hentikan! Hentikan!" pinta Marisa pelan


Tangan Marisa di pegang oleh Zea, Debby dan Zea menarik narik nya.


"Hentikan!" teriak Marisa


Mata nya sudah berkaca kaca, dan hidung nya yang sudah memerah. Banyak siswa siswi yang bersenang senang tanpa adanya masalah dengan dunia. Teriakan nya yang sangat bahagia.


Lili, berada di tempat duduknya. Melihat keberadaan Marisa bersama Shiren, Debby dan Zea. Tirai bergoyang goyang karena Marisa yang mencoba berlari dari mereka.


Lili mengetahui dengan keadaan Marisa yang pasti sedang di sakiti ingin menolong nya, namun, Ia merasa ia lemah dari Shiren.


"Jika kau bertingkah lagi, aku akan... Menyebarkan video ini" ucap Shiren berbisik


Ada siswi yang sedang menghapus boar. Ada juga yang mendengarkan musik lewat handphone. Ada yang memakaikan jepitan rambut kepada temannya.


Satu satunga siswa yang paling kasihan, Marisa. Bersembunyi di balik tirai, seakan akan, Marisa sedang bersenang senang dengan ketiganya itu. Marisa terus berusaha. Dan... Berhasilah ia, bebas dari Shiren dengan mendorong pelan dan berlari membuka tirai.


Seragamnya yang amat lusuh dan berantakan. Marisa berlari dengan cepat keluar dari kelasnya sehingga menabrak bahu teman temannya yang merasa tidak peduli. Semua siswa siswi memperhatikan Marisa yang berlari keluar dari kelas.

__ADS_1


Pelajaran terakhir. Marisa tidak belajar pada pelajaran terakhirnya. Ia memilih untuk langsung pulang dan resmi di keluarkan dari sekolah.


Marisa menggendong tas sekolahnya. Dan berhenti dari langkah kakinya. Ia menatap sekolahannya. Jatuhlah nama "Cut Marisa Timonty"


***


Marisa. Sudah pulang dengan keadaan yang lusuh. Wajahnya pucat, badannya lesu, hatinya sangat kecewa, jiwanya letih. Tidak ada siapa yang ada di sana.


Direktur sedang pergi keluar negeri. Sementara anak anak, les di tempat les yang biaya nya hanya 10.000 per-minggu.


Marisa mengganti pakaian seragam nya dengan baju yang di berikan bu Rita, hadiah dari orang bernama ~Zamora~ Apakah ia adalah ibunda Alyssa?


***


Angin meniup kota bekasi. Sungai yang jernih, terlihat segar di pandang. Langit yang masih cerah dengan awan putih di atas langit yang biru. Seorang wanita berpakaian baju putih dengan tulisan di depannya "My Is Music"


Di belakang nya. Ada seorang gadis yang sedang menatapnya. Begitu kembar mereka berdua. Ya, gadis itu adalah Alyssa, selama ini, Alyssa menghilang karena ingin mencari Informasi sang adik kembarnya yang ternyata kini berada di kota Bekasi dan, ia mengetahui dengan apa yang sudah terjadi.


Setiap hari, Alyssa bersembunyi di tempat dimana Marisa berada tanpa sepengetahuan orang orang di sekeliling nya. Namun, jika dalam kelas, ia hanya menunggu di semak semak.


Alyssa. Masih dengan pakaian kemarin saat bertemu Marisa di Cafe tanpa sepengetahuan Marisa. Alyssa bersembunyi di balik tiang yang dekat dengan sungai.


Sungai itu terletak di bagian sisi jalan sepi.


"Bush"


Alyssa terkejut dengan Marisa yang menyelam tanpa ada tujuan. Alyssa menghampirinya dan bergegas menyelam untuk menyelamatkan Marisa.


Marisa sudah tidak tahan lagi dengan ujiannya yang menimpa. Sehingga... Ia membunuh diri dengan menyebur ke sebuah danau yang dalam dengan sedalam 100 meter. Dan... Marisa tidak dapat berenang, artinya ia tak akan selamat. Kecuali ada orang yang menolongnya.


"Selamat tinggal teman temanku!"


Dalam 10 detik. Marisa merasakan kesusahan dalam air. Ia tak bisa bernafas, tentu saja karena tidak memakai oksigen dan tidak ada tujuan yang jelas.


Marisa ingin sekali keluar dari air sungai dan, datanglah seorang perempuan yang menarik tangannya dan membawa ke darat. Ia adalah Alyssa


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2