Cinta Asyila

Cinta Asyila
Bab 5 : Hati yang robek


__ADS_3

Dewa Memotret-motret keadaan mereka dan akan di sebarkan melalui instagram nya dengan menyamar menjadi account Kenny.


Ehhh???? Kok bisa bawa HP ke sekolah? SD pula? Ya... Dewa adalah anak dari pemilik sekolah, jadi, ia tak mengikuti aturan yang adapun sangat tak diapakan. Karena, ayahnya sendiri mengizinkan nya dan Dewa sangatlah keras kepala.


Juga... Kemarin , pemotretan yang dipotret oleh para siswa, HP itu milik Dewa yang menyuruh untuk dipotret.


...----------------...


Bel masuk berbunyi. Semua siswa dan siswi berlarian menuju kelas masing-masing.


Di kelas 6 Syila dan yang lainnya sudah ada kecuali Dewa. Entah ia kemana.


Saat guru mengabsen semua kelas......


"Dewa"


"Kemana Dewa?" tanya pak Ridwan


Syila melirik lirik ke bangku milik Dewa


"Kenny... Kemana dia?" tanya Pak Ridwan bertanya pada Kenny karena mereka berteman dekat namun mungkin kini berpecah


"Kurang tau pak" jawab Kenny


"Ya sudah... Yang lain nya hadir semua kan?" tanya pak Ridwan


"Hadir pak" jawab siswa kelas 6 dengan kompok


"Baik... Kita memulai pelajaran IPA"


Guru menjelaskan tentang pelajaran yang dibahas nya hari ini. Syila merasa mood nya tak bagus dan kesal dengan hidupnya yang wajib sekolah.


Tiba tiba handphone pak Ridwan berbunyi. Panggilan masuk dari "Bapak Yuda kepala sekolah" (Ayah Dewa)


"Sebentar ya... Baca dulu sampai halaman 56" ujar pak Ridwan sambil berjalan ke luar yang akan mengangkat telepon dari pak Yuda


Saat pak Ridwan keluar. Semua siswa-siswi berlarian dan berisik.


Ada yang menggibah, ada yang bercanda tawa, ada yang mengobrol, dan ada pula yang memperhatikan saja.


Syila sendiri diam dan memperhatikan teman temannya yang tampaknya bahagia tanpa ada masalah dan beban dihidupnya.


Ia mengeluarkan buku diary nya yang ia bawa dan menuliskan kisah yang terusik dihidupnya.


Dear Diary...


Sekarang... Aku dapat merasakan saat mengobrol dan duduk bersama dengannya.


Tadi pagi tepatnya. Lelaki yang aku sukai dan aku kagumi mendekati ku dan mengajak ku mengobrol.


Namun entah kenapa, hatiku merasa tak enak. Rasanya risih

__ADS_1


Syila menulisnya dengan tulisan rapi. Ia sangat hobi menulis dari kelas 2. Dan ia berpikir, jika nanti usianya sudah 19/20 tahun, ia berencana membuat buku/novel .


Ia membuatnya akan dengan penuh hati dan kisah cinta yang islami. Seperti kisah cinta nya Sayyidina Muhammad SAW mungkin yang menikahi Sayyidah Khadijah binti Khuwailid.


Atau mungkin kisah cinta Sayyidah Fatimah Az-Zahra yang mencintai dalam diam kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib.


Atau kisah cinta seperti Zulaikha yang mengejar cinta nabi Yusuf AS karena ketampanannya yang tak mempesona. Namun saat ia mengajar Nabi Yusuf As. Allah menjauhkan keduanya. Dan saat Zulaikha mengejar cinta Allah , Allah mendekatkan keduanya


Masya Allah luar biasa....!!!!!


Tak lama kemudian pak Ridwan datang


"Maaf ... Bapak harus ke balaikota sekarang juga, jadi kalian boleh istirahat. Kemungkinan bapak pulang sekitar pukul 12.00 jadi kalian pulang pukul 11.00 aja. Paham?" tutur pak Ridwan


"Paham pak" jawab mereka dengan kompak


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh" salam pak Ridwan sambil meninggalkan kelas


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab mereka kompak


Semua kelas ramai dan berlarian keluar. Tidak dengan Syila. Hatinya sudah retak dan mungkin tidak bisa diperbaiki oleh siapa-siapa. Air mata nya sudah tak tahan ingin membasahi pipi nya dan menampakkan ia sedang sedih. Bibir nya tak kuasa dan gemetar. Ada apa dengannya.


Nurul, teman sebangku nya tak pernah simpati dan cate terhadap Syila, begitupun sebaliknya. Subhanallah!


Kenny baru saja keluar dari keramaian yang harus mengantri keluar. Saat ia keluar ia menatap dirinya dikaca kelas dan tertampaklah Syila


Kenny berbalik arah menuju kelas dan duduk bersama Syila yang kini menidurkan kepala nya di meja dengan tangan di meja.


Kenny kembali meninggalkan kelas dan pergi menuju gudang. Mencari kostum yang mungkin akan membuat Syila tertawa dengan kostum tersebut.


Memakainya di gudang dan kembali ke kelas.Untungnya tidak ramai orang di dekat sana.


"Syila... " panggil Kenny dengan suara anak kecil


Syila mengangkat kepalanya dan melihat seseorang yang sedang pakai kostum


"Siapa?" tanya Syila.


Wajah Syila tampak memerah, hidungnya merah dan matanya berkaca kaca. Juga dengan pipinya yang basah.


"Coba tebak" ucap Kenny sambil mendekati Syila dan duduk di tempat Nurul


"Aku bener² gak tau" jawab Syila


"Tapi jawab jujur dulu ya Syila" pinta nya Kenny


"Apa?" tanya Syila


"Kamu nangis kenapa sih? Siapa yang buat kamu nangis? Ayo bilang jujur sama saya" ucap nya


"Aku.... "

__ADS_1


Syila berpikir bahwa di balik kostum itu adalah Dewa.


"Aku..... Sedih karena..."


Sya memikirkan apa yang harus ia jawab untuk pertanyaan Kenny.


"Karena kepala aku pusing" jawab Syila


"Apa?" tanya Kenny dan melepas kostum bagian kepala


"Ternyata lo cengeng ya. Masa sakit kepala nangis" sahut Kenny mengata-ngatai


Syila melotot dan tak percaya bahwa itu adalah Kenny


"Ke... Kenny? Kok? Kamu Kenny?" tanya tak percaya Syila


Kenny menatap Syila sambil menjawab


"Bukan... Aku bukan Kenny Ramadhan. Tapi... Kenny Austin" jawab Kenny sambil sedikit tersenyum


"Ih... Pede banget" ucap Syila


"Lebih baik pede dari pada minder. Hayo?" lawan nya Kenny


Syila terdiam dan hanya mendengar kan.


"Oh ya Syil, kamu... Beneran cengeng ya? Berarti... Waktu kamu di marahin sama papa kamu juga nangis dong?" tanya Kenny seperti meledek


"Perempuan itu kayak anak kecil Kenny... Jangan terlalu di bentak. Cengeng itu bukan berarti lemah. Perempuan, kalo nangis, dikatain cengeng, itu wajar. Yang nggak wajar itu laki laki cengeng" tutur Syila menjelaskan


"Iya ustadzah" ucap Kenny


"Ustadzah?" tanya Syila sambil menatap Kenny


"Iya, ustadzah" jawabnya dengan nada menjawab


"Kamu tuh cocok jadi ustadzah tau gak. Nanti, aku jadi ustadz nya" gombal Kenny sambil tersenyum


Syila memalingkan wajahnya dan tersenyum di balik itu. Seketika ia salting.


"Oh ya, gimana? Udah terjait kan? Nggak sobek lagi?" tanya Kenny


"Maksudnya?" tanya Syila


"Hati kamu tadi sobek kan. Mangkanya aku jaitin pakai gombalan kata" jawab Kenny


"Apa sih" jawab nya dengan salting sambil membuang muka dari Kenny


"Oh ya... Syila.. Kamu mau gak... Jadi..."


"Jadi... Pacarnya aku?"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2