Cinta Asyila

Cinta Asyila
Bab 2 : Hati Syila


__ADS_3

Masih dengan Syila yang bingung dengan apa yang terjadi. Seorang lelaki berada di hadapannya yang baru saja berbalik arah, dia sambil berjongkok lutut. Dia Dewa. Syila benci dengan sikap Dewa.


Dewa yang berlutut itu sambil memegang bunga dan sepertinya dia akan melamar Syila dengan kesaksian para siswa siswi nya di sana.


"Syila... Terima aku menjadi kekasihmu. Mau kah... Kau berdampingan dengan ku, pacar ku?" tawar Dewa


Syila tampak gerogi dan malu jika banyak dilihat orang. Apalagi ada mantan temannya yang selama ini pernah menjadi teman dekatnya, Chelsea, Nadya, dan Ria.


"Ya Allah... Aku harus nolak kayak gimana? Kalo aku ceramahin nanti pasti dia bakal bilang sok alim, sok tau, sok suci. Hufth... Tapi, demi kebaikan aku juga sih " batin Syila


"Mmmmm.... Mau..." ucap Syila sambil mengambil bunga yang ada di tangan Dewa


"Yuhuuuuuuu..... Yeah" teriak Dewa sambil berdiri hore hore


"Waaawhnveb ;$/*?(! "


"Maksudnya... Mau nolak!!!" ucap lanjut Syila sambil mematahkan bangkai bunga nya lalu membuang


"Yaaah... Syila... Kenapa kamu tolak?? Udah jelas jelas kamu bilang mau. Aneh kamu" ujar Dewa


"Ya, kalo aneh kenapa pengen sama saya? Dewa itu tau 17.32 gak sih?" tanya Syila


"Elehhhh.... 17.32? Heh... Gampang. Lu...  Eum... Maksudnya kamu mau di tembak di jam 17.32? Ya udah, nanti Aku tembak lagi di depan rumah lu... Biar direstui sama orangtua kamu juga. Hehhey... " sahut Dewa


"17.32 itu.... Walaataqrabu zina..."


"Jangan dekati zina.!!!!"


"Masya Allah... Kamu cantik banet ziiih... Sampe mau celamahhh... Aw.." ucap alay Dewa


"Dewa... Syila tuh serius" ujar Syila


"Hei.. Cut Asyila Roslinda. Kalo kamu pacaran sama aku, aku gak ngapa-ngapain kamu kok. Kita cuman perhatian satu sama lain. Atau... Kita pacaran islami aja. Kayak, mengajak sholat berjamaah, silaturrahmi kepada keluarga, sedekah bareng, ngaji bareng. Bolehkan? Ya boleh lah..." tutur Dewa


" Dewa Pratama. Kita itu... Agama islam kan? Dalam islam, gak ada yang namanya pacaran, gak ada yang namanya pacaran islami. Yang namanya pacaran tetap pacaran. Pacaran itu juga dikatakan dalam islam telah berzina. Pertama, berzina mata, karena memandang wajah yang berlebihan dan menimbulkan syahwat. Kedua, berzina jari, karena mungkin chattan. Ketiga, mulai zina kaki dan tangan yang akan merusak semua, apalagi perempuan, yang akan rusak kehormatan nya dan kemuliaan nya" tutur Syila

__ADS_1


"Kita kan bisa pacaran islami, ya pasti boleh lah" ketus Dewa


"Kan tadi Syila bilang. Yang namanya pacaran tetap pacaran, gak ada pacaran islami. Itu dianggap berzina. Ya, meskipun emang gak berzina sama sekali. Paham gak sih maksud.... Apa yang di ucapin??!!" sahut Syila mulai emosi karena banyak orang yang memperhatikan nya dan ada pula yang memidiokan nya


"Kring... Kring... Kring..."


Bel masuk berbunyi


Para siswa siswi masuk ke kelas masing masing sambil menggosipi Syila. Syila dapat mendengarnya dan kecewa dengan hari ini.


Matanya mulai berair, badanya mulai kaku, dan bibirnya bergetar. Syila pun pergi ke kelas.


Sesampainya di kelas. Syila mengucap salam dan dijawab oleh semua temannya dan menggosipi Syila dalam bisik.


Syila berjalan sambil menunduk. Dan duduklah di kursi bersama Nurul.


"Syila kenapa?" tanya Nurul


Syila menengok ke arah sumber suara. Dan ternyata Nurul yang bertanya


Kata "Gak apa apa" mungkin selalu di ucapkan oleh semua perempuan yang sedang mempunyai masalah dan beban. Kata "Gak apa apa" belum tentu ia baik baik saja. Karena 99% orang tidak ingin orang lain tau tentang nya. Dan lebih memilih untuk berkata "Gak apa apa"


Pelajaran kedua pun dimulai. Dewa menatap Syila dari kejauhan meja depan ujung pintu. Sementara Syila dan Nurul, di belakang kedua di barisan ketiga depan dari pintu.


Syila yang ngeh di tatap pun melirik nya dalam 1 detik lalu menunduk. Dewa tersenyum miris. Seperti akan ada yang ia rencanakan.


"Oke... Jadi, rumus limas segiempat adalah L yaitu luas alas + jumlah luas sisi tegak. 12 X 12 + 4 X 1/2 X 12 X 10......................................................" Guru menjelaskan penerangan dari rumus limas segiempat.


Syila semakin kesal dengan hari harinya yang dipenuhi banyak ujian. Mengapa? Dirinya selalu bertanya MENGAPA  padahal dirinya sudah tau dengan apa yang susah terjadi padanya. Allah sedang menyayangi Syila dengan menghapus dosa dosa nya dengan ujian. Ia yakin bahwa Allah akan memberikan suatu kejutan yang indah untuknya


Pukul 12.35 tibalah waktu pulang. Asyila sedang berjalan kaki menuju rumah. Dewa, berjalan bersama Kenny. Kenny lah orang yang disukai Syila.


"Heh... Ken... Gua duluan ya, biasa, mau pdkt" ucap Dewa


"Hm.. " jawab Kenny. Kenny orang yang cuek

__ADS_1


Dewa pun menghampiri Syila. Syila kaget akan datangnya Dewa. Namun, saat Dewa menghampiri Syila, hanya berjalan santai tak menyapa. Seolah olah hanya kebetulan dalam berjalan.


Syila bergeser dari Dewa. Namun Dewa pun bergeser seperti Syila. Syila pun menatapnya


"Kenapa?" tanya Dewa


"Bisa gak sih geser ke sebelah jalan sana. Kan masih lega!" pinta Syila


"Syila... Ehh... Kamu.. Kesurupan apa sih? Kok bisa bersikap tegas kayak gini. Huft... Kalo kamu kayak gini, aku nyerah dapet hati kamu!" sahut Dewa yang hanya mengancam


"Ya... Bagus dong... Wanita yang baik itukan wanita yang bisa jaga diri. Jaga pandangan, semuanya deh... Dari yang bukan makhram" ujar Syila


"Oh ya, karena... Katanya kamu nyerah meluluhkan hati... Syila. Mendingan... Kamu taubat, sholat sebelum di sholatin, ngaji sebelum dingajiin. Hidup itu gak akan lama lagi kita mati" tutur Syila


"Heh... Ini jalanan bukan masjid. Heh.. Syila... Elu, kalo mau ceramah, sono di masjid, bikin telinga gue makin panas aja" tegur Dewa dengan kesal


Syila terbawa perasaan dengan kata kata yang di ucapkan Dewa tadi. Jujur, Syila orang yang simpati, baper, cengeng.


Dewa menatap sinis pada Syila lalu pergi. Di situ, Syila berjalan lambat akibat uucapan Dewa yang mungkin melukainya.


"Sabar... Sesungguhnya Allah bersama orang orang yang sabar" sahut seseorang yang tiba tiba melangkah dengan kesedangan sama seperti Syila.


Kenny lah yang berbicara. Hati Syila seakan terguyur oleh hujan. Hatinya meleleh akibat ucapan Kenny. Itulah yang disukai Syila, ada kepahaman agama, namun, hanya sedikit.


Kenny tersenyum manis pada Syila lalu melangkah menjauh. Masya Allah... Bayangkan saja senyuman itu seperti nabi Yusuf. Masya Allah... Ya Allah...



Anggap saja tidak ada jenggot. Namun, begitu tampan nya.....


Ada apa dengan hati Syila dalam detik ini. Ada senyuman yang manis di bibirnya Syila.


"Astagfirullah... Astagfirullah al-adzim ya Allah... Astagfirullah... Maafkan hamba.... Astagfirullah.. Astagfirullah.. Astagfirullah ya Allah... Astagfirullah... Astagfirullah.. Astagfirullah..." batin Syila seakan khilaf dan tak dapat berkata pada Rabbnya bahwa Syila salah.


Hanya kata Istigfar yang dapat di ucapkan.

__ADS_1


Lanjut baca!!!


__ADS_2