Cinta Asyila

Cinta Asyila
Episode 7


__ADS_3

Pak Kenny menatap lekat kepada Laura dan Maya. Pak Kenny dan para siswa siswi pun mencari keberadaan Alyssa. Termasuk kedua sahabatnya.


"Alyssa...."


"Alyssa..."


Laura dan Maya yang mengetahui tempat terakhir mereka melihat Alyssa pun ke kamar mandi perempuan, untuk memastikan, apakah Alyssa masih berada di sana.


Laura dan Maya membuka satu persatu pintu kamar mandi. Laura membuka di sebelah kanan dan Maya di sebelah kiri.


"Alyssa.."


"Alyssa.."


Saat Laura akan membuka pintu yang ke empat di sebelah kanan dari Maya. Tak bisa di buka dan di kunci dari dalam. Laura yakin bahwa di dalam adalah Alyssa


"Alyssa... Aku tau kau ada di sini. Keluar lah.. Ku mohon... Alyssa, ayo kita bicara..." ucap Laura namun yang keluar bukanlah Alyssa melainkan orang lain


Maya yang sedari tadi berada di jarak samping Laura pun menghampiri.


"Maaf nyonya" ucap Maya tidak dengan Laura


Laura hanya terkejut dengan nyonya tadi. Firasat nya, Alyssa menghilang tak akan kunjung kembali.


Laura pun membuka kembali pintu terakhir yang ke lima. Maya pun melangkah bersama Laura di belakang nya


Saat di buka oleh Laura, keberadaan Alyssa tidak ada di sana dan rasanya aneh.


"Dimana sebenarnya dia?" tanya Laura dengan pasrah sambil mengasah rambut depan ke belakang


Laura dan Maya pun keluar dan mencari kembali di luar. Para siswa siswi pun masih ikut mencari Alyssa.


"Alyssa!"


"Alyssa...!"


"Alyssa..! "


"Alyssa!!"


"Apa kau melihatnya?" tanya 1 siswi dari 3 siswi kepada tiga siswa


"Tidak. Di sana!" ucap siswa itu


Pak Kenny pun mengecek rekaman CCTV di sebuah ruangan bersama penjaga ruangan itu. Apakah bisa di temukan?


"Tunggu... Tunggu tunggu.. Berhenti di sana!" ucap pak Kenny saat melihat orang yang persis mirip Alyssa


Penjaga ruangan yang memutar CCTV pun melambatkan rekaman mundur yang di pinta Pak Kenny.

__ADS_1


"Kau tak akan bisa menemukan orang dengan cara ini. Ada terlalu banyak kamera dengan ribuan orang terekam di dalamnya" ucap Si penjaga


Pak Kenny dan pak guru olahraga, Martin. Berkumpul dengan dua sahabat Alyssa


"Apa Alyssa... Mengatakan hal yang aneh? Atau bersikap berbeda dari biasanya?" tanya pak Kenny


"Ya, Tampaknya suasana hatinya sedang buruk, tapi terkadang dia memang sensitif" jawab Laura


"Bagaimana denganmu Maya? Kau melihat sesuatu yang aneh?" tanya Pak Kenny


Maya terdiam ragu akan menjawabnya


"Itu..."


"Apa? Katakan padaku" ucap Pak Kenny


"Tadi malam... Aku melihatnya berkelahi dengan seorang pria" jawab Maya dengan ragu


"Apa?" kejut Laura sambil menatap Maya


"Seorang... Pria..?" tanya pak Martin


***


Jakarta.


Pukul 16.50


"Maaf, nomor yang anda tuju tidak aktif" dari handphone


"Apa dia sudah tidur?" tanya Zerlinda kepada dirinya


"Ah... Tidak mungkin, dia pasti sedang bersenang senang. Masih pukul 16.38 pula" ujarnya


Zerlinda yang ingin sekali mengetahui keberadaan putrinya pun menelepon Laura.


Keberadaan Laura berada di penginapan bersama Maya. Mereka memikirkan Alyssa yang masih belum di temukan. Ponsel Laura berdering tertulis nama "Ny. Zerlinda" Laura pun mengangkatnya


"Assalamualaikum" salam Zerlinda


"Wa'alaikumussalam" jawab Laura


"Laura, bagaimana dengan Alyssa? Apa dia baik baik saja?" tanya Zerlinda


"Tante... Alyssa..."


Laura menjelaskan semua yang terjadi pada Alyssa. Zerlinda pun bergegas pergi ke Bekasi. Meski cukup lumayan jauh, ia berkorban demi anak kesayangannya yang meskipun bukan anak kandung.


Sesampainya di Bekasi dari Jakarta. Zerlinda sampai di sebuah penginapan. Di sana, sudah ada Pak Kenny selaku wali kelas 2 SMA, Dan Pak Martin selaku guru olahraga meski tidak ada kaitan nya, hanya menemani Pak Kenny berwisata bersama siswa siswi kelas 2.

__ADS_1


Pak Kenny dan Pak Martin menyediakan barang yang telah di bawa Alyssa di atas meja. Mereka menunggu kedatangan Zerlinda yang sudah di sampaikan oleh Laura.


Datanglah Zerlinda dengan panik. Pak Kenny dan Pak Martin pun bergegas berdiri dari duduknya.


"Assalamualaikum Nyonya Zerlinda" sapa Pak Kenny menyambut kedatangan Zerlinda


"Wa'alaikumussalam" jawab pelan Zerlinda sambil menatap koper dan tas sekolah yang tidak asing lagi.


Zerlinda bergegas menghampiri nya. Zerlinda mengingat kembali saat Alyssa pamit di sekolah. Dengan mengucap salam dam melambaikan tangannya sambil berjalan mundur membawa koper dan tasnya. Juga syal nya yang di lilitkan di leher.


"Pak guru. Di mana... Di mana Alyssa?" tanya Zerlinda


"Kami sedang menunggu perkembangannya" jawab pak Kenny


"Siswa lainnya semua ada di sini. Kenapa Alyssa bisa menghilang!?" tutur Zerlinda mulai emosi


"Kalian semua pergi bersama. Kenapa Alyssa bisa menghilang ?!"


"Cari Alyssa sampai dapat... Kenapa Alyssa bisa menghilang..!!!?" emosinya mulai meronta sehingga menarik-narik kerah bawah pak Kenny dengan tak sopan. Namun, Pak Kenny tidak ada kata kesopanan orangtua terhadap dirinya.


"Kenapa.... Kenapa???!!!!" Zerlinda terus menangis dam menarik-narik kerah bawah pak Kenny.


"Mohon tenangkan diri anda, nyonya" pinta pak Kenny


"Tidak, ayo pergi. Ayo kita pergi mencari Alyssa kembali " ucap Zerlinda yang menurunkan tangannya dari kerah Pak Kenny


"Ayo! Kita harus pergi sekarang sebelum terlambat. Jangan hanya diam saja! Ayo pergi!" ucapnya kembali


"Polisi sedang berpatroli sekarang, jadi tunggu hasilnya dulu" ucap pak Kenny


Zerlinda berhenti menangis dan memegang koper milik Alyssa yang masih di atas meja


"Alyssa... Alyssa... Kau dimana!?"


***


SMA Negeri Bekasi. Shiren bersandiwara di depan para guru yang pura pura di lukai oleh Marisa. Kejadian malam kemarin, menjadi alasannya.


Shiren dan Marisa berada di kantor rapat ruang guru. Kedua orang tua Shiren berada di sana juga. Jaksa Ryder adalah ayah Shiren


"Shiren, membutuhkan terapi psikiater. Bayangkan betapa menakutkan dan sakitnya dia harus berada di ruangan yang sama dengan orang yang melukainya" sahut ibunda Chelsea, Ibu kandung Shiren. Yang sambil memegang tangan Shiren


Marisa yang duduk di sebelah Shiren. Mendengar ucapan Chelsea


"Cut Marisa Timonty. Minta maaflah kepada Shiren Mona Raider!" pinta pak kepala sekolah


Marisa menundukkan pandangan. Lalu ia berdiri. Apa yang akan di lakukannya


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2