
Malam pun tiba. Marisa mendongeng kan untuk Nara agar segera tidur. Tak lama, Nara tertidur, Marisa yang melihat pun tersenyum karena berhasil membuat Nara tertidur. Marisa mengecup kening Nara sebagai tanda kasih sayang.
Nara adalah anak yang di titipkan oleh orang tua nya. Marisa sudah menganggap Nara sebagai adik kandung sendiri. Ibu Rita pun datang memanggil Marisa.
"Marisa. Bisa keluar sebentar?" tanya bu Rita
Marisa pun keluar mengikuti jejak kaki bu Rita
"Ada kiriman untukmu tadi siang, ibu lupa memberikan nya, Apakah dia juga yang mengirim mu sepatu lari sebelumnya?" tanya Bu Rita sambil menyodorkan kotak
"Ya, sepertinya begitu" jawab Marisa
"Siapa pun yang mengirimnya, dia pasti sangat menyukai mu" ujar bu Rita
Marisa tersenyum menanggapi bu Rita. Marisa membuka kotak itu dan rupanya pakaian. Baju yang sangat unik. Ada sebuah surat di dalamnya, Marisa membukanya dan membacanya
"Aku sedang berbelanja baju untuk putriku. Kemudian aku teringat padamu, Marisa. Jadi aku membelikan satu untukmu . ~Zamora~"
Entahlah itu Zamora ibu angkatnya Alyssa atau bukan
"Cobalah pakai"
Marisa mengambil baju itu dan memakai kannya secara singkat. Dengan menempelkan ke bagian tubuh depan dan memperlihatkan kepada bu Rita.
(Maaf, fotonya buram 🙏😇)
"Bagaimana?" tanya Marisa
"Waah... Sangat cantik sekali" puji bu Rita dengan senyum
Marisa tersenyum dengan pujian bu Rita
***
Keesokan harinya. Matahari telah menyinari dunia khususnya kota Jakarta. Kini, sekolah Alyssa akan berwisata ke daerah Bekasi. Zamora, sudah menyiapkan pilihan untuk Alyssa di meja depan ruang tamu.
Terdiri koper yang memang akan di bawa dengan isinya yang sudah di siapkan oleh Alyssa, selain itu, Zamora menyediakan syal, uang, story album foto yang berukuran kecil, make up, hair dryer, parfuem, pelembap, maskara, dan jaket berbulu bulu.
"Mama. Ini bukan perjalanan keliling dunia .Ini hanya wisata sekolah 3 hari 2 malam di tanggerang. Kita hanya pergi naik bus, mengambil beberapa gambar lalu pulang" ujar Alyssa
"Iya, mama tau itu" ucap Zamora
"Lalu kenapa mama menyiapkan ini semua untukku?" tanya Alyssa
"Mama menyiapkan ini semua agar tidak ada yang ketinggalan. Ambil saja barang yang akan kau butuhkan!" jawab Zamora
Alyssa hanya mengambil uang dan memasukkan ke dalam saku
"Itu saja?" tanya Zamora
"Ya. Itu saja" jawab Alyssa
Alyssa berjalan menuju koper yang tersimpan di sebelah barang barangnya yang masih berada di meja dan koper tersebut terbuka, berniat untuk menutupinya dan segera berangkat. Namun, Zamora menghentikan nya
"Tunggu sebentar. Ambillah barang yang dapat kau perlukan di sana"
"Mamaaa...." rengek Alyssa yang terkekeh ingin menutupinya namun Zamora tetap menahannya
"Tunggu. Tunggu sebentar" ucap Zamora
"Ini" Zamora mengambil story di lengkapi dengan foto
"Bawalah ini. Kamu akan merasa bosan setelah bermain main seharian" ujar Zamora
"Jadi, bacalah ini, saat kamu merasa bosan" lanjut Zamora
__ADS_1
"Mama benar benar berlebihan" tutur Alyssa
Zamora tersenyum dan membuka lebarkan kopernga yang tadi sedang di pegang oleh Alyssa dengan sedikit terbuka.
Zamora menyimpan buku itu ke dalam koper dan melihat baju yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Ia mengeluarkan baju itu dan menanyakan pada anaknya
Baju yang di miliki Alyssa sama persis dengan Marisa. Padahal, mereka tidak pernah bertemu dan tidak saling mengetahui akan adanya saudara kembar
"Mama belum pernah melihat baju ini?" ujar Zamora
Dengan cepat Alyssa mengambilnya dari sang ibunda dan memasukkan ke dalam koper
"Aku membelinya bersama teman teman ku" ucap Alyssa dengan dingin
"Kenapa sikapmu mendadak menjadi dingin? Apakah akan kotor kalau mama sentuh baju mu itu" tanya Zamora
Zamora mengantarkan anaknya ke sekolah. Alyssa mengenakan sepatu sport berwarna silver dengan pernak pernik gliter. Tas nya yang berwarna biru tua, dan koper yang berwarna hitam dengan gambar kucing.
Alyssa turun dan membenarkan tas nya yang turun. Sementara Zamora mengambil koper sang anak di garasi dan menurunkannya juga memberikan nya.
"Tunggu sebentar!" Zamora melepaskan syal nya yang di lilitkan di leher dan memakaikannya kepada leher Alyssa
"Pakai ini kalau kamu kedinginan di malam hari. Kau akan mudah jatuh sakit karena sistem pernapasanmu lemah" tutur Zamora yang begitu pengertian
"Baik, aku akan melakukannya" ucap Alyssa
"Mama..., Aku...."
"Tidak jadi"
Apa yang di ucapkan Alyssa tadi membuat Zamora sedikit kecewa dalam kecandaan.
"Ibu istirahat lah yang banyak selagi aku tidak ada" pesan Alyssa
"Dahh... Assalamualaikum" salam Alyssa
"Wa'alaikumussalam" jawab Zamora tersenyum
Alyssa melambaikan tangan, begitupun Zamora melambaikan tangan balik
Alyssa dan Zamora. Beragama islam, namun belum mengenali tentang hijab.
Namun, mereka pasti akan segera sadar bahwa hijab adalah pelindung untuk kaum hawa
Lapangan sekolah yang sudah di penuhi siswa siswi dan nampaknya semua nya barcanda tertawa juga saling mengobrol
Alyssa sedang bersama sahabatnya yaitu Maya.
"Laura masih belum datang?" tanya Alyssa pada Maya
"Belum. Dia mungkin terlambat karena harus berdandan" jawab Maya
Dalam 10 detik, Laura pun datang menghampiri mereka.
"Oh, itu dia" ucap Maya sambil menunjukkan Laura yang berjalan menghampiri nya
Laura. Memakai kaca mata hitam, berpakaian bebas tanpa seragam dari dalam, ia memakai jas nya saja. Tas nya yang sama dengan Alyssa, juga sepatu yang sama. Hanya koper yang berbeda dari Alyssa. Baju yang di pakai oleh Laura pun baju yang di punyai Alyssa yang saat di rumah di tanyakan oleh ibunnya, namun warnanya berbeda, Laura berwarna pink sementara Alyssa berwarna putih. Nampaknya, baju milik Alyssa persis sama dengan Marisa
"Jengkel sekali. Jas bodoh ini menutupi keindahan tubuh ku" geram Laura
"Ku rasa tak ada masalah. Tubuhmu sendiri sudah menakjubkan" ucap Alyssa
"Pengamatan yang hebat Alyssa" ucap Laura sambil merangkul bahu Alyssa
Maya melihat sepatu yang di kenakan oleh kedua sahabat nya. Sangat menakjubkan baginya
__ADS_1
"Sepatu kalian bagus" komen Maya
Saat itu Laura memegang tubuh Alyssa dengan 1 tangan ke samping bahu ke bahu. Mereka akan menunjukkan aksinya saat mendapatkan komentar dari Maya. Berbalik dan menunjukkan tas nya yang sama
"Tada!!!"
"Apa apaan ini? Memalukan sekali! Kalian berpacaran?" tanya geramnya Maya terkejut
"Menurutmu hanya ini saja?" tanya Laura
"Kita bahkan mempunyai... Pakaian yang serasi untuk salin di sana" sahut Laura
"Celana merah muda? Kau memakainya?" tanya Laura
"Ya, Aku mengenakannya" jawab Alyssa
"Kau berbohong?" tanya Laura tak percaya
"Wajahmu menjadi lebih serius kalau kau berbohong" ujar Laura
Laura yang tak percaya ingin melihat celana yang di pakai Alyssa yang tertutup oleh rok.
"Coba ku lihat" reaksinya Laura mengejutkan Alyssa
"Lihat apa?" Alyssa menjauhi terluncat sedikit karena terkejut
"Aku mau melihat warnanya" ucap Laura
"Tidak. Hentikan" Alyssa berjauh dan menjauhi Laura agar tidak dibuka oleh Laura
"Hei, kemarilah!" Laura terus mengejar Alyssa
"Tunggu!" ucap seseorang siswa lelaki yang menghadangnya, dan saat itu Laura di samping Alyssa
"Ada apa? Warna apa? Tunjukkan padaku juga" ucap Nya
"Tunjukkan apa? Pergi sana!" ucap Alyssa lalu Laura memegang bahunya ke bahu seperti persahabatan lalu pergi meninggalkan nya
Namun, teman teman yang ada di sekitar lelaki itu berteriak teriak kepada Alyssa dan Laura.
"Tunjukkan!!"
"Tunjukkan!!"
"Perhatian!!" teriak seorang guru yang sudah datang dengan guru yang lain
"Tunjukkan... Tunjukkan..."
Mereka masih berteriak seperti itu
"Perhatian!!" teriak tegas wali guru kelas. Pak Kenny
Semua siswa yang mendengar itu pun menghadap ke depan arah guru.
"Bapak akan mengulanginya lagi. Hal yang terpenting dari wisata adalah.... Pertama keselamatan! Kedua keselamatan! Ketiga keselamatan"
"Dia benar benar menyukai keselamatan" ucap salah satu siswa di belakang
"Kalau kalian merasa sakit atau merasa ada yang tak beres, segera beri tahu para guru agar bisa di bawa ke rumah sakit, jangan pergi sendiri tanpa memberi tahu guru"
Guru yang menjelaskan, ada siswa yang menghiraukan dan mengata-ngatakan
"Ketua kelas, apa ada yang tidak hadir?" tanya pak Kenny kepada ketua kelas, Reza
"Iqbal tidak hadir karena alasan pribadi. Roland tidak hadir karena ada perlombaan. Semuanya hadir kecuali dua orang itu"
Roland, ialah sahabat Alyssa di saat kecil hingga sekarang. Sementara Iqbal, siswa yang terkenal dengan ketidak warasan nya, bertingkah kasar, dan terkadang komedi. Dirinya berada di rumah sakit Cempaka putih Bekasi.
__ADS_1
Alyssa melihat jam tangan nya yang terlilit di tangan kirinya. Jam itu menunjukkan pukul 07.15 tepatnya Roland mengikuti lomba renang gaya bebas