Cinta Asyila

Cinta Asyila
Episode 6


__ADS_3

Alyssa, sedang menyendiri di sebuah cafe di dekat area perkumpulan para siswa siswi. Ia menelepon kontak yang di beri nama "Love House"


"Halo Assalamualaikum" salam Alyssa


"Wa'alaikumussalam, ada apa?" tanya seseorang di seberang sana.


"Apa ini benar dengan Love House?" tanya Alyssa


"Ya benar, ini dengan siapa?" tanya nya di seberang sana


"Aku teman nya Marisa, nama ku Lili. Aku teman SMA nya" jawab Alyssa dengan menyamar


"Bisa tolong beri aku nomor ponsel milik Marisa?" pinta Alyssa


Tak tersadar. Marisa berada di sana sebagai kasir. Ia bekerja untuk meringankan direktur (Bu Rita) yang kesulitan dana. Dengan penampilan nya elegan, menguncir rambutnya dan memakai topi berwarna hitam.


Penampilan nya sedikit tomboi, namun sikapnya lembut dan penyayang. Tidak dengan Alyssa. Ia berpenampilan menggerai rambut, terkadang memakai cela dengan sikapnya yang tomboi.


"Anda mau pesan apa?" tanya Marisa kepada pelanggan yang baru saja datang ke tempat kasir


"2 Americano" jawab si pelanggan sambil memberi uang pas kepada Marisa


Marisa menerimanya dan memberikan struk belanja kepada si pelanggan. Pemesanan nya yang masih di proses.


"Ini struk belanja nya. Terimakasih" ucap Marisa memberi struk belanja nya dengan sopan


Pelanggan itu pergi, duduk di kursi yang kosong sambil menunggu pesanan nya datang.


Tampaknya wajah Marisa yang terlihat memikirkan sesuatu sangat risau dan gelisah, sehingga handphone nya berdering tanpa di ketahui. Dan, ada luka di bagian pelipis kanan.


"Kau tak mau menjawab telepon mu? Itu terus berdering" ucap seorang perempuan yang mempunyai cafe di sana


Marisa pun mengambil handphone nya tergeletak dan masih berbunyi. Ia tak tau, apakah ia harus mengangkat nya? Karena, nomor tersebut tidak di kenal.


Ternyata, yang menelepon itu adalah Alyssa. Alyssa mendapatkan nomor milik Marisa, namun sayangnya Marisa tidak mengangkat teleponnya dengan cepat. Alyssa pun membatalkan karena tidak di angkat dan di jawab.


Si pemilik cafe menyimpan 2 minuman untuk pelanggan yang memesan lalu pergi. Marisa memegangnya dan memanggil pelanggannya.


"Pelanggan nomor 12 pesanan kopi anda sudah siap"


Alyssa berdiri, tepat di sampingnya ada Marisa. Namun, mereka tidak menyadari nya. Sayang sekali, mereka tidak saling melihat dan menyapa.


Muka keduanya saling bertemu dalam jarak 1 meter jika dalam kamera.


Pelanggan yang duduk di meja nomor 12 pun berdiri dan mengambil pesanan nya.


"Terimakasih"


Marisa menoleh ke arah pemilik cafe untuk meminta izin dengan keperluan nya.


"Maaf mbak, aku ada urusan mendesak, apa aku boleh pulang lebih awal?" izin Marisa


"Ya, silahkan" ucap wanita si pemilik cafe sambil menghadirkan senyumannya dengan artian TIDAK MASALAH


"Terimakasih" ucap Marisa tersenyum

__ADS_1


***


Di studi wisata Bekasi. Laura dan Maya berada di toilet di tempat wastafel. Maya menginginkan wajah seperti Laura, Laura pun mendandani Maya dengan make up nya sendiri.


"Tutup matamu. Jangan di buka ya!" pinta Laura yang sekarang tengah di hiasi bagian mata


Bibir alami Maya pun di lapisi dengan lipstick oleh Laura.


"Sekarang bagian bibir"


Maya sudah tidak sabar menanti make up nya yang menempel di wajah Maya.


"Sudah. Kau pasti suka" ucap Laura


"Satu dua tiga! Ini dia!!" ucap Laura sambil menghadapkan Maya ke arah cermin


Maya membuka matanya dan....


"Whaaa..." kejut Maya namun bercanda tersenyum sambil menyentuh bagian bibirnya yang menurut nya tak pantas berada di bibir nya karena merasa tidak cocok dan terlalu merah + pink


"Jangan di sentuh May.. Kau terlihat seksi" ucap Laura


"Warna ini tidak cocok di bibirku. Kau bilang aku akan cantik sepertimu!" ujar Maya


Tibalah Alyssa dari luar, berjalan kencang ke arah toilet dan menutup pintu. Laura dan Maya melihatnya


"Ayo kita pergi!" ajak Laura


"Oh... Baik"


Laura membereskan alat make up nya lalu merangkul pundak Maya. Mereka pergi tidak menyadari alat make up Maya tertinggal.


Alyssa sangat ketakutan karena takut terjadi apa apa di toilet dengan orang yang mengerjainya sampai membuatnya takut.


Bayangan seorang perempuan datang, sorotan penampilannya, bertubuh kecil, tidak tinggi dan tidak pendek (sedang, sekitar 159 cm) rambut pendek sebahu.


"Apakah ada orang di sana?" tanya Alyssa kepada bayangan orang itu yang berada di depan pintu.


Alyssa pun berpikir kepada Ariel bahwa bayangan orang itu adalah Ariel, padahal Ariel sudah tiada di dunia. Lalu siapakah dia? Apakah arwah? Teman?


"Apa itu kau lagi? Sampai kapan kau akan terus begini?!!" teriak Alyssa dengan nada emosi dan bergetar ketakutan


Bayangan itu pergi dan sontak terkejut dengan ucapan Alyssa yang begitu menakutkan.


Alyssa lega karena bayangan orang yang di kira Ariel itu pergi. Namun, ada hal aneh lagi pada dirinya. Ia melihat ke atas dan berteriak histeris.


"Aaaaaa...."


Reza, si ketua kelas yang dapat di percayai oleh wali guru, pak Kenny. Reza melihat Maya keluar dari toilet dan mendengar suara teriakan seseorang.


Reza tidak perlu tau dengan hal apa yang sudah terjadi. Ia pun menghampiri Maya yang berjalan menuju keberadaan Laura.


"Laura..." panggil Maya memberitahukan bahwa dia ada di sini, sudah kembali.


"Maya.. Laura.." panggil Reza datang di hadapan Maya dan Laura

__ADS_1


"Cepatlah kembali, kita akan melakukan foto bersama" ucap Reza lalu pergi


"Oh baik"


"Ayo!" Laura pun berjalan, tidak dengan Maya, ia khawatir dengan keadaan Alyssa.


Owalah... Rupanya, Maya adalah bayangan yang di kira Alyssa, Ariel.


Marisa berjalan menuju tempat yang di tujui. Ia berhadapan dari belakang dengan para teman teman Alyssa yang sudah berkumpul. Di sana tidak ada Alyssa.


Para teman teman Alyssa berkumpul melakukan foto. Marisa, berbalik dam tertangkaplah gambarnya. Menampakkan sosok Marisa di sana "Cekrek"


***


Para teman teman Alyssa berkumpul di ruangan yang terbuka, masih di daerah Bekasi. Guru Kenny pun datang, sambil berjalan meminum secangkir kopi.


"Semua sudah berkumpul?" tanya pak Kenny


Semua siswa siswi pun berdiri.


"Ada yang belum datang? angkat tangan mu" ucap seseorang yang bercanda dengan para teman nya


"Aku!" ucap kedua teman nya sambil mengangkat tangan


"Ahaahah"


"3 orang tidak ada di sini" ucap Reza


Lalu datanglah 2 orang perempuan yang sambil memidio dirinya


"Hanya satu orang lagi" ucap Reza


"Siapa satu orang itu? " tanya pak Kenny


"Orang itu adalah saya" ucap seorang siswa lelaki yang sudah ada di sana


"Khahahha"


"Berhenti bercanda. Siapa itu?" tanya pak Kenny


Laura dan Maya yang mendengar pun memeriksa sekitarnya. Apakah Alyssa berada di sana? Nampaknya tidak ada, Laura dan Maya pun menghampiri Pak Kenny


"Alyssa... Alyssa tidak ada di sini" ujar Laura kepada Pak Kenny


"Telepon dia!" titah pak Kenny kepada Maya


"Baik"


Maya pun menelepon kontak Alyssa. Namun tidak aktif.


"Nomornya tidak aktif" ucap Maya


"Di mana terakhir kali kalian melihat Alyssa?" tanya Pak Kim


Seorang pria termasuk siswa pun datang kepada teman temannya yang berada di dekat Pak Kenny sambil mengatakan

__ADS_1


"Aku melihatnya. Kurasa dia sedang BAB di kamar mandi"


"Hahahh"


__ADS_2